hi…. siapapun yang masih mengingatku dan mau temenan sama aku… maukah dibawa ke akun lain where i start anew… 🥺
✿ retweeted
we really should appreciate mei.. she’s taking this seriously she really worked so hard and thought of every little detail and matched with the original..she paid attention to tiny details and even timing of her blinking.. she talked about it in fromm and want people to notice🥺
✿ retweeted
Let the love spill. Let it be excessive, embarrassing, loud, silly. Love freely. Love as much as you are capable of loving. You can’t ration heartbreak by rationing love. A heart doesn’t break less just because you gave less. So love without letting the what-ifs decide its size.
You’re unable to view this Post because this account owner limits who can view their Posts. Learn more
✿ retweeted
i finished a book while sitting alone in a café today. closed it, looked outside, and realized i had been somewhere else for the last three hours.
✿ retweeted
All eyes on Kalimantan.
resistantlily.substack.com/p…
this japanese salaryman eats youtube videos just convinced me to run into ramen outlet roughly less than an hour before they close
✿ retweeted
TW: Rape, Sexual Violence
Kekerasan seksual tahun 98 itu juga terjadi di Papua saat Biak Berdarah (6 Juli 1998)
Tineke Rumakabu, penyintas Biak Berdarah, bersaksi Di Universitas Sydney soal kekejaman tentara
Alat kelamin & payudara perempuan dipotong & diperkosa berulang kali
Mumpung isu KS lagi panas, ada baiknya kita mengingat lagi kejahatan seksual terbesar di sejarah Indonesia.
Kejahatan itu ialah Pemerkosaan Massal Mei 1998.
Pada Mei 1998, AsiaWeek melaporkan suatu mobilisasi preman yang raksasa.
Gerombolan-gerombolan preman, bandit, rampok, dan penyamun dari hutan-hutan Lampung dan Timor Timur didatangkan dalam jumlah besar pakai pesawat kargo dan kereta ke Jakarta.
Secara terencana, gerombolan preman dalam jumlah sangat besar digerakkan di seluruh wilayah Jakarta untuk menciptakan bencana kemanusiaan masif dan meluas.
Hasilnya sangat ekstrem.
Selama tiga hari nonstop, terjadi perburuan manusia di Jakarta.
Gerombolan preman dalam jumlah besar menyerbu kampung yang didiami mayoritas suku Tionghoa, mengepung gang, memasuki rumah orang random, memukuli ibu-ibu random penghuninya dengan sadis sampai mati, menelanjanginya, memerkosanya, membakarnya, membakar rumahnya, mencuri sofa dan kulkas dan TV dan lemari bajunya. Seluruh keluarga si ibu-ibu juga mati dibantai.
Kemudian gerombolan preman itu pindah ke rumah sebelah. Lalu setiap rumah di situ. Lalu ke kampung sebelah.
Ribuan orang mati dibantai.
Di jalanan Jakarta, perempuan diperkosa bergilir oleh massa dan dipukuli dengan sadis sampai mati dan rusak dengan mengerikan.
Gerombolan pencuri, penyamun, pemerkosa, dan pembunuh dalam jumlah sangat besar merongrong dan meneror seluruh wilayah Jakarta selama tiga hari nonstop.
Tidak ada aparat. Tidak ada kabar tentang apakah besok pemerkosaan massalnya sudah selesai atau masih lanjut. Soeharto lagi entah di mana di luar negeri. Orang capek.
The Rape of Jakarta.
Inilah "KS" terbesar di sejarah Indonesia. Ketika Nanking diperkosa penjajah, Jakarta malah diperkosa bangsanya sendiri, secara harfiah.
Siapapun yang bertugas melindungi Jakarta saat itu jelas gagal total.
Ternyata, di Jakarta saat itu ada tiga pasukan aktif yang besar:
1. Kostrad
2. Kodam Jaya
3. Kopassus
Pertahanan Jakarta praktis menjadi tugas mereka yang sama sekali tidak boleh gagal.
Kalau Jakarta sampai jatuh ke tangan musuh, merekalah yang tanggung jawab, karena gagal dalam tugasnya.
Kalau bukan mereka, siapa lagi yang bisa melindungi Jakarta dari musuh?
Oleh karena itu, semua anggota ketiga pasukan ini sudah bersumpah prajurit untuk melindungi rakyat tanpa gagal, bahkan jika harus mati sekalipun.
Selama tanggal 13-15 Mei 1998, ketiga pasukan ini ngapain aja?
Apa yang saat itu mereka lakukan untuk melindungi rakyat?
Selama tiga hari, para tentara ini nggak cuma gabut nontonin ratusan perempuan diperkosa bergilir dan dipukuli sampai rusak dan mati oleh massa, kan?
Tentu, tentara hanya mengikuti perintah.
Apa yang komandan-komandan ketiga pasukan lakukan selama 13-15 Mei? Apakah mereka memerintahkan pasukannya untuk melindungi rakyat?
Siapa sih komandan-komandannya saat itu?
Oh, berarti muncul 3 nama:
1. Pangkostrad saat itu
2. Pangdam Jaya saat itu
3. Pangkopassus saat itu
Tiga manusia inilah yang bertugas melindungi Jakarta selama 13-15 Mei 1998. Merekalah yang pegang pasukan.
Siapakah nama-nama ketiga orang yang spesifik itu? Tentu saja tidak boleh gw sebut.
They-Who-Must-Not-Be-Named.
Ikan busuk dari kepala. Kalau Kostrad, Kodam Jaya, dan Kopassus entah mengapa bisa-bisanya kompak gagal bersamaan, tiga orang inilah yang harus minta maaf sebagai pemimpin.
Tiga orang inilah yang harus minta maaf karena kicep gagal mencegah pemerkosaan dan pembantaian di Jakarta oleh gerombolan preman, termasuk oleh gerombolan preman dari hutan Timor Timur.
ADUH MY FAVORITE can’t wait 🥹
























