蔡, 𝖵𝖤𝖨𝖱𝖠. retweeted
️️⠀
️️⠀
️️⠀⠀⠀ ⠀ ⠀𝖠𝖲𝐸𝖰 𝖢𝑂𝖥𝖥𝖤𝖤 𝑋 𝖠𝖥𝖳𝐸𝖱 𝖭𝑂𝖨𝖲𝖤
️️⠀⠀⠀ A symphony 𝑒𝑥𝑡𝑟𝑎𝑐𝑡𝑒𝑑 in dark roasts,
️️⠀⠀⠀ reverberating through 𝗲𝗹𝗲𝗰𝘁𝗿𝗶𝗰 chords.
️️⠀⠀ ‹ ︎ 〔 ⓘ 〕𓏻 𝙱𝚁𝙴𝚆. 𝙿𝙻𝙰𝚈. 𝚁𝙴𝙿𝙴𝙰𝚃. ̊[☕️🎼]
⠀
Wow. @rakadipan @hongcio
Replying to @thefortie
< Halo, terima kasih untuk 2 minggunya yang josjis, fortlings! Aku minat banget berteman, please temenin aku walaupun aku lemes.
Madrid: xitter.cf/rakadipan
Moureen: xitter.cf/hongcio
Boleh ristwit atau reply nanti aku hampiri!
Hei, emang boleh se aktivis ini? Welcome back, dd sayang. <3 @kaiIavina
Replying to @thefortie
𝙎𝙐𝙂𝘼𝙍 𝙑𝙀𝙄𝙇.
>__< terima kasih yang sangat banyak penulis ucapkan buat Fortielings untuk dua minggu ke belakang, yah! happy banget!🥺🩷
yang masih mau berteman sama Shena versi lebih besar (hihi), lanjut di xitter.cf/kaiIavina ya!
sampai ketemu lagi. 🥺
Kerennya! Sugohaesoyo, mimint. Mau dong jadi member kalian, aku belum kebagian. @juandraine @shavioza @zuhxian
Replying to @thefortie
⠀
⠀⠀⠀ 𝐌𝐄𝐄𝐓 𝐔𝐒 𝐁𝐄𝐇𝐈𝐍𝐃 𝐓𝐇𝐄 𝐂𝐀𝐒𝐓𝐋𝐄
⠀⠀⠀⠀⠀՞⠀⠀⠀ ͟ ⟢⠀⠀⠀⠀⁎⠀⠀⠀⠀⠀ ͟ ݁
Antoine Juandra ( @juandraine )⠀⠀⠀Nathéan
Shaviola Z. Laquitta ( @shavioza )⠀⠀Janè
Leonidas R. Javaid ( @Ieodinas )⠀⠀⠀Bénjamin
Liem Zhuxian ( @zuhxian )⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀Alhasja
⠀
Ngapak banyumas banget rika.
Replying to @brookyjude
Gue ora nyangka babar pisan bakal olih hadiah lucu kaya kie saka kowe kabeh. Sing ana ning pikiranku mung kepiye carane eksekusine ben bubarane bisa santai lan sederhana mungkin.
Gue njaluk ngapura nek selama rong minggu kepungkur ana perlakuan utawa omonganku sing ora kepenak
ㅤ
A little gift from us to The Mindweavers, as a small token of our gratitude for all the time, energy, and beautiful moments you’ve shared with us. Thank you for being part of our journey and for making these two weeks so memorable. Until we meet again, The Mindweavers. 🤍
ㅤ
New York.. Yorkyakarta.
Replying to @EUPHONOIARC
⠀ ⠀
12:30 PM, Studio live broadcast, somewhere in New York.
Suasana di studio siaran langsung sedang berjalan dengan banyaknya situasi di sana. Mulai dari pemasangan kamera, mengatur cahaya, penataan tempat duduk untuk para peserta, juga audio yang sudah dipastikan aman.
Cameron, Jessica, Ludivine, mereka membuka acara lagi di tahun ini, untuk para "penonton setia" yang sudah menunggu sejak satu tahun yang lalu. Mereka bertiga rutin menjalankan program ini, karena bertujuan untuk mengasah kemampuan mereka sebagai mentalist dan juga hypnosis.
"Kak, takut mereka gak kena hipnosis saat verifikasi wajah, deh," ujar Ludivine dengan cemas namun tetap tenang.
"Gak akan, Vie. Kita udah bertahun-tahun ngejalanin ini. Cukup pengalaman pertama dan kedua aja yang gagal. Sampai kita harus sembunyi supaya gak tertangkap. Untung aja, waktu itu Papa tolongin kita. Sekarang-" Belum selesai menjelaskan, Cameron bergabung dengan mereka setelah mengatur sistem aplikasi juga website, ia juga turut membantu memasangkan posisi kamera supaya bisa mendapatkan sesuatu yang epic.
⠀ ⠀
蔡, 𝖵𝖤𝖨𝖱𝖠. retweeted
kok di atas pahaku adanya nasi kotak.... aku makan dulu ya....
Replying to @EUPHONOIARC
⠀ ⠀
Bukan.
Ini bukan tempat yang mereka habiskan waktu selama dua minggu terakhir.
Dan tidak mungkin mereka bisa pindah begitu cepat dalam hitungan detik.
Jadi sebenarnya apa yang terjadi di sini?
“Guys.. coba cek surat yang ada di saku celana atau di atas paha kalian…” ucap Nyala yang pertama kali menyadari terdapat sebuah surat di atas pahanya.
Terima kasih sudah mau menjadi bagian dari acara kami, The Resonants! Untuk menjawab kebingungan kalian, selama dua jam ini kalian berada dalam hipnosis kami, sebagai bentuk penguatan diri yang ditayangkan secara live. Kalian tidak benar-benar pergi ke pulau Elysia.
Jika kalian tertarik untuk melanjutkan perjalanan bersama kami, tinggalkan jejak. Kami tahu, kami memantau kalian.
Once again, thank you, The Resonants.
— The Mindweavers.
⠀ ⠀
Wow.. percikan api.. banaspati ya.
Replying to @EUPHONOIARC
⠀ ⠀
Sejenak Resonants terdistraksi oleh data-data yang telah mereka lihat melalui ponsel masing-masing.
Hingga tiba-tiba muncul sebuah percikan api yang terlihat dari ujung panggung. Percikan api yang semula kecil, kini membesar, namun anehnya justru seketika membuat mereka terdiam.
Dalam sekali kedipan mata, netra mereka dapat menangkap pemandangan lain di hadapan. Bukan lagi aula yang disulap menjadi teater megah. Bukan lagi aula di dalam villa Elysia yang selama dua minggu ini mereka tempati.
Hanya sebuah studio yang dipenuhi dengan kamera.
Veira mengerjapkan mata, tidak percaya dengan apa yang sedang ia lihat di hadapannya.
⠀ ⠀
蔡, 𝖵𝖤𝖨𝖱𝖠. retweeted
Yuk, for the last time..? 🥺🩷
zeno.fm/radio/euphonoia-soun…





















