Caleb retweeted
️️️️⠀
𝙃𝙀𝙇𝙇𝙊 @calebbpart !!
⠀Welcome to A-Part. May you find your place, your Parts, and a path worth staying for. Go get freaky.
Caleb retweeted
𝑶𝒏𝒆 𝒂𝒑𝒂𝒓𝒕𝒎𝒆𝒏𝒕, forbidden glances, and a little too much temptation.
We came as strangers, only to become each other’s 𝘴𝘸𝘦𝘦𝘵𝘦𝘴𝘵 𝘥𝘪𝘴𝘵𝘳𝘢𝘤𝘵𝘪𝘰𝘯.
𝖶𝗁𝖾𝗋𝖾 𝗮𝗽𝗮𝗿𝘁 𝖻𝖾𝖼𝗈𝗆𝖾𝗌 𝗮 𝗽𝗮𝗿𝘁.
Coming Soon.
Caleb retweeted
️️⠀
️️⠀
️️⠀⠀⠀ ⠀ ⠀𝖠𝖲𝐸𝖰 𝖢𝑂𝖥𝖥𝖤𝖤 𝑋 𝖠𝖥𝖳𝐸𝖱 𝖭𝑂𝖨𝖲𝖤
️️⠀⠀⠀ A symphony 𝑒𝑥𝑡𝑟𝑎𝑐𝑡𝑒𝑑 in dark roasts,
️️⠀⠀⠀ reverberating through 𝗲𝗹𝗲𝗰𝘁𝗿𝗶𝗰 chords.
️️⠀⠀ ‹ ︎ 〔 ⓘ 〕𓏻 𝙱𝚁𝙴𝚆. 𝙿𝙻𝙰𝚈. 𝚁𝙴𝙿𝙴𝙰𝚃. ̊[☕️🎼]
⠀
Caleb retweeted
Replying to @elwoodcaleb
@TOMBLYTHkidz @GAWONkidz @dafreekidz ini ya yang buat gua matdul day 1
Caleb retweeted
BISA SEPERES INI TETEH???? @kaatiyas
Caleb retweeted
HARI PERGANTUNGAN TIBA! 2 Pubmy di desa cenat cenut telat di gantung warga!
@mhaorian die as ANGEL
@kalarimbun die as WW
dadah pubmy
Caleb retweeted
setelah itu, ada diskusi yang kemudian berkembang karena ada beberapa hal yang juga dirasa masih abu-abu oleh beberapa pihak. aku tidak ingin mengambil credit atas sesuatu yg tidak aku lakukan, dan aku juga tidak tahu siapa sebenarnya yg sedang disindir atau dibicarakan ketika semuanya kemudian berkembang di luar.
but i do understand why i personally feel affected by what happened, because i know that my initial opinion was one of the things that came before all of this. aku hanya ingin bertanggung jawab atas bagian yang memang menjadi bagianku.
dan kalau memberikan opini saja kemudian dianggap sebagai bentuk tidak menghargai orang lain, lalu sebenarnya di mana ruang untuk disagreement yang sehat? disagreement is not disrespect.
semua orang punya hak untuk tidak setuju, punya hak untuk mempertanyakan sesuatu. mempertanyakan sebuah aturan bukan berarti aku merasa lebih tahu dari semua orang. tidak setuju bukan berarti aku merasa paling benar. memiliki prinsip yang berbeda juga bukan berarti aku merasa lebih baik dari orang lain.
tapi kalau mental state seseorang kemudian ikut dibawa-bawa hanya karena dia menyampaikan keresahan atau memilih untuk berbeda pendapat, menurutku justru ada sesuatu yang perlu kita pikirkan kembali..
aku ga meminta semua orang untuk setuju denganku. aku juga ga meminta semua orang melihat sesuatu dengan cara yang sama seperti aku.
but i just want the same room to exist for disagreement.
aku mengerti bagaimana keadaan ini membuat beberapa hal di the backstage jadi tidak berjalan semestinya, dan aku mengerti kalau teman-temanku merasa kecewa karena hal tersebut. untuk itu, dengan tulus dan rendah hati aku minta maaf.
aku meminta maaf atas perasaan yang terluka dan dampak yang memang muncul dari tindakanku.
tapi aku tidak meminta maaf karena aku memiliki pendapat. aku tidak meminta maaf karena aku mempertanyakan sesuatu yang menurutku penting. dan aku tidak meminta maaf karena memiliki prinsip yang mungkin tidak semua orang setujui. aku tidak merasa malu. bukan karena aku ga peduli dengan perasaan orang lain, tapi karena aku tahu apa yang aku lakukan dan apa yang tidak aku lakukan.
aku ga malu karena sejak awal aku ga bermaksud mencela siapapun. aku ga menyerang atau merendahkan personal. aku berusaha menyampaikan pendapatku dengan baik, dan ketika aku sadar bahwa aku tidak sejalan, aku memilih untuk pergi dengan cara yang baik.
aku cuma merasa perlu menjelaskan apa yang menjadi bagianku, karena aku tahu ada bagian dari cerita ini yang memang menjadi tanggung jawabku, dan ada bagian yang bukan.
setelah itu, kalau masih ada yang memilih untuk mengecilkan aku atau teman lainnya, that’s okay. they’re entitled to their own opinion, just as i am to mine.
ofc i can’t control how people choose to see me, and honestly, im not trying to, i know myself :)
have a pleasant day ahead, may God forgive us all. ♡


































