Pinned Tweet
Non tifo roma perché sono nato prima
Non tufo juve io non vibci per rapina
Non tifo milan né mi piace il rossonero
Tifo la Lazio perché odio il mondo intero
Tifo la Lazio per lei giro in tutto er monno
Tifo la Lazio che dta Curva é na famiglia
ndut ; retweeted
Hotel ga nyaman langsung speak up. Soal karhutla bilangnya membantu diam-diam, ga perlu speak up. Emang kalo asap belum masuk ke saluran pernapasannya, ga perlu speak up dulu, diam-diam aja dah cukup.
الأمريكي
«عذرًا. هل يمكنني رمي نووي على هيروشيما؟»
الياباني
«لا باس سيدي.»
ndut ; retweeted
17 tahun sejak terakhir tweet ini.
Setelah itu: doi jadi President Como FC, dari serie D lalu mengalahkan Manchester United di malam Champions League.
Yang satunya, masih sama aja: Bego.
😃😭😃😭
Bicara soal intensitas padahal yang kalah jauh itu taktik.
Dan juga bagaimana sebuah club dijalankan..
Oiya liga Inggris cuma bisa make kick and rush..
Terlepas bercanda atau tidak, aku mau bahas Como yang bisa tampil seperti itu karena mereka berasal dari liga siput, di mana pressing bebas aktif bukan budaya di liga atau negara tersebut.
Coba mereka main di EPL yang laganya banyak ditambah intensitas yang tinggi, mana kepikiran bisa metik 3 poin di UCL dengan cara main yang sama, kecuali mereka pengen melihat hampir setengah dari skuad utama cedera atau diragukan tampil.
Kasih tahu ke si Mirwan tua bangka itu: kalau mau senyum-senyum pas ngalahin EMYU, beli Everton, jangan Como.
Sorry, tapi beli Everton uangnya belum tentu cukup buat running the club di liga dengan intensitas tinggi.





























