Ngeliat traffic yg lumayan walo pake domain gratisan, akhirnya Qlineage punya domain officialnya supaya memudahkan yang lain buat cari di search engine atau di manapun.
Enjoy qlineage.app
100% free, no data needed.
Not forked from any repositories 🤪
Asu, lembur lagi nih gue?
Evolving threat 🚨 CVE-2026-111497, previously known to affect Node.js (node2shell) and Python has evolved into “HTTP2Shell.”
A significant blast radius.
This vulnerability leaves many libraries and applications using HTTP vulnerable to pre-auth RCE via Brotli decompression.
Please be aware. Fixes not yet available for all affected services. Look for Brotli (1.2.1) dependency upgrades when they become available.
Gw pribadi gamau daftar2 app/web buatan orang yg bukan dari background tech + AI slop.
Takutnya appnya ringkih, runtuh, tutup, data gw masih dikeep sama pembuatnya ntah bakal dipake buat apa 🙄
Replying to @brive__
banyak orang sotoy, ngerasa sipaling ngerti AI padahal fundamental CS nol besar.
kesalahan utama orang non-CS itu mikir AI bisa ngelakuin segalanya udah kaya magix box.
mereka gatau aja kalo model yang mereka subscribe itu hanyalah matrix-multiplication.
Build sesuatu tapi ga punya fundamental masih bisa ditolerir, paling ntar hancur sendiri.
But build something with no ethics? That's a different thing.
Itulah kenapa di kuliah CompSci/Informatics diajarin Etika Profesi
Sekelas Raymond Chin loh
github.com/raymondchins/Brid…
Istg orang2 eventually bakal ngeremehin compsci major karena disetir influencer besar, nganggep "ngapain ngehargain fresh grad compsci kalau semua orang bisa ngoding hal-hal rumit dengan mudah?"
Gw bersyukur seenggaknya kasus kemaren jadi bisa buka pikiran kalo prinsip "percaya korban sampai terbukti sebaliknya" itu bermasalah 😁😁😁
Kalo Capres pilihan gw menag pilpres ya pasti lebih keras lagi lah gw kritik ke pemerintahannya. Minta pertanggungjawaban suara gw 🙄
Bahkan cara komunikasi Jokowi jauh lebih baik dibanding Prabowo.
Sama ga logisnya dengan membela anies secara brutal. He's politician, what do you expect from him?
Orang² benci anies itu sbner nya ga logis. Gue sempet nanya sama orng yg benci bngt sama anis, gue bilang gini "Lu kan benci anies ya dan ga suka sama dia, apa sih yg lu benci dari dia. Perasaan gue tuh orang kaga ngebakar hutan, kaga korupsi, kaga bkin rusak keluarga lu, kaga makan pajak lu dll?"
Trus dia bilang "Ya benci ajh gue, apalagi pas debat pilpres ngatain wowok. Trus omongan nya tinggi". Dri kesimpulan dia, kebencian mereka tidak logis ditambah dikompor²in sama buzzer wowok. Padahal "Jika memang anis gabisa kerja, cuma omon² ngapain diserang terus? Ya tinggal bantah ajh segala macem argumen nya si anis. Faktanya ga ada yg mampu kan?." "Rezim ini tau ga bkalan mungkin ngotorin tangan nya buat bunuh anis, tpi mereka bisa bunuh karakter nya anis melalui buzzer² ini". Ya tujuan nya biar nama dia semakin jelek, terbukti ada konten tiktod bilang "Lebih takut anis jadi presiden" 😅
CHECK YOUR REPOSITORY RIGHT NOW!!!
🛑 GhostAction attackers compromised about 1,900 GitHub accounts and targeted 30,000+ repositories with malicious GitHub Actions workflows designed to steal CI/CD secrets.
They attempted to extract 3,174 secrets. GitHub blocked later attack waves.
Read → thehackernews.com/2026/10/gh…
Ah kecil itu mah 500M. Yang kebagian jatah exit liquidity dari ritel masih kipas2 ongkang2 kaki itu di mansion mewahnya 🤣🤣🤣
#SiaranPersOJK
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan telah menetapkan sanksi terhadap pihak-pihak yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan di Pasar Modal yang terkait tiga emiten di Pasar Modal Indonesia yaitu PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
OJK telah melakukan pemeriksaan terhadap perdagangan saham DSSA pada periode 2024 sampai dengan 2026 dengan dugaan pelanggaran Pasal 91 dan 92 UUPM/UUPPSK serta proses penawaran umum BREN dan CUAN dengan dugaan pelanggaran Pasal 107 UUPM/UUPPSK.
Pada pemeriksaan saham DSSA, OJK menemukan tindak pidana manipulasi pasar yang dilakukan oleh nasabah-nasabah perorangan dan institusi melalui beberapa anggota bursa. Tindakan manipulasi pasar dilakukan secara terencana dan terstruktur yang menyebabkan harga saham DSSA mengalami peningkatan cukup signifikan.
Sementara itu, pada pemeriksaan saham BREN dan CUAN, OJK menemukan tindakan untuk menyesatkan dalam pemesanan saham, di mana pihak-pihak terkait dengan pengendali perusahaan memperoleh penjatahan saham dalam jumlah sangat besar dengan mengaburkan identitas diri. Hal ini berdampak pada terkonsentrasinya saham pada sekelompok pihak tertentu sehingga saham yang beredar di pasar menjadi terbatas.
Atas pelanggaran tersebut, OJK mengenakan sanksi administratif berupa denda sebesar Rp1,5 triliun kepada pihak-pihak terkait transaksi saham DSSA, Rp500 miliar kepada pihak-pihak terkait penjatahan saham BREN, dan Rp100 miliar kepada pihak-pihak terkait penjatahan saham CUAN.
Pengenaan sanksi di Pasar Modal telah dilakukan OJK dan SRO sejak Januari hingga Oktober 2026 dan akan terus dilakukan secara konsisten sebagai bagian dari aksi reformasi pasar modal. Tidak kurang dari 835 pihak telah terkena hukuman, sanksi, dan penegakan hukum di OJK.
Selengkapnya cek #SiaranPersOJK pada tautan berikut👉🏻 ojk.go.id/id/berita-dan-kegi…


















