ㅤ
Dalam diam, Mathias menyukainya. Karena memang seharusnya begitu. “I can do anything, enough to make you satisfied.”
Mathias kembali mengambil botol parfum itu dengan gerak tangan yang bergerak sesuai arahan, beruntung wajahnya tidak tersorot sebab maniknya diam-diam …
ㅤ
ㅤ
“𝘞𝘩𝘰 the 𝘧𝘶𝘤𝘬 are 𝘺𝘰𝘶?”
Satu yang Mathias mulai pahami, pria ini licik. Terbukti dengan banyak pasang mata yang sengaja dibuat tertuju pada mereka berdua, seakan tidak memberi ruang bagi Mathias untuk mengorek lebih dalam. “Apparently, I'm Cavanaugh’s favorite …
ㅤ
ㅤ
… model and he paid me dearly, so...” jabatan tangan itu dia raih dengan senyum yang dibuat secerah mungkin, “Nice to meet you, Asaelio, 𝘐 𝘨𝘶𝘦𝘴𝘴.” @Ensifeirum
ㅤ
ㅤ
Dari pertanyaan yang dilontarkan, Mathias simpulkan bahwa benar-benar ada fotografer baru yang kebetulan akan bekerja dengannya beberapa saat lagi.
Mendengar kabar tersebut, jujur rasanya biasa saja. Mathias mulai terbiasa dengan pekerja yang datang dan pergi di pulau ini.
ㅤ
ㅤ
Hari ini, Mathias akan dipotret untuk parfum. Maka saat kedua tangannya telah selesai didandani, ia memegang botol parfum dengan netra yang bergulir pada sosok yang digosipkan tadi.
Ada perasaan yang tidak biasa; aneh, merasa diintai, sebenarnya pria ini siapa? @Ensifeirum
ㅤ
MATHIAS. retweeted
⠀
:¨ ·.· ¨:⠀ :¨ ·.· ¨:
`· . · ´⠀ `· . · ´
⠀:¨ ·.· ¨:⠀ :¨ ·.· ¨:
⠀ `· . · ´⠀ `· . · ´
MATHIAS. retweeted
i am a monster within human skin, and i do not love / yet, i love you enough for the both of us.













