Pinned Tweet
โโโโ
ใ
คใ
คใ
คMake it Simple
ใ
คใ
คใ
คBut Significant
โโโโโโโโโโ
ใ
คใ
คใ
คใ
ค-, Anthony C Hanh โฃ
โ
Seperti binatang yang sedang ๐๐ข๐ต๐ช๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ข๐ด๐ฐ๐ฏ ๐ฎ๐ฐ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ต. Inilah terjadi. Hentakan kasar di ruangan itu. Naasnya itu adalah rumah kedua Anthony bersama keluarganya. Kamar dengan istrinya. Dipakai untuk seks tanpa ampun layaknya binatang bergairah bersama Nina.
Rambut Nina ia jambak. Kulit leher wanita itu dia cium. Gigit. Tampar lagi. Hentak-hentak bak piston pompa. Bunyi beceknya melebihi film porno manapun. Sangat amat berisik.
Kacau sudah.
"Sakit kan? Gini rasanya ngerusak rahim."
Sungguh jahat.
@HEAVENNlNA
Jemari panjang nan kasar. Wajar dia lelaki lapangan. Gerakan tak teratur berusahan memang membuat terstimulasi yang sangat berlebihan. Area vulva, gumpalan kecil pink ditengah. Acak-acak pakai tangan. Suara porno yang becek. Akhirnya, jari tengah Anthony masuk.
Cepat. Kasar. Hentak. Kondisi Anthony memang lagi mode marah juga. Hentakan utu terasa seiringan tangan kiri Anthony memompa untuk mengocok penisnya sendiri. Teriakan Nina sendiri memang nikmat untuk dopamin Anthony.
"Gak suka?" @HEAVENNlNA
Belum selesai. Anthony menendang sedikit sepatu Pantofelnya agar terbuka. Menyisakan kaos kaki hitam saja. Sengaja ia gesekan ke arah selangkangan Nina. Memberi tekanan tepat pada ๐๐ญ๐ช๐ต๐ฐ๐ณ๐ช๐ด itu. Sebelum tendang tiois memakai ujung jari kaki Anthony.
"Basah ya? Buka aja. Sambil colmek. "
Tantang sang pria ini dengan terus menekan tanpa ampun area daging kecil selangkangan Nina. Lebih tepatnya menginjak, sih.
@HEAVENNlNA
Benar-benar. ๐๐ถ๐ข ๐ช๐ฏ๐ด๐ข๐ฏ ๐ต๐ฐ๐น๐ช๐ค ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ฅ๐ช๐ด๐ข๐ต๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ ๐จ๐ช๐ญ๐ข ๐บ๐ข. Tangan Anthony sibuk sedikit menurunkan boxer miliknya. Jangan ditanya sebesar apa. Yang jelas melebihi panjang wajah Nina. ๐๐ฏ๐จ๐ข๐ต. ๐๐ช๐ข ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ช๐น.
"Open your mouth, do it."
Tampar lagi gumpalan daging berurat, tebal dan berbau ๐๐ถ๐ด๐ฌ ๐ข๐ญ๐ข ๐ฑ๐ณ๐ช๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ญ๐ข empat ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ข๐ณ๐ฆ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ถ๐ญ๐ถ ๐ช๐ต๐ถ. Memaksa mulut Nina melakukan tugasnya. @HEAVENNlNA
Tangan itu secara kurang ajar mendorong sedikit kepala Nina agar Anthony bisa melepas sendiri sabuknya untuk duduk. Lempar sembarang.
"Aku masih butuh mereka untuk tahta dan orang-orangku. ๐ ๐ฐ๐ถโ๐ณ๐ฆ ๐ซ๐ถ๐ด๐ต ๐ข ๐ฑ๐ญ๐ข๐บ๐ต๐ฉ๐ช๐ฏ๐จ. ๐๐ฏ๐ฐ๐ธ ๐บ๐ฐ๐ถ๐ณ ๐ฑ๐ญ๐ข๐ค๐ฆ, ๐๐ค๐ฉ๐ข๐ต๐ป"
Anthony bersender pelan. Sepatu pantofel hitam miliknya menendang kaki Nina untuk mendekat ke arah pria ini.
"Cepatlah. Kepalaku sudah pening ini. Tak usah pakai kondom kalau kau bersih."
Keluhnya tak peduli kalau yang ia tendang itu tersakiti. @HEAVENNlNA
Anthony menikah lagi. Lumayan. Namun. Kelakuan setan dia entah darimana mencoba untuk bersama 'pria muda lagi' ternyata semua bukti terekam jejak oleh si wanita maniak seks sialan di depannya. Naasnya istrinya tahu. Alih-alih membalas, Anthony malah menjambak Nina.
"Nah. Kau mau ku puaskan kan?"
Pria ini meludah langsung ke arah wajah Nina. Menyeret rambut halus miliknya ke arah selangkangan Anthony untuk menunduk.
"Lakukan tugasmu dengan benar."
Tegas. Tanpa ampun. Menatap dengan benci. Lebih parahnya akan dijadikan budak. @HEAVENNlNA



