Pinned Tweet
ใ
ค
ใ
ค
ใ
ค ใ
คใ
ค ๐ ๐จ๐ฉ๐๐ก๐ก ๐จ๐๐ ๐ฎ๐ค๐ช ๐๐ฃ ๐๐ซ๐๐ง๐ฎ ๐จ๐ช๐ฃ๐จ๐๐ฉ.
ใ
ค
kau bisa mengajakku ke suatu tempat? Aku tebak kau juga orang sini? Hahahaha, dilihat dari kau bertanya bagaimana di sini, tentu saja! Biasanya tuan rumah mempertanyakan hal semacam itu."
ใ
คใ
คMerasakan getaran tiba-tiba dari saku hoodie yang dipakai, dahi Lune mengernyit, โ
mecoba untuk mengabaikan dengan memutar mata. Perhatian kembali mengarah ke Lembayung, melihat tidak adanya reaksi besar, rangkulannya dia lepas. Berjaga-jaga apabila Lembayung tidak nyaman. Entah bagaimana hal yang tidak seharusnya dipikirkan menjadi sebaliknya. | @rembuIanhitam
๐ป๐๐๐. retweeted
ใ
ค
๐ฐ'๐ ๐ ๐uอmอaอnอ
๐ฆ๐๐ ๐ผ๐ฑ๐ธ๐พ๐ต๐ญ ๐ฐ ๐๐๐๐ ๐๐ ๐ ๐๐๐๐๐ ?
ใ
ค
ใ
คใ
ค"Genuinely don't understand but okay!!!" hands on his hips, tilting his head curiously. "Butโdang!โyou're so gorgeous. Can I get a sign or something?"
akan menyadarinya. Karena betapa pun sering dia mendapatkan pertanyaan itu, Lune tidak akan pernah terbiasa.
ใ
คใ
ค"Itu? Hmmm," kakinya sedikit bergoyang sebelum kembali tenang, satu tangannya meraih kuncir kudanya yang panjang dan mengarahkannya ke bahu kanan. "Ibuku." Bohong. โ
ใ
คใ
ค"Hahahahaโhei! Jangan sungkan begitu, aku baik-baik saja dengan pertanyaanmu. Jangan terlalu dipikirkan," setelah melambai, dia bergeser mendekat, melingkarkan lengan ke bahu Lembayung. "Asal kau tahu saja, aku benar-benar suka nama itu!"
ใ
คใ
คItu juga bohong. | @rembuIanhitam
"Sebenarnya aku memang tidak ada rencana untuk membeli sesuatu, jadi abaikan sajaโhanya jalan-jalan di sekitar sini karena malas. Aku sedang tinggal di sana untuk sementara waktu," dia menunjuk ke arah gedung hotel yang terlihat di depan mereka. "Jadi kau tidak perlu menunggu โ
atau apa pun."
ใ
คใ
คBersandar, hela napas pun dibuat. Memiringkan kepala dan tersenyum malas saat pria itu memperkenalkan dirinya. Dia berpikir bahwa otaknya sudah stabil. "Lembayung? Nama yang indah. Dan, ya, namaku Lune, Clair De Lune. Kau pasti pernah dengar." | @rembuIanhitam
seketika aku melupakan apa yang mau kubeli tadi, hahahaha!"
ใ
คใ
คAduh, kenapa dia tidak tahu malu di saat yang seperti ini? Lagipula, kenapa juga dia berpikir begitu?! "Oh, kalau begitu kau pasti mempunyai bakat yang luar biasa! Kau tahu, tidak semua orang bisa melakukannya โ
sampai pada titik ituโ! Yah, walaupun aku tidak tahu apa-apa tentang musik, tapi namaku juga salah satu dari mereka, loh! ๐๐ถ๐ฏ ๐ง๐ข๐ค๐ต saja, ya!"
ใ
คใ
คKenapa banyak bicara? Sepertinya mulai sekarang dia harus belajar mengendalikan mulutnya. | @rembuIanhitam
aku hanya ... ah, kau memainkan alat itu," ujarnya dengan telunjuk yang mengarah ke alat musik di lengannya, "dengan sangat bagus. Aku sampaiโtidak tahu, terpesona? Sungguh sangat bagus! Apa kau belajar itu sendiri? Atau kursus? Dan kalau boleh kutahu, lagu apa yang kau mainkan โ
tadi?"
ใ
คใ
คEntah kenapa dia merasa harus mengetahuinya dan mencatat diri agar mencari hal yang sama lebih dalam. Tidak ada alasan, untuk saat ini. Atau mungkin memang sedang mencari alasan. | @rembuIanhitam











