R Muchtar. (@ddankerr) header
R Muchtar. (@ddankerr) profile picture

Moonfall, Op. 2000 : Let the night temper his ambition into something the world cannot break. — The Resonants !

Louisa Gre.
Joined March 2016
Photo by R Muchtar. (@ddankerr)Photo by R Muchtar. (@ddankerr)Photo by R Muchtar. (@ddankerr)Photo by R Muchtar. (@ddankerr)Photo by R Muchtar. (@ddankerr)Photo by R Muchtar. (@ddankerr)Photo by R Muchtar. (@ddankerr)Photo by R Muchtar. (@ddankerr)Photo by R Muchtar. (@ddankerr)Photo by R Muchtar. (@ddankerr)
ㅤ A little gift from us to The Mindweavers, as a small token of our gratitude for all the time, energy, and beautiful moments you’ve shared with us. Thank you for being part of our journey and for making these two weeks so memorable. Until we meet again, The Mindweavers. 🤍 ㅤ
1
18
7
3
1,922
ㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ 𝑊𝑎𝑟𝑑𝑒𝑛 𝑜𝑓 𝑇ℎ𝑒 𝐻𝑎𝑣𝑒𝑛, ㅤㅤㅤㅤLUDIVINE DESIREE EINZBERN ㅤ ㅤ
1
11
3
1
733
Replying to @zavainra @rojnders
ㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ𝑇𝘩𝑒 𝐿𝑎𝑛𝑡𝑒𝑟𝑛—𝑏𝑒𝑎𝑟𝑒𝑟, ㅤㅤㅤㅤJESSICA MARIZLÉ EINZBERN ㅤ ㅤ
1
11
3
878
ㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ𝑇ℎ𝑒 𝐴𝑡𝑚𝑜𝑠 𝑊𝑒𝑎𝑣𝑒𝑟, ㅤㅤㅤㅤㅤCAMERON RIJNDERS ㅤ ㅤ
1
11
3
1
667
🎀𓂃࣪˖ Sumpah Coquette 🎀🌸 kami berjanji untuk 𝗉͟𝗂͟𝗇͟𝗄͟𝗒 setiap saat, kami janji untuk terlihat 𝖺͟𝖾͟𝗌͟𝗍͟𝗁͟𝖾͟𝗍͟𝗂͟𝖼 setiap saat, kami berjanji memancarkan 𝗌͟𝗂͟𝗇͟𝖺͟𝗋͟ 𝖼͟𝗈͟𝗊͟𝗎͟𝖾͟𝗍͟𝗍͟𝖾 setiap saat. 🎀🌸
Replying to @EUPHONOIARC
⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ Jessica menjadi orang pertama yang meletakkan kartu berlatar oren dan bertuliskan < Louisa_Resonants_Euphonoia > tersebut. “Menurut aku, @louisagyn layak melanjutkan perjalanan bersama kita. Bisa dilihat dari track recordnya, bukan?” Yang dibalas anggukan kepala oleh Ludivine. “Kalau aku.. Hm.. @juandraine sama @dvntiago, sih.” Ia memegang dua kartu sekaligus. Kartu berwarna hijau dan pink itu menjadi pilihannya. “Mereka aktif berpartisipasi. Mana lucu-lucu banget lagi.” Lalu berdiri untuk menggantungnya pada papan yang berada didekat meja kerja milik Cameron. Merasa tertarik, Cameron meninggalkan posisinya semula dan segera bergabung. Ia meraih beberapa kartu yang tersisa, sembari mengecek satu per satu. Dan pilihannya berhenti pada kartu berwarna biru milik Jarelio. “Satu orang lagi, ‘kan? Pilihan aku @moaelio. Selain aktif dan gak pernah absen, dia juga bisa hidupin suasana.” Jessica dan Ludivine bergumam menyetujui. Cameron tersenyum pada Jessica, lantas mengajaknya menyusul Ludivine untuk menggantung kartu disana. ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀
11
6
898
Kita semua:
Replying to @EUPHONOIARC
⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ Cameron memberikan minuman, atau lebih tepatnya ramuan sebagai penguat hipnosis kepada Freya dan Resonants lainnya. Mungkin mereka terlalu memaksakan atas permintaan para penonton. Namun, untuk saat ini tidak ada salahnya menyenangkan hati penggemar sembari mendapatkan uang. Iya, ‘kan? ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀
6
1
192
R Muchtar. retweeted
⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ Jessica menjadi orang pertama yang meletakkan kartu berlatar oren dan bertuliskan < Louisa_Resonants_Euphonoia > tersebut. “Menurut aku, @louisagyn layak melanjutkan perjalanan bersama kita. Bisa dilihat dari track recordnya, bukan?” Yang dibalas anggukan kepala oleh Ludivine. “Kalau aku.. Hm.. @juandraine sama @dvntiago, sih.” Ia memegang dua kartu sekaligus. Kartu berwarna hijau dan pink itu menjadi pilihannya. “Mereka aktif berpartisipasi. Mana lucu-lucu banget lagi.” Lalu berdiri untuk menggantungnya pada papan yang berada didekat meja kerja milik Cameron. Merasa tertarik, Cameron meninggalkan posisinya semula dan segera bergabung. Ia meraih beberapa kartu yang tersisa, sembari mengecek satu per satu. Dan pilihannya berhenti pada kartu berwarna biru milik Jarelio. “Satu orang lagi, ‘kan? Pilihan aku @moaelio. Selain aktif dan gak pernah absen, dia juga bisa hidupin suasana.” Jessica dan Ludivine bergumam menyetujui. Cameron tersenyum pada Jessica, lantas mengajaknya menyusul Ludivine untuk menggantung kartu disana. ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀
1
9
12
4
1,412
R Muchtar. retweeted
⠀ ⠀ "Cam 1 ready!" teriak sang kamerawan saat kamera sudah siap merekam, lalu dilanjutkan lightning yang sudah mulai menyala. “Motion cue!” Mendengar ucapan tersebut, lantas mereka bertiga menjetikkan jarinya bersamaan dan... Semua dimulai setelah ini. Kamera untuk siaran langsung sudah bekerja. Dan "penonton" sangat menikmati proses yang berjalan selama Mindweavers menghipnosis Resonants, sebagai bentuk hadiah kepada penonton setia dan untuk menunjukkan bahwa mereka masih layak menyandang gelar The Great Mentalist & Master Hypnotist. ⠀ ⠀
1
5
3
367
R Muchtar. retweeted
⠀ ⠀ Lalu, tiba-tiba asisten mereka, Pak Arthur, menghampiri dan menyampaikan bahwa para peserta sudah dijemput semua oleh para "pegawai", dan siap untuk menuntun mereka masuk ke dalam studio. "Tuan, Nyonya, The Resonants sudah sampai." Anggukan kepala mereka menjadi jawaban agar orang kepercayaan mereka tersebut dapat mengatur The Resonants segera masuk ke studio. The Resonants terlihat tertidur, belum menerima perintah atas kuasa The Mindweavers untuk melakukan sesuatu di alam bawah sadar. "Kamera sudah siap, peserta sudah siap. Sekarang kita mulai acaranya, mereka sudah menunggu," ucap Ludivine yang dibalas anggukan kepala oleh Cameron dan Jessica. ⠀ ⠀
1
4
3
256
R Muchtar. retweeted
⠀ ⠀ "Vie, kamu itu selalu takut bertahun-tahun, loh. Gak usah takut, kita semua 'kan udah punya kenalan di setiap negara. Atau kamu-" Ludivine langsung memotong pembicaraan Cameron, "IYA-IYA, IH, AKU GAK MAU PULANG, YA. Malas banget kalau pulang harus belajar bidang lain lagi, soalnya Mama Papa nyuruh aku lanjutin bisnis keluarga." Mereka bertiga tertawa setelah mendengar Ludivine yang sedang merajuk. “Tapi keren loh, sekarang kita gampang banget buat dapetin peserta karena semuanya serba canggih,” ucap Jessica kembali membuka pembahasan. Cameron menganggukan kepala menyetujui sang puan, “Aku udah atur agar peserta yang daftar, otomatis akan melakukan verifikasi wajah, yang dimana langsung terhubung dan akan melakukan aktivitas di bawah kendali kita. Jadi, cukup melakukan pemetaan 3D pada kontur wajah dan mata, menyimpan titik-titik koordinat kunci yang merekam area mata, alis, hidung, bibir, dan rahang, lalu terakhir merekam fitur unik mata dan wajah untuk identifikasi identitas kira-kira sesuai atau nggak,” jelasnya panjang lebar kepada dua puan yang berdiri dihadapannya. ⠀ ⠀
1
6
1
214
kok di atas pahaku adanya nasi kotak.... aku makan dulu ya....
Replying to @EUPHONOIARC
⠀ ⠀ Bukan. Ini bukan tempat yang mereka habiskan waktu selama dua minggu terakhir. Dan tidak mungkin mereka bisa pindah begitu cepat dalam hitungan detik. Jadi sebenarnya apa yang terjadi di sini? “Guys.. coba cek surat yang ada di saku celana atau di atas paha kalian…” ucap Nyala yang pertama kali menyadari terdapat sebuah surat di atas pahanya. Terima kasih sudah mau menjadi bagian dari acara kami, The Resonants! Untuk menjawab kebingungan kalian, selama dua jam ini kalian berada dalam hipnosis kami, sebagai bentuk penguatan diri yang ditayangkan secara live. Kalian tidak benar-benar pergi ke pulau Elysia. Jika kalian tertarik untuk melanjutkan perjalanan bersama kami, tinggalkan jejak. Kami tahu, kami memantau kalian. Once again, thank you, The Resonants. — The Mindweavers. ⠀ ⠀
8
2
263
R Muchtar. retweeted
⠀ ⠀ Bukan. Ini bukan tempat yang mereka habiskan waktu selama dua minggu terakhir. Dan tidak mungkin mereka bisa pindah begitu cepat dalam hitungan detik. Jadi sebenarnya apa yang terjadi di sini? “Guys.. coba cek surat yang ada di saku celana atau di atas paha kalian…” ucap Nyala yang pertama kali menyadari terdapat sebuah surat di atas pahanya. Terima kasih sudah mau menjadi bagian dari acara kami, The Resonants! Untuk menjawab kebingungan kalian, selama dua jam ini kalian berada dalam hipnosis kami, sebagai bentuk penguatan diri yang ditayangkan secara live. Kalian tidak benar-benar pergi ke pulau Elysia. Jika kalian tertarik untuk melanjutkan perjalanan bersama kami, tinggalkan jejak. Kami tahu, kami memantau kalian. Once again, thank you, The Resonants. — The Mindweavers. ⠀ ⠀
1
7
15
974
R Muchtar. retweeted
⠀ ⠀ 12:30 PM, Studio live broadcast, somewhere in New York. Suasana di studio siaran langsung sedang berjalan dengan banyaknya situasi di sana. Mulai dari pemasangan kamera, mengatur cahaya, penataan tempat duduk untuk para peserta, juga audio yang sudah dipastikan aman. Cameron, Jessica, Ludivine, mereka membuka acara lagi di tahun ini, untuk para "penonton setia" yang sudah menunggu sejak satu tahun yang lalu. Mereka bertiga rutin menjalankan program ini, karena bertujuan untuk mengasah kemampuan mereka sebagai mentalist dan juga hypnosis. "Kak, takut mereka gak kena hipnosis saat verifikasi wajah, deh," ujar Ludivine dengan cemas namun tetap tenang. "Gak akan, Vie. Kita udah bertahun-tahun ngejalanin ini. Cukup pengalaman pertama dan kedua aja yang gagal. Sampai kita harus sembunyi supaya gak tertangkap. Untung aja, waktu itu Papa tolongin kita. Sekarang-" Belum selesai menjelaskan, Cameron bergabung dengan mereka setelah mengatur sistem aplikasi juga website, ia juga turut membantu memasangkan posisi kamera supaya bisa mendapatkan sesuatu yang epic. ⠀ ⠀
1
9
5
515
Aku udah bayar ya.
Replying to @EUPHONOIARC
⠀ ⠀ Saat yang lain tampak panik, tiba-tiba saja layar yang semula mati kembali menyala dan menampilkan data-data dari The Resonants yang selama ini dikumpulkan oleh The Mindweavers. Sadewa mengerutkan kening. “Itu data kita..?” Reatha di sampingnya menggenggam tangan Sadewa erat dengan penuh rasa takut. “Kenapa mereka ngumpulin data kita..? Kita ini bahan eksperimen mereka..?” Tiba-tiba saja, Rhaeth mengingat sesuatu. “Beware of The Mindweavers. Guys… Kita sudah diperingatkan….” Semua teka-teki itu mulai tersusun menjadi satu. “Eh, itu ada barcode, coba scan dulu,” ucap Jude sembari mengeluarkan ponsel miliknya. ⠀ ⠀
13
2
423
R Muchtar. retweeted
⠀ ⠀ Sejenak Resonants terdistraksi oleh data-data yang telah mereka lihat melalui ponsel masing-masing. Hingga tiba-tiba muncul sebuah percikan api yang terlihat dari ujung panggung. Percikan api yang semula kecil, kini membesar, namun anehnya justru seketika membuat mereka terdiam. Dalam sekali kedipan mata, netra mereka dapat menangkap pemandangan lain di hadapan. Bukan lagi aula yang disulap menjadi teater megah. Bukan lagi aula di dalam villa Elysia yang selama dua minggu ini mereka tempati. Hanya sebuah studio yang dipenuhi dengan kamera. Veira mengerjapkan mata, tidak percaya dengan apa yang sedang ia lihat di hadapannya. ⠀ ⠀
1
5
2
260
R Muchtar. retweeted
⠀ ⠀ Saat yang lain tampak panik, tiba-tiba saja layar yang semula mati kembali menyala dan menampilkan data-data dari The Resonants yang selama ini dikumpulkan oleh The Mindweavers. Sadewa mengerutkan kening. “Itu data kita..?” Reatha di sampingnya menggenggam tangan Sadewa erat dengan penuh rasa takut. “Kenapa mereka ngumpulin data kita..? Kita ini bahan eksperimen mereka..?” Tiba-tiba saja, Rhaeth mengingat sesuatu. “Beware of The Mindweavers. Guys… Kita sudah diperingatkan….” Semua teka-teki itu mulai tersusun menjadi satu. “Eh, itu ada barcode, coba scan dulu,” ucap Jude sembari mengeluarkan ponsel miliknya. ⠀ ⠀
1
9
15
2
1,603
R Muchtar. retweeted
Ini dia lima fakta sosok asli the mindweavers, nomor 3 mencengangkan.
Replying to @EUPHONOIARC
⠀ ⠀ Namun, saat layar akan menayangkan video selanjutnya, sebuah kejadian tidak diduga terjadi. Tiba-tiba layar mulai mengalami glitch. Gambar yang sebelumnya terlihat normal mendadak berkedip-kedip, disertai distorsi visual seperti garis-garis horizontal yang muncul dan menghilang dengan cepat. Warna pada layar berubah secara tidak beraturan, beberapa bagian gambar bergeser, terpecah, dan bertumpuk seolah-olah sinyal sedang mengalami gangguan. Dalam beberapa detik, layar sempat menjadi gelap sebelum kembali menampilkan gambar yang terdistorsi. Efek glitch semakin intens, membuat tampilan terlihat patah-patah, tidak stabil, dan berakhir menayangkan foto tiga orang yang sangat Resonants kenal, yang tidak lain tidak bukan adalah Ludivine, Cameron, dan Jessica. ⠀ ⠀
1
37
R Muchtar. retweeted
⠀ ⠀ Resonants terlihat bingung. Saelvarsh merapatkan tubuhnya pada Cesare yang duduk tepat di sebelahnya, “Ini sebenernya ada apa, sih? Kenapa tiba-tiba foto Mindweavers yang muncul?” tanya wanita itu yang dibalas gelengan kepala oleh Cesare. Tiba-tiba layar di depan mereka berubah tampilan lagi. Warna pada layar berubah dan menampilkan glitch yang kembali memenuhi pandangan dan sangat menyilaukan mata. Lampu sorot yang awalnya berhenti pada satu posisi, kini bergerak tak beraturan. “EH AYAM!” Teriak Juan terkejut saat lampu yang menerangi ruangan tiba-tiba padam. Tidak ada yang mengharapkan ini terjadi, namun, siapa yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan? Tiba-tiba suasana menjadi riuh, karena ruangan yang sangat gelap tanpa penerang apa pun. Rasa panik, pusing, dan kebingungan melebur menjadi satu. Mereka secara refleks melihat ke kanan dan ke kiri, menebak-nebak apakah teman di sampingnya aman atau tidak. ⠀ ⠀
1
6
5
560
R Muchtar. retweeted
⠀ ⠀ Namun, saat layar akan menayangkan video selanjutnya, sebuah kejadian tidak diduga terjadi. Tiba-tiba layar mulai mengalami glitch. Gambar yang sebelumnya terlihat normal mendadak berkedip-kedip, disertai distorsi visual seperti garis-garis horizontal yang muncul dan menghilang dengan cepat. Warna pada layar berubah secara tidak beraturan, beberapa bagian gambar bergeser, terpecah, dan bertumpuk seolah-olah sinyal sedang mengalami gangguan. Dalam beberapa detik, layar sempat menjadi gelap sebelum kembali menampilkan gambar yang terdistorsi. Efek glitch semakin intens, membuat tampilan terlihat patah-patah, tidak stabil, dan berakhir menayangkan foto tiga orang yang sangat Resonants kenal, yang tidak lain tidak bukan adalah Ludivine, Cameron, dan Jessica. ⠀ ⠀
1
9
8
501
Yuk, for the last time..? 🥺🩷 zeno.fm/radio/euphonoia-soun…
8
3
205