"Jangan berbicara perihal gender padaku, aku anomaliโ" Ia bisa jadi apa saja; apapun yang ia inginkan. "Kamu bisa melakukannya lebih dulu, aku akan membantu mu." @atheirisch
Kali ini, lagi-lagi ia tak berkesampatan untuk melaksakan misi bersama dengan Satoya; padahal hati sudah berharap kalau ia bisa berjalan berduaan dengan sang sahabat. Yang benar sahabat?
Harus ia tahan baik-baik keinginannya itu untuk memperlancar misi kali ini. Agar supaya tak
menyusahkan kekasih hati dari Romeo yang satu ini. "Aku rasa aku siapโtapi bolehkah kita beli camilan dulu?" Rasa-rasanya ini akan jadi pekerjaan yang panjang dan ia takkan sanggup bilamana harus menahan lapar lama-lama. / @atheirisch
"Saya hadir!" Lihatlah dirinyaโmenghampiri dengan tergesa.
Youโre unable to view this Post because this account owner limits who can view their Posts. Learn more
tempat di mana ia berdiri, lagi-lagi meninggalkan Saeran seorang diri. Entah apa masalahnya pada Saeran hingga dia seperti ini, namun kalau boleh jujur Inari tak bermaksud sama sekali untuk bersikap seperti ini. Sungguhan deh. Begitu ia merasa bahwa dirinya sudah berada di tempat
yang aman; dua maniknya jatuhkan pandang pada @e_anid yang sedari tadi bersamanya. "Sae-kun? Kamu selamat tidak dari mumi-nya?"
sebagai tempat memasang jebakan itu. Tak butuhkan waktu lama untuknya dapat memasang anomnet dengan cepat; mempelajari cara guna senjata-senjata ini dengan Satoya sangat membantunya untuk memahami cara kerja senjata milik BIDA itu.
โBagaimana kalau diposisi iniโapa sudah pas, @e_anid ?โ Suaranya lantang terdengar; mengutarakan tanya pada sang pemuda.
Pandangnya ia jatuhkan bergantian pada mereka yang berada di hadapan, hingga suara mulai terdengar. โAku akan bantu Sae-kun untuk lumpuhkan muminya kalau begitu.โ Ia tak pandai berteka-teki, biasanya ia berikan bagian berpikir untuk Satoya. Namun mengingat ia
kini tak bersama dengannya, Inari percayakan tugas ini pada orang lain.ย
โ@e_anid, aku bisa membantu memasang anomnetโโ ada jeda dalam kalimatnya. Menimbang-nimbang apakah bantuan itu cukup untuk diberikan pada sang pemuda? โAtau, apakah kamu membutuhkan bantuan lainnya?โ
"Iโm here!"
Youโre unable to view this Post because this account owner limits who can view their Posts. Learn more
"Baiklahโฆ."
Replying to @PISCESRUM
Ya ampun, saya agak sedih sekali melihat kalian ini. Benar kata Asdos tukang dengus itu, kalian payah.
Tapi ya sudah, lupakan. โSeluruh perwakilan sudah menyetor urutan. Kemudian, saya ingatkan kembali, kalau teman kalian belum dapat bergabung, skip saja ya.โ
"Ini monyetnya cuma bisa hmph hmph ya?"
Replying to @PISCESRUM
Setelah seluruh murid payah itu siap, Zarya mulai menghampiri para perwakilan square dengan memberikan masing - masing satu jam weker dengan wajah sang professor tercinta kita semua.
"Hmph." Terima jam ini atau kakimu saya injak.




