Febrian D. Prasetyo retweeted
Saya cuma admin akun hitung angka film, jadi nggak bisa review.
Cuma bisa nulis: film ini bagus sekali. Beneran.
Dan penting. Penting sekali.
Semoga bisa berjumpa dengan penonton sebanyak mungkin.
Hormat.
Febrian D. Prasetyo retweeted
Gila ya, baca-baca tentang Wantimpres ini:
1) Gaji 76,5 juta rupiah per bulan.
2) Tugas: memberikan nasehat/masukan ke Presiden.
3) Nasehat/masukan-nya tidak wajib dilaksanakan Presiden.
4) Nasehat/masukan ke Presiden bersifat rahasia, tidak boleh diberitahukan ke publik.
TLDR: jabatan buat ngurung secara politik dan nyuruh orang diem. 😂
Febrian D. Prasetyo retweeted
1. Semoga bangsa ini sadar telah membabat habis hutan, yang mengakibatkan 30.000 jenis pohon lenyap di Indonesia.
Gegara nonton adili idola di netflix, tanpa sadar tetiba udah check out aja tiket buat 2 minggu lagi saat edisi Andre Taulany
Febrian D. Prasetyo retweeted
kabarnya film escape plan akan di adaptasi ke versi indonesia.
ini sedikit teaser trailernya🙏
Febrian D. Prasetyo retweeted
Rezim boros: jumlah menteri terbanyak & skrg ditambah dgn watimpres. Makin nggak masuk akal, anggaran negara dihambur2kan untuk menggaji mereka yg seharusnya kerjaan itu nggak perlu ada alias “Bullshit Jobs" kalo kita pake term Graeber.
Vokalis Weezer, Rivers Cuomo, membawakan lagu "Anak Sekolah" milik Chrisye saat tampil di Kumamoto, Jepang. Lagu yang dipopulerkan Chrisye pada 1986 ini memang punya tempat khusus bagi Rivers. la sebelumnya juga beberapa kali membawakan lagu ini saat Weezer tampil di Indonesia.
Febrian D. Prasetyo retweeted
Paket 199juta. Percis di threshold pengadaan. Pake uang pribadi. Iya iya percaya bang.
This quoted post is unavailable.
Febrian D. Prasetyo retweeted
Setelah apa yang dilakukannya di Barbarian, Weapons, dan kini Resident Evil, emang udah waktunya kita sepakat bareng-bareng bilang“ In Zach Cregger we trust!” Ya, Cregger gak hanya sukses bikin adaptasi sekaligus reboot terbaik dari video game populernya Capcom yang sampai tahun ini masih terus lanjut dibikin seri terbarunya, tapi juga salah jadi satu (lagi) horor terbaiknya Zach Cregger.
Cregger gak coba buat main aman untuk tetap setia sama sumber aslinya, Ia milih ngelakuin sebuah keputusan kreatif yang cukup bersiko bahkan sedikit radikal: melakukan deskontruksi dari era klasik Resident Evil (RE 1-3). cregger ngebongkar, lalu nyusun kembali, bikin jadi lebih simpel, bahkan dari kehebohan versi Paul W.S. Anderson tanpa harus kehilangan identitas dari Resident Evil sebagai horor survival yang punya atmosfer sunyi, isolasi, dan rasa mencekam yang kental. Hasilnya, baik kamu adalah penonton awam atau veteran game-nya, Resident Evil versi Cregger bakal bikin semuanya senang!
Timbang maksa buat ngehadirin duo Jill dan Chris atau Leon dan Claire, Cregger milih seorang kurir medis culun bernama Bryan (Austin Abrams) yang ditugaskan buat nganter paket ke rumah sakit Racoon City sebagai karakter utama baru untuk membuka kisa Resident Evil miliknya. Latar waktunya berjalan paralel dengan lini masa hancurnya Raccoon City yang kita kenal di game, ngasih sudut pandang "orang biasa" yang harus bertahan hidup dengan segala keterbatasannya.
Kalau punya Anderson lebih fokus pada aksi dan jagoan super, Cregger menebalkan intensitas ketegangannya horor klasik lewat atmosfer mencekam pekat yang dibangun pelan. Penonton dibikin cemas bukan karena jumlah monster yang muncul (meski memang cukup banyak sekali di sini) tapi lebih ke rasa takut dari apa yang ada di balik pintu berikutnya. Cregger juga nyelipin cukup banyak humor, terutama dari tiap interaksi Bryan, nah menariknya, Cregger tetap bisa ngejaga agar elemen komedinya gak sampe ngerusak atmosfer horor serius yang sudah dibangun dari awal.
Meski berasa seperti film baru yang mandiri (standalone), termasuk pemilihan karakter utamanya dan narasi yang fresh, Cregger masih tahu buat tetap ngehormatin sumber aslinya. Banyak homage bertebaran di sepanjang filmnya baik dari mekanik maupun aset gamenya, sebut aja misalnya mesin tik jadul, peluru "Heavy Field", green herb, pintu-pintu yang butuh kunci sampai kehadiran monster-monster yang diambil referensi seri gamenya.
Setelah seri-seri filmnya yang makin ke sini makin ke sana, akhirnya kita beneran dapat adaptasi Resident Evil yang kita cari-cari selama ini lewat tangan dingin seorang Zach Cregger. Gak butuh aksi dar der berlebihan atau pahlawan super, atau parade CGI mahal untuk bisa ngasih kita pengalaman nonton salah satu survival horor terbaik, cukup hanya dari kisah sederhana kurir medis di hari paling sialnya yang dibikin dengan kengerian tanpa henti, dan tentu saja, penuh cinta dan penghormatan.
4/5
Febrian D. Prasetyo retweeted
With the Separuh Interactive team: Leo Avero (Creative Director), Kusuma (Technical Director), Yudi (Business Director), and
Bayu (Marketing Director).
Febrian D. Prasetyo retweeted
Seribu kambing dipimpin oleh seekor harimau akan mengaum semua. Tetapi seribu harimau dipimpin kambing akan embeeeek semua.



































