ㅤ
"Hai, guys!" sapa Kuroya hangat begitu tiba di kandang. Tanpa mengulur waktu, ia bergegas menyiapkan pakan bernutrisi serta air bersih yang segar untuk kelima ekor burung unta hayate kesayangannya itu.
ㅤ
ㅤ
"Dihabiskan, ya," ucap Kuroya dengan senyum tipis di wajahnya. Melihat kebutuhan ternaknya terpenuhi di hari terakhir ini, ia pun berpamitan hangat sebelum melangkah pergi kembali menuju asrama.
ㅤ
ㅤ
Usai menyelesaikan beberapa urusan administrasi, Kuroya bergegas pergi ke Doubutsu Teien. Perasaannya campur aduk mengingat sebentar lagi kelima ternaknya tersebut akan segera melewati masa produktivitas mereka.
ㅤ
ㅤ
Selesai dengan seluruh urusan pemberian pakan dan minum, Kuroya memperhatikan sejenak ternaknya makan dengan lahap. Merasa lega, ia pun ber pamitan singkat dan bergegas kembali menuju asrama.
ㅤ
ㅤ
Usai pakan tersaji, Kuroya bergerak mengganti air minum ternaknya. Ia membuang sisa air lama dan menuangkan air segar yang tersedia di sekitar kandang agar kebutuhan hidrasi mereka tetap terpenuhi.
ㅤ
ㅤ
Kuroya kembali berkunjung ke area Doubutsu Teien hari ini. Langkah kakinya membawa kerinduan untuk menyapa kelima ternak burung unta hayate miliknya yang selalu setia menanti kehadirannya di kandang.
ㅤ
ㅤ
Seperti biasa, Kuroya menunduk sekilas meminta izin sebelum masuk. Setelah melangkah ke dalam kandang, ia menuangkan pakan yang telah disiapkan ke wadah makan hingga terisi penuh dan siap disantap.
ㅤ
ㅤ
Tak sekadar menyapa, Kuroya langsung bersiap menjalankan kewajiban rutinnya. Dengan telaten, ia mulai menyiapkan pakan khusus bernutrisi tinggi untuk kelima hewan ternak kesayangannya tersebut.
ㅤ
ㅤ
Tugas merawat ternak akhirnya selesai tuntas. Karena dirinya sudah sangat lelah setelah seharian penuh beraktivitas tanpa henti, Kuroya pun bergegas melangkah pergi berpamitan untuk kembali ke asrama.
ㅤ