๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ retweeted
SOLEIL BE LIKE : Di sebelah aku disayang-sayang, di sini aku dicaci maki. ๐
๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ retweeted
SHILOH : โAh, mudah ini dibalikkan lagi.โ
SOLEIL : โAnjir. Tunggu sebentar, jangan dibales sekarang. Sebentar. Jangan dibales dulu.โ
SHILOH : ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
Replying to @atmahina
Suapan terakhir masuk ke mulutnya, "Kalau lu sendiri, sebanyak apa memangnya dapat perhatian sampai jadi selantam ini?" @deritnarasi.
๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ retweeted
| hajaaar @atmahina.
Replying to @deritnarasi @atmahina
โJangan ge-er. Gua cuma nanya.โ
โLo seenggak pernah itu diberi perhatian, ya?โ
๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ retweeted
soleil.
Akar stress, aku stress, kamu stress, kita semua sedunia stress.
Replying to @deritnarasi @atmahina
โJangan ge-er. Gua cuma nanya.โ
โLo seenggak pernah itu diberi perhatian, ya?โ
WN. Ada gila-gilanya (kaget sendiri).
Replying to @deritnarasi @atmahina
โJangan ge-er. Gua cuma nanya.โ
โLo seenggak pernah itu diberi perhatian, ya?โ
Jawabnya enteng. Serbet diseka sekilas pada sudut bibir, kemudian tatapannya beralih kepada @atmahina. Senyum samar tersungging, siratkan keengganan โtuk takluk pun kalah dalam adu tutur nang bahkan tak pernah ia pinta.
๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ retweeted
( udah biasa dibuat babak belur bapakmu. )
| Hantam sampai babak belur hatinya @atmahina.
| Hantam sampai babak belur hatinya @atmahina.
Replying to @deritnarasi
โLo sendiri? Masih betah jadi orang sibuk ngurusin hidup orang lain?โ
Senyumnya tak lekas tanggal. Ada sengat halus dalam tuturnya, cukup untuk mengembalikan pertanyaan tanpa perlu meninggikan suara. @atmahina
Galang mengulum senyum tipis, lantaran geli pun semacam olok-olok yang sengaja ia tahan.
โFine. Canโt complain.โ Jawabnya ringkas, kemudian kembali menyibukkan diri dengan isi piring. Beberapa suap berlalu sebelum ia kembali mengangkat wajah.
โLo sendiri? Masih betah jadi orang sibuk ngurusin hidup orang lain?โ
Senyumnya tak lekas tanggal. Ada sengat halus dalam tuturnya, cukup untuk mengembalikan pertanyaan tanpa perlu meninggikan suara. @atmahina
Replying to @atmahina
Ditariknya kursi tanpa banyak menanggapi celotehan Akar. Punggungnya disandarkan, sementara pandangan menyapu sekilas gerobak di hadapannya. Tawaran segerobak tadi hanya berbuah helaan napas pendek. Terlampau murah hati untuk sesuatu yang bahkan tak pernah ia minta.
โBacot deh.โ
Sahutnya acuh. Begitu pesanan tiba, Galang meraih sendok dan mulai menyantap hidangannya tanpa menunggu aba-aba. Sesekali ia meniup kuah panas yang mengepul, sama sekali tak mengindahkan tatapan @atmahina yang terasa mengawasi.
Replying to @atmahina
Galang melepaskan sabuk pengaman, lantas menyandarkan punggung sejenak sebelum menoleh kepada Akar. Pertanyaan itu disambut dengan pandangan sekilas, nyaris tanpa minat โtuk mempertimbangkannya lebih jauh.
โSekenyangnya. Sanggup, gak?โ
Ujarnya datar. Jemari lekas meraih kenop pintu, seolah tak hendak berlama-lama dalam percakapan basa-basi tersebut.
โKalau keberatan, pulang aja.โ @atmahina
Replying to @atmahina
Kening Galang berkerut samar dapati pintu yang dibukakan untuknya. Gestur yang dirasa nirfaedah itu justru menyisakan ganjalan tersendiri. Ada sesuatu dari gelagat Akar yang terasa janggal di matanya, kendati ia tak cukup berhasrat untuk mengurai pangkal ketidaknyamanan tersebut.
Tanpa banyak bicara, tubuhnya merengkuh kursi penumpang, disusul sabuk pengaman yang terpasang seadanya.
Tatapannya beralih sekilas ke arah @atmahina sebelum kembali luruh pada pemandangan di balik jendela.
โGultik aja.โ
Dengan langkah yang sedikit enggan, Galang menyusuri area parkir hingga menemukan mobil Akar terparkir tak jauh dari sana.
Dua ketukan singkat mendarat pada kaca jendela penumpang. Wajahnya tak tunjukkan antusiasme berarti ketika menunggu pintu dibukakan.
โUdah lama?โ sapanya pendek, disusul embusan napas kecil. โMau ke mana?โ @atmahina







