Frontline Monitoring retweeted
📍 Gerbang DPR RI, Senayan
"Tarik Militer dari Tanah Papua"
"Stop talking, stop wasting our money!"
"Kami tidak rela uang pajak kami digunakan untuk menyerang rakyat"
Aksi Aliansi Perempuan Indonesia (API) bertajuk "Prabowo, Hentikan Kekerasan!" di depan Gedung DPR RI Jakarta, berlangsung hari ini (3/9).
Massa aksi mengenakan baju pink untuk memprotes hak bersuara yang dianggap "makar" dan "terorisme" oleh Presiden Prabowo. Bersuara adalah hak rakyat!
Mereka bergantian berorasi di atas mokom, mengeluhkan masalah kolektif yang muncul dari penindasan dan pengabaian Negara atas masalah perempuan dan identitas rentan yang melekat lainnya dalam tubuh-tubuh individu, termasuk kelompok ragam gender dan seksualitas.
Solidaritas warga bantu warga juga muncul dengan penyediaan juru bahasa isyarat bagi kelompok disabilitas pendengaran, Tuli atau Hard of Hearing (HoH), hadirnya paramedis sukarelawan, dan individu/kelompok yang mendistribusikan makanan atau membuka lapak membaca buku.
Sekitar pukul 12.30 WIB, aksi ditutup dengan kegiatan mengecap tangan di spanduk dengan cat warna hijau dan pink sambil berdoa untuk 10 orang yang meninggal dunia selama gelombang protes.
Walau aksi sudah berakhir, perjuangan menuntut Presiden Prabowo menghentikan kekerasan negara akan terus berlanjut!
Aksi ini menolak segala kekerasan yang dilakukan pemerintah, tentara, polisi, dan DPR. Per 1 September, ada 10 orang yang meninggal selama gelombang protes. Per 2 September, ada 3 aktivis yang ditangkap paksa oleh polisi karena membela hak asasi manusia. Puluhan orang dinyatakan masih hilang, menurut laporan KontraS.
📸: Ardiles/Konde.co
#LiveKondeco #AliansiPerempuanIndonesia
Frontline Monitoring retweeted
Melbourne, 2 September 2025
200+ mahasiswa dan diaspora berkumpul @MelbBergerak
Panjang umur perjuangan! Panjang umur perlawanan! Panjang umur diaspora!
Photo courtesy: Prof. Charlotte Setijadi
Frontline Monitoring retweeted
#Indonesia: We are following closely the spate of violence in the context of nationwide protests over parliamentary allowances, austerity measures, and alleged use of unnecessary or disproportionate force by security forces. We stress the importance of dialogue to address the public’s concerns.
The authorities must uphold the rights to peaceful assembly and freedom of expression while maintaining order, in line with international norms and standards, in relation to the policing of public assemblies. All security forces, including the military when deployed in a law enforcement capacity, must comply with the basic principles on the use of force and firearms by law enforcement officials.
We call for prompt, thorough, and transparent investigations into all alleged violations of international human rights law, including with respect to use of force.
It is also important that the media is permitted to report on events freely and independently.
➡️ ohchr.org/en/press-releases/…
Frontline Monitoring retweeted
Kronologis penangkapan Delpedro Marhaen Direktur Eksekutif Lokataru Foundation
Frontline Monitoring retweeted
USUT TUNTAS!!!
Mereka bukan angka semata, tapi nyawa yang direnggut oleh impunitas dan kesewenang-wenangan aparat negara. Setiap nama merupakan bukti kekuasaan absolut hanya melahirkan kematian & ketakutan.
USUT TUNTAS SETIAP KEMATIAN KAWAN KAMI!
#TumpasImpunitas #StateBrutality
Frontline Monitoring retweeted
Usut tuntas semua korban kekerasan polisi
Mereka bukan angka semata, tapi nyawa yang direnggut oleh impunitas dan kesewenang-wenangan aparat negara. Setiap nama merupakan bukti kekuasaan absolut hanya melahirkan kematian & ketakutan.
USUT TUNTAS SETIAP KEMATIAN KAWAN KAMI!
#TumpasImpunitas #StateBrutality
Frontline Monitoring retweeted
Thank you #seablings
Frontline Monitoring retweeted
‼️New York City NOW ‼️
Hundreds of the Indonesian diaspora are marching from Central Park to KJRI New York City to commemorate the loss of 10 friends during this week's protest.
Frontline Monitoring retweeted
Sejumlah massa demo mengalami sesak nafas langsung dievakuasi oleh tim medis.
sc video group wa
Frontline Monitoring retweeted
Vıa Instagram.com/kaltimetam.id
Melewati batas waktu demonstrasi pukul 18.00 Wita. Polresta Samarinda bubarkan paksa massa aksi dengan water canon. Situasi sempat mencekam kala gas air mata meletus membuat para demonstran dipaksa mundur.
Frontline Monitoring retweeted
Postingan ini diminta takedown oleh @kemkomdigi
Frontline Monitoring retweeted
🚨Statement on digital repression during the August 2025 Indonesian protests🚨
Alongside human rights violations on the ground, widespread digital rights infringements are silencing voices across the country.
#Indonesia #IndonesiaProtest #digitalrights
Frontline Monitoring retweeted
Mari #JogjaMemanggil dan jaga kanan-kiri!
Frontline Monitoring retweeted
Perputaran uang di Tiktok Shop tahun lalu aja 102 triliun. Perputaran per hari berarti 270 miliar/hari. Btw, hampir 80 persen transaksi Tiktok shop itu dari live. Dari live duit muter sekitar 220 miliar/ hari. Pengusaha bodoh mana yg mau sukarela matikan pemasukan mereka 🥱
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, buka suara soal fitur siaran langsung atau live pada platform TikTok yang tidak dapat diakses sejak Sabtu (30/8/2025) malam.
“Kami pun melihat pemberitahuan yang dilakukan oleh TikTok, bahwa mereka melakukan secara sukarela untuk penutupan fitur live,” kata Meutya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (31/8/2025).
Meutya mengaku pemerintah justru berharap penangguhan fitur live di TikTok tersebut tidak berlangsung lama. Sebab, menurutnya, ada UMKM yang turut menggunakan fitur tersebut untuk berjualan.
“Kalau kondisi berangsur baik, mudah-mudahan kita bisa kembali lagi fitur live TikTok. Dan pada saat ini kami memahami bahwa ada UMKM yang terdampak yang berjualan secara live, tapi mudah-mudahan tetap bisa e-commerce tanpa live,” ujarnya.
| Narasi Daily










































