Pinned Tweet
i got 3 indiepop, 1 hardcore, 1 post-rock, 1 post-punk, 1 jangly-ish-pop and 3 shoegaze/dreampop song on my top 10 tracks of 2024. LOL
π
πΎπΏ /// retweeted
I do not expect DLive to be extended today
bener aje dia duluan di TX karena mau nonton Spurs wkwkwkwkw
Gak ada bedanya sama orang Indo yg ngomel2 pas ada halte yg kebakar pas demo dulu. β at Dubai, United Arab Emirates
Mallathon now in SG also
Athletic group avoids haze by running indoors at Marina Square bit.ly/4yXFhBl
32 masih ada β at Dubai, United Arab Emirates
Rafael Camara akan turun dengan nomor 50 di Formula 1.
Rafa sendiri sebenarnya ingin tueun dengan nomor balap 5, sesuai tanggal lahirnya yang ada di tanggal cantik 5-5-2005.
Tapi karena no.5 sudah diambil Gabi Bortoleto dan no.55 jadi nomor Carlos Sainz, maka 50 jadi pilihan Rafa sebagai nomor balapnya.
Yang penting masih berkaitan sama 5.
Membuktikan kalo di laskar merah itu organisasinya yang runyam sistemik bukan krn skill issue individunya π β at Dubai, United Arab Emirates
Kami dulu meragukan Laurent Mekies, karena trek rekornya di Ferrari tak begitu bagus & belum terbukti bisa pimpin tim dengan level korporat yang besar.
Tapi satu tahun setelah menjabat sebagai CEO & tim prinsipal Red Bull, Mekies bukan cuma melanjutkan aset peninggalan Christian Horner, tapi juga siap membawa tim ini ke era baru.
Saat pertama kali ambil alih nahkoda di Red Bull yang dilakukan Mekies cukup sederhana: ubah sistem komunikasi & alur kerja di Red Bull agar tidak terlalu sentris ke jabatan tertentu - terutama tim prinsipal.
Salah satu yang paling terlihat adalah perombakan di divisi teknis, mengingat background Mekies yang juga seorang engineer.
Metode Pierre Wache sebagai direktur teknis banyak dikritik terlalu otoriter, membuat beban kerjanya dalam mengurus sisi teknikal mobil jadi terlalu besar. Salah satu penyebabnya adalah sistem di Red Bull yang membuatnya bisa mengambil banyak porsi pekerjaan di jabatannya.
Mekies melihat hal itu dan mengubah sistem kerjanya supaya lebih terbagi dengan orang-orang yang punya kapasitas untuk bisa membantu perannya sebagai direktur teknis.
Mekies juga kembalikan pendekatan Red Bull supaya lebih maksimalkan input Max Verstappen sebagai sensor terbaik yang mereka miliki, tapi mereka juga tidak melupakan pembalap keduanya.
Performa Isack Hadjar musim ini adalah contoh bagaimana Mekies bisa maksimalkan performa kedua mobil secara maksimal, meski input utamanya masih mengandalkan Verstappen dalam pengembangan mobil.
Dan yang paling krusial dalam kepemimpinan Mekies adalah dia harus handle salah satu proyek ambisius warisan dari Horner: mesin RBPT.
Tidak mudah dengan segala masalah di awal musim, tapi itu semua sudah ia wanti-wanti bahwa RBPT tidak akan mulus di awal 2026. Sekarang pelan-pelan Red Bull bisa kembali kompetitif dengan sistem kerja yang ia rapikan sejak tahun lalu & organisasi yang terarah.
Tahun lalu ia bisa memperbaiki kondisi Red Bull dengan waktu singkat & bantu Verstappen menggila di fase akhir musim. Tahun ini dengan segala jungkir-balik di regulasi baru, dia bisa pimpin comeback Red Bull dengan dua kemenangan di Sepang & Marina Bay.
Perpanjangan kontrak sebagai CEO & tim prinsipal Red Bull sampai 2030, sangat layak bagi Mekies ππ






























