ar. retweeted
“i miss her. And I'm telling her with all the silence I am capable of.”
— Charles Bukowski
"take a gamble that love exists, and do a loving act." this quote has been tattooed on my mind since i first heard it, and that's exactly what i'm doing from now on
kok bisa sih yang pertama diingat malah hal-hal baiknya? terus ngedoain, bukan ngata-ngatain? kakak ini bener-bener nunjukin cara mencintai yang paling tulus: tetap mendoakan, dan melepaskan tanpa harus membenci. kagum banget sumpah
Sepertinya aku menulis kata semangat ini berselang 2 minggu kita putus. HEHEHEHE
1/🧵
baru siap untuk nulis ini. my life after breakup? HAHAHAHA, i lost my 11 years relationship. will i be okay? suatu pagi hubungan yang kamu bangun selama sebelas tahun berakhir, tapi dunia tetap berjalan seperti biasa. matahari tetap terbit, orang-orang tetap menjalani harinya, sementara ada bagian dari hidupmu yang rasanya berhenti di hari itu.
2/
aku nggak pernah tahu kalau ternyata aku akan mengalami hal sesakit ini. this phase is the worst, a phase i never want to experience again. it's like something is choking you, but you realize you're still breathing. aku menghabiskan banyak waktu untuk menangis. sekadar menarik napas aja rasanya sakit banget HAHAHAHA. bahkan untuk melangkah pun, waktu itu aku butuh bantuan orang lain.
3/
aku masih ingat pagi itu, dua hari setelah ulang tahunku. hari ketika aku merasa sebagian dari jiwaku ikut hilang. the hardest part was realizing that our relationship had ended while my love for you hadn't. cinta aku ternyata belum habis. aku masih jatuh cinta sama orang yang sama, setiap hari, lagi dan lagi. dan anehnya, perasaan itu nggak berkurang sedikit pun hanya karena hubungan kami sudah selesai.
4/
aku pikir aku sudah mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan. aku bahkan memberikan diriku sendiri waktu seminggu untuk menjadi versi terlemah dari diriku sebelum bertemu denganmu.
ternyata aku salah.
pagi, siang, sore yang berhasil aku lewati dengan susah payah, semuanya terasa runtuh lagi ketika malam tiba. aku sampai takut ada orang yang melihatku malam itu, melihat betapa berantakannya aku setelah selama ini berusaha terlihat baik-baik saja.
5/
it's even worse when you arrive at campus and have to act professionally, when deep inside you just wanna cry loudly. kamu harus tetap menjalani hari, tetap melakukan tanggung jawabmu, seolah nggak ada sesuatu yang baru saja hancur di dalam dirimu. aku sedih atas semua yang terjadi dalam hubungan kami. tapi kalau boleh jujur, aku jauh lebih kecewa sama diriku sendiri. karena cinta sebesar yang aku punya ternyata nggak cukup untuk membuat hubungan ini tetap kokoh seperti rumah yang selama ini aku bangun dalam bayanganku.
6/
aku pikir selama ada cinta, selama ada dua orang yang sudah berjalan sejauh itu, kami akan selalu menemukan jalan untuk pulang satu sama lain.
ternyata nggak semua yang kita perjuangkan bisa kita pertahankan. aku nggak pernah menganggap sebelas tahun itu sia-sia. aku juga nggak menyesal pernah mencintaimu. aku cuma pernah begitu yakin bahwa setelah perjalanan sepanjang itu, aku masih punya kesempatan untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersamamu.
7/
aku pernah membaca sesuatu yang bilang, "sabr is hard because its reward is unimaginable."
mungkin waktu memang nggak selalu datang untuk menghapus sesuatu yang ingin kita lupakan. terkadang, semakin kita berusaha melupakan, semakin banyak hal yang justru muncul kembali.
waktu hanya mengajarkan kita cara hidup berdampingan dengan ingatan itu, sampai suatu hari kita menyadari bahwa kita sudah bisa menjalani hari tanpa terus-menerus dikalahkan olehnya.
8/
jadi, setelah semua yang terjadi, aku cuma berharap aku dan dia bisa menemukan langkah terbaik yang Tuhan siapkan untuk kehidupan kami masing-masing. semoga setiap langkahnya selalu dalam perlindungan Tuhan. semoga apa pun yang dia harapkan, selama itu baik untuk hidupnya, bisa Tuhan kabulkan. semoga ada begitu banyak hal indah yang menunggunya di depan sana. aku sungguh-sungguh mendoakan itu. bukan karena aku masih berharap kami kembali bersama, tapi karena kebahagiaannya pernah menjadi sesuatu yang begitu penting buatku.
9/
bahkan sampai hari ini, saat aku menceritakan semuanya, aku nggak punya rasa marah kepadanya. nggak ada keinginan untuk membencinya atau membuatnya merasa bersalah atas apa yang terjadi.
karena bagaimana mungkin aku membenci seseorang yang selama sebelas tahun pernah menjadi salah satu alasan terbesarku untuk bahagia?
..
hubungan 11 tahun dengan akhir seperti itu, tapi ditulis setenang dan serapi ini. ga nyebut nama, ga ngejelekin siapa pun, cuma cerita dari orang yang kehilangan dua orang sekaligus. kak, semoga kamu bisa benar-benar sembuh🫂
Pacaran 11 tahun #wlw
-Pacaran dari SMA sampai S2 bareng. Beda jurusan, dan beda kampus aja.
-Waktu S1 gw di Jakarta, dia di Jogja. Seminggu bisa dua kali gw jengukin dia, entah naik pesawat atau kereta. Jarak Jakarta–Jogja udah kayak rute rutin hidup gw waktu itu wkwkwk.
-Sampai pernah dapet tiket gratis dari salah satu merek pesawat warna hijau karena saking seringnya PP Halim–Adisucipto. Waktu itu bandara YIA bahkan belum ada. Kayaknya pihak maskapai lebih hafal perjalanan cinta gw daripada orang-orang di sekitar gw 😭
-Keluarga kita udah saling kenal. Kalau dia nggak ada, keluarga gw nanyain dia. Kalau gw nggak ada, keluarga dia juga nyariin gw. Kita udah bukan sekadar dua orang yang pacaran, tapi dua keluarga yang terbiasa menganggap satu sama lain sebagai bagian dari rumah.
-Dia punya rumah di Jogja, dan rumah itu jadi tempat kita berdua pulang. Tempat makan bareng, nonton bareng, berantem, diem-dieman, terus baikan lagi. Banyak hal yang mungkin kelihatannya biasa aja buat orang lain, tapi sampai sekarang rumah itu pasti punya banyak cerita tentang kita.
-Kita nggak pernah benar-benar ngerasain LDR yang lama. Kalaupun harus pisah, kita selalu bikin janji buat ketemu lagi di hari dan tanggal yang udah disepakati. Sesederhana punya satu tanggal untuk ditunggu, supaya kita punya alasan buat semangat menjalani hari-hari sebelum akhirnya bisa ketemu lagi.
-Kita satu daerah, jadi kalau mudik pasti pulang bareng. Tapi anehnya, gw nggak pernah mau satu pesawat sama dia kalau perjalanan pulang. Entah kenapa, sama orang yang paling gw sayang juga, gw selalu punya ketakutan sendiri soal perjalanan. Jadi biasanya salah satu berangkat duluan, atau kita ambil waktu yang berbeda. Lucu ya, selama 11 tahun kita selalu berusaha dekat, tapi ternyata ada ketakutan-ketakutan kecil yang nggak pernah bisa gw jelasin.
-Hari-hari penting selalu kita rayain berdua. Effortnya sama-sama gila. Kita nggak cuma bikin kenangan di satu kota, tapi hampir setiap sudut indah di Indonesia punya ceritanya sendiri buat kita. Apalagi Jogja, kota yang rasanya bukan cuma tempat buat pulang, tapi juga tempat di mana sebagian besar hidup gw pernah terasa utuh karena ada dia. OH iyaa S2 akhirnya gw lanjutkan di Jogja.
-Sebelum tidur, kita selalu berusaha ngeluarin semua perasaan negatif yang terjadi hari itu. Kalau ada yang mengganjal, dibicarain. Kalau ada yang bikin sedih, diungkapin. Kita nggak mau tidur dengan membawa masalah hari ini ke hari esok. Setiap bangun pagi, rasanya kita dikasih kesempatan buat memulai lagi sebagai dua orang yang masih saling memilih.
-Sebelas tahun itu bukan waktu yang sebentar. Kita tumbuh bareng, melewati masa remaja, kuliah, sampai mulai membangun kehidupan masing-masing. Gw tau kebiasaan dia, dia tahu kebiasaan gw. Kita bahkan udah sampai di titik ketika nggak perlu banyak penjelasan buat ngerti satu sama lain.
-Tapi mungkin justru di situ masalahnya. Kita terlalu lama bersama sampai lupa rasanya mengenal satu sama lain sebagai sesuatu yang baru. Nggak ada lagi perkenalan yang bikin penasaran, nggak ada lagi cerita yang belum diketahui, semuanya terasa terlalu familiar. Dan ternyata, sesuatu yang udah kita bangun selama 11 tahun pun bisa terasa membosankan bagi salah satunya.
-Hubungan ini berakhir bukan karena kita nggak punya kenangan, bukan karena kita nggak pernah berjuang, dan bukan juga karena kita kekurangan waktu bersama. Dia mengakhiri semuanya karena memilih orang lain. Sahabat badminton gw sendiri, orang yang gw kenalin ke dia tanpa pernah kepikiran kalau suatu hari mereka justru bakal jadi alasan kenapa hubungan ini selesai.
-Yang bikin sakit, ternyata mereka udah pendekatan sebelum semuanya berakhir, sementara gw masih menjalani hubungan ini dengan pikiran bahwa kita baik-baik aja. Gw masih percaya sama rutinitas kita, sama kebiasaan kita, sama sebelas tahun yang selama ini bikin gw yakin kalau sejauh apa pun hidup berubah, setidaknya kita akan tetap saling pulang.
dari semalam gua chatan sama ai tentang neutrino ini (tapi belum sampe ke topik nobel prize ini) dan sumpah ini adalah hal ter-mind-blowing yang gua baca tahun ini (yall probably going to ignore this, im such a nerd ik😔💔)
BREAKING NEWS
The Royal Swedish Academy of Sciences has decided to award the 2026 #NobelPrize in Physics to Francis Halzen “for decisive contributions to the IceCube Neutrino Observatory and the discovery of high-energy neutrinos of astrophysical origin.”
ga setuju. harusnya dua kali, satu buat capture the moment satu buat enjoy the moment🥲💔 sebuah tip: KALO BISA KONSERNYA HARUS KALIAN RECORD SUMPAH WORTH IT🔥🔥🔥













