Pinned Tweet
KECAMBAH: Karena belum sempat bikin link profile. Akan bikin #intinyadeh dulu. Jadi, #intinyadeh, Choi Jeongyo (Four Hands Two Sonatas, 2026) tapi orang Jepang: mantan pemain piano, kemudian jadi kondektur (terpaksa) karena tangan kanannya nggak bisa banyak bergerak lagi.
ada yang disebut dengan permainan 𝘵𝘩𝘳𝘦𝘦 𝘩𝘢𝘯𝘥 𝘱𝘪𝘢𝘯𝘰. Tapi, yang benar saja?
Masaki menghembuskan napas. Tidak ada pilihan lain. Akhirnya ia bangkit berdiri dan duduk di samping Ryūichi. “Padahal maksudku 𝘬𝘢𝘶 yang main piano, bukan bersama denganku,”
KECAMBAH: Baca ini tiba-tiba kepikiran ganti writer tag jadi #MEDIAN.
KECAMBAH: Lucu lagi. 😹
高瀬、 MASAKI. retweeted
Replying to @notasquiet_ @dreamoine
* Wes kecakepan ujung-ujungnya dipanggil Tole.
KECAMBAH: Sekarang sudah hengkang (atau hanya hiatus, mari nantikan) dari panggung dunia musik klasik, sedang menikmati kehidupan tentram damai bersama suaminya yang cantik sambil angon pitik (bercanda).
Pelayan datang memberikan dua buah buku menu. Tapi, Masaki tak langsung membukanya, matanya justru tertuju pada sebuah piano sederhana di tengah-tengah restoran. Seulas senyum pun terbut, kemudian ia mengetuk punggung tangan Ryūichi.
“Coba mainkan sesuatu, siapa tahu dapat diskon.” Ia menunjuk piano yang semula mencuri perhatiannya, kemudian tersenyum lagi pada suaminya.
; @dreamoine
sungguh bukan tamu yang ia damba-dambakan untuk datang.
Satu kali lagi, Masaki menghembuskan nafas dengan percuma.
Tetapi, Takase Masaki memiliki sebuah peran yang harus ia mainkan; peran dalam sebuah naskah yang ia sutradarai dan ia tulis seorang diri—
ditujukan untuk sosok yang sedang berdiri di balik pintu. Maka, ia membuka pintu itu, tersenyum tipis dan berkata, “Takamitsu-san, ada apa datang kemari?”
; @dreamoine










