β β Matahari sudah mulai tinggi di atas kepala. Sebentar lagi sudah waktunya pemotretan.
β β Bernando memeriksa ulang barang-barang penting yang harus ia bawa, dan beberapa properti kecil yang menurutnya akan bisa digunakanβ jaga-jaga saja, siapa tahu butuh.
(+)
β β Mengangguk paham. "Oke, kita π΄π΅π’π³π΅ sekarang, ya." Beranjak dari posisi, mulai kembali ke tahta sedia kalaβdi balik kamera.
β β Menyalakan kameranya, memeriksa ulang lampu yang menyoroti sang model. "Saya asli Jakarta, Mas. Masih kuliah. Mas Jo sendiri, gimana?"
(+)
β β Mulai bersiap memotret, kini netranya dialihkan menatap modelnya. "Mas boleh agak ke tengah dikit? Sesuai konsep, buat gaya yang santai tapi cool, ya." Ucapnya mengarahkan.
@sehnseucht
β β untuk sesi pemotretan.
β β Tubuhnya hendak berpaling dari sang tuan, namun beberapa saat setelah mengakhiri ucapannya, ia sadar satu hal penting.
(+)
β β "Oh, ya. Saya lupa. Sebelumnya perkenalkan, Saya Bernando, fotografer hari ini." Dijulurkan tangan sebagai bentuk sapaan hangat berkenalan.
β β "Mohon kerja samanya!" Disertakan senyuman sebagai pemanis dari kalimatnya.
@sehnseucht
β β He just woke up at night and realize something importantβ
HIS BELOVED COUSIN. JUST GET MARRIED. AND HE. DIDN'T. CAME. HOW STUPID HE IS?! OH GOD, BERNANDO.
'what should i do, what should i do, what should i do, what should i do???!!!'
β β "Hari ini, betul, dik. Ada. Adik ini fotografernya ya? Tunggu ya, saya panggilkan Mas Jo dulu. Daritadi sudah nunggu di dalam sana." Ucap lawan bicara menunjuk ke satu ruangan, sepertinya ruang ganti.
β β "Oh iya, baik pak. Saya tunggu disini sambil izin setting ya."
(+)
β β Ia bergerak menyunting kamera dan lighting. Sebelumnya berpikir client-nya telat, ternyata justru sudah datang lebih awal. Sepertinya ini akan cepat selesai, pikirnya.
β β 15 menit berlalu, yang ditunggu belum juga muncul. "Katanya udah sampai.. Mana, ya?"
@sehnseucht
β β Merebahkan tubuhnya di kasur. "AKHIRNYAAA LIBUURR!" Melampiaskan lelah pada dua kata yang baru saja terucap. Setelah hantaman tugas bertubi, akhirnya ia bisa beristiraβoh, tentu tidak. Ia masih harus kerja part time. Uang tidak datang begitu saja ketika ia tidak berkuliah.
β β Membuka matanya dengan tangan menggapai alarmβ smartphone-nya. Namun dirinya tidak langsung bergegas, melainkan kembali menutup mata. Ya, tertidur lagi.
β β "Kopi...." Kepalanya geleng perlahan, menolak.
"Aku sudah minum kopi hari ini, kalau minum lagi bisa-bisa duaarr.." Memperagakan ledakan namun dengan suara lemas.
"Aku gak apa kok, Ghan." Ucapnya usai menghembus napas berat.
β β "Gak.. Papa.." Jelas bohong. Nyatanya jiwa serasa ditarik dari raga mengingat esok lusa harus menghadapi UASβdan mengingat dompetnya yang kosong karena UAS.
π½ππππΌππΏπ retweeted
-star daritadi seliweran member xdinary heroes pake celana batik, ini dapet dari mana ya? Apa dia blasteran jogja?
π½ππππΌππΏπ retweeted
!2DFESS | βTis a newly born [ original character ] has spawned; a young athlete whose eyes are keen for details and puzzles. Leave a word to interact or a repost to become mutuals!






