Muhammad Meisa retweeted
Benarkah prajurit TNI yang melakukan tindak pidana umum kini harus diadili di peradilan umum? 🤔
Menurut MK, justifikasi yurisdiksi peradilan militer terhadap tindak pidana militer terletak pada kekhususan materi perkaranya, bukan semata-mata pada status pelaku sebagai prajurit. Sementara itu, dalam konteks ini, berkenaan dengan kategori yurisdiksi peradilan umum adalah berkaitan dengan tindak pidana umum sebagaimana diatur dalam KUHP yang dilakukan oleh prajurit TNI seharusnya menjadi yurisdiksi peradilan umum.
Selain itu, MK berpendapat, guna mewujudkan peradilan sebagai pelaku kekuasaan kehakiman yang merdeka sebagaimana amanat konstitusi, UU Peradilan Militer harus dilakukan perubahan dengan memuat substansi yang jelas dan tegas berkaitan dengan definisi/pengertian tindak pidana militer dan tindak pidana umum, batasan kewenangan mengadili/yurisdiksi peradilan militer dan peradilan umum berkenaan dengan tindak pidana yang dilakukan oleh prajurit TNI, serta perwujudan penyatuan peradilan militer dalam satu atap secara penuh, serta hal-hal yang terkait dengan pengaturan pengadilan militer pertempuran dan berkaitan dengan penyesuaian hal-hal mengenai hukum acara yang dibutuhkan.
Oleh karena itu, untuk mempertegas batas kewenangan peradilan militer dan peradilan umum, serta mewujudkan integrasi peradilan militer ke dalam sistem satu atap di bawah Mahkamah Agung secara penuh, MK menyatakan UU Peradilan Militer bertentangan dengan UUD 1945 secara bersyarat dan memberikan tenggat waktu maksimal 2 (dua) tahun bagi pembentuk undang-undang untuk melakukan perubahan terhadap UU Peradilan Militer.
Akses putusan selengkapnya di laman mkri.id ya, #Courtizen! ⚖️
#MengawalKonstitusi
#SalaMKonstitusi
#MKRI
#UUPeradilanMiliter
Duh, Pak Bagdja. 15 tahunan lalu selalu mampir kalau lagi lewat Cihapit. Entah cuma iseng liat-liat dan digging tumpukan buku di dalam kios, atau memang nyari judul tertentu.
Muhammad Meisa retweeted
Update: This "Super El Niño" will be perhaps the strongest in 500 to 1000 years, and could legitimately be the most extreme global weather or climate event experienced by humanity since the invention of the printing press. Only more extreme situation is a volcanic winter.
Muhammad Meisa retweeted
Ada satu pohon langka Indonesia yang buahnya disukai oleh burung-burung. Namanya cendana.
Kayunya harum, dan kini kayu tersebut jadi salah satu kayu termahal di dunia.
Cendana sudah diperjualbelikan sejak ribuan tahun silam. Sejarahnya panjang.
@BurungIndonesia
Muhammad Meisa retweeted
Artikel terbaru dari Coen Husain Pontoh:
"Rocky yang Hidup pada 1840-an"
indoprogress.com/2026/07/roc…
Muhammad Meisa retweeted
A curious scandal is unfolding around ARTJOG's use of @davidgraeber 's Another Art World (originally published by @e_flux).
Never mind that "Another Art World" was co-written by @davidgraeber and me. Never mind that the project grew out of ideas around Proletkult—something David knew nothing about, but happily embraced and connected to German Romanticism.
Of course, had David's name not been on the essay, probably neither my name nor the essay itself would have attracted much attention. Brands work.
The irony gets even better. The exhibition is about cultural reproduction, intergenerational transmission, and even includes children as participants—all ideas remarkably close to the Anthropology for Kids (a4kids.org) work David and I developed together.
And now the whole thing has exploded because the festival invoked Graeber's ideas while accepting sponsorship from the foundation of the president's son - a notorious vampire.
Here's the truly uncomfortable thought: branding works just as ruthlessly on the left as it does on the right. Famous names become currencies.
The funniest part? If the @Graeber_social had behaved like a proper intellectual-property brand manager and demanded permission to use the Graeber name, the biennial might have had to negotiate with us—including some awkward conversations about sponsors. But if I simply ask to be acknowledged as a co-author, I risk looking petty.
That may be the most Graeberian irony of all.
indoleft.org/news/2026-06-20…
Muhammad Meisa retweeted
Persib adl kosa kata bersama bagi orang Bandung. Seperti rokok yang ditawarkan dua orang asing di trotoar: satu tak punya korek, yang lain memberi api.
bandungbergerak.id/article/d…
Muhammad Meisa retweeted
Untuk jawab pertanyaan di bawah, saya bikin spanduk kain ini 😂
This quoted post is unavailable.
Muhammad Meisa retweeted
Tidak sampai full 3 musim menangani Persib Bandung, tapi Bojan Hodak sudah mengoleksi 3 gelar untuk Maung Bandung.
Pemain datang dan pergi, tapi Bojan tetap di sini.
Bandung should make a statue for him.
Muhammad Meisa retweeted
PESTA BABI resmi tayang di Youtube. Teman-teman bisa menonton film Pesta Babi di kanal Youtube: youtu.be/MpdrWgDRVf8?si=DuzY…
Jangan menonton bajakan, ya.
Muhammad Meisa retweeted
TW / Gang rape (pemerkosaan berkelompok) 🤬🤬
Pelaku: 2 polisi, 2 sipil
Penonton: 3 polisi
Korban: 1 perempuan 18 tahun
MASUK AKAL GA, PAK @ListyoSigitP @DivHumas_Polri KALAU ANAK BUAHNYA CUMA DIHUKUM ETIK? DI MANA HATI NURANI? DI MANA HUKUM YANG ADIL?
APA GA TERBAYANG BETAPA TAKUTNYA KORBAN REMAJA DIKEROYOK POLISI DEWASA SEPERTI ITU?
PARA PEMERKOSA APA SUDAH DIHUKUM BERAT, SELAIN DIPECAT? PENONTON PEMERKOSAAN JUGA PELAKU KARENA MEMBIARKAN. APALAGI MEREKA SEMUA PENEGAK HUKUM YANG HARUSNYA MELINDUNGI, BUKAN MALAH JADI PELAKU KEJAHATAN BIADAB.
ASTAGHFIRULLAHALADZIM 😭😭
Tolong @kpp_pa @KomnasPerempuan kawal kasus biadab ini.
Muhammad Meisa retweeted
Tahun 2026 jumlah spesies burung yang tercatat sebanyak 1.834 spesies, dengan 538 di antaranya endemis. Sulawesi menjadi wilayah dengan spesies endemis terbanyak, disusul Maluku dan Jawa-Bali.
Di balik angka yang stabil, ada perubahan penting, yaitu penambahan dan pengurangan spesies akibat pembaruan kajian ilmiah. Ini menegaskan bahwa meski pengetahuan terus berkembang, ancaman seperti hilangnya habitat dan perburuan masih nyata. Data terbaru dapat menjadi dasar penting untuk upaya konservasi ke depan.
Muhammad Meisa retweeted
Indonesia mungkin tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel, tetapi teknologi yang lahir dari pendudukan Palestina kini menyusup ke ruang demokrasi kita. Dari spyware Pegasus hingga sistem pengawasan lain, alat yang diuji pada masyarakat terjajah itu kini dipakai pemerintah untuk memetakan, memata-matai, dan membungkam warga di negeri sendiri.
Simak wawancara lengkap Redaktur Pelaksana Project Multatuli, Ronna Nirmala dengan jurnalis Yahudi yang anti-Zionis, Antony Loewenstein di YouTube @ProjectMultatuli 👉🏻 youtu.be/3WSr7n1W1hI
#palestine #freepalestine #palestina #palestinelaboratory #thepalestinelaboratory #jilf #jilf2025 #marjinkiri
Muhammad Meisa retweeted
We have now reached the final stage of the Gaza genocide.
Israel has passed a law permitting state administered murder to Palestinians in their prisons- about half of whom have no charges. The final stage of extermination.
We've watched Palestinians dehumanized for decades. Each stage so predictably met.
That the law applies to Palestinians and not Israelis should be enough to horrify even those still blind to Israelis apartheid.
And yet it's entirely predictable.
The world was quiet when Israel targeted children, starved an entire population, bombed all their hospitals and universities, raped their illegal detainees, murdered health workers in front of the world to ignore all of it.
There will be those who will always deny this is what it is- a genocide.
The impetus on us is to act to prevent genocide wherever it occurs..."never again"
In that pledge,the international political power elite has so comprehensively failed.


































