shaasa retweeted
abi stalk. artnya mostly abt r*pe dan pedofilia byeeeee 👋👋👋👋👋👋
Even worse, sambil fetishizing ANAK SMA DI BAWAH UMUR kayak @demusashi_
shaasa retweeted
Jujur iya, laki-laki emang pada kayak KNTL. Showing pure empathy ke korban sesama laki-laki aja gabisa. Gini nih katanya makhluk berlogika
shaasa retweeted
pejabat korupsi = menuhin gaya hidup istri
cewe dilecehkan = karena bajunya
enak banget ya jadi cowo tinggal lempar ke alasan tindakan bodoh tolol amoralnya karena "cewe", padahal emang pribadinya aja busuk.
shaasa retweeted
sejak kapan upload foto = consent jadi bacol bejir??? bener bener gabisa bebas dari rape culture dah masyarakat indo
shaasa retweeted
Just 4 years for raping 100+ children??? Yet people say rape accusations ruin men’s lives… Babe, even real accusations don’t ruin their lives.
shaasa retweeted
hâlâ feministlere deli muamelesi yapılıyo hâlâ kadın haklarını savunanlar fazla 'alıngan' kabul edilip dalga geciliyo hâlâ HAYIR dedigimiz icin öldürülüyoruz ve hâlâ korkarak yürüyoruz
kasus tragis ibu hamil yang melompat dari gedung di yulin, cina pada tahun 2017
seorang ibu hamil bernama ma rongrong menahan rasa sakit kontraksi yang luar biasa. ukuran kepala janinnya tergolong besar sehingga risiko persalinan normal sangat tinggi, dan dokter sudah berkali kali menyarankan operasi cesar
dia sampai berlutut memohon karena kesakitan, tapi suaminya cuma nurut sama ibunya. ibu mertuanya tetap bersikeras kalau anak yang lahir normal itu pintar, dan pihak keluarga suami terus menerus menolak menandatangani surat persetujuan operasi
karena tidak ada jalan keluar dan tidak ada yang menolong, dia yang putus asa keluar dari ruang bersalin lalu melompat dari gedung, meninggal seketika bersama bayi di kandungannya. orang tua yang melahirkan dan membesarkannya tidak ada di lokasi, sedangkan yang menentukan hidup matinya justru keluarga mertua
setelah kejadian tersebut, aturan bahwa ibu hamil berhak menandatangani persetujuan medisnya sendiri ditegaskan dan disosialisasikan secara luas. keputusannya hari itu menukarkan hak bagi para wanita untuk menentukan nasib tubuh mereka sendiri
shaasa retweeted
"Kita pengen kesetaraan!"
"Oke, berarti kita boleh mukulin lo ya!"
"Kita ga nyaman disapa sama stranger, Gausah disapa gapapa, timbang ujungnya gaenak."
"Oh yaudah nanti lo kecelakaan atau dilecehin dan sebagainya gue gamau nolongin ya."
Otak kok isinya violence semua. Fetish?
Cowok demen banget bilang "kalo ganteng namanya bukan pelecehan ya? 🤭🤭🤭"
Tapi kalo korban pelecehannya gak memenuhi standar attractive dia, langsung bilang "lu gak secakep itu" "sok kecakepan" "mana ada yang mau ngelecehin?"
Kek apapun yang cowok ucapin ni projecting kurasa
shaasa retweeted
diskursus catcalling ini malah jd gender war karena laki-laki gabisa nerima fakta bahwa dunia ini emang blm ramah terhadap wanita. blaming it on 'culture' is wild. It’s never about being friendly, it’s about power and fragile male ego yg ga terima dikasih boundaries
shaasa retweeted
call me too woke tapi laki2 pada terusik sama diskursus catcalling yang diklaim sebagai ramah-tamah ini soalnya mereka bingung kok yang biasanya mereka bisa punya hak dan power atas agensi perempuan sekarang mereka gabisa wkwk.
shaasa retweeted
men assault women for decades and then men is surprised when women act defensive against them






































