Pinned Tweet
Aku tuh kadang random, suka mikir misal sewaktu meninggal sayang banget ya organ tubuh yang masih bisa bermanfaat buat orang lain harus ikut dikebumikan. Dari situ mulai suka browsing donor organ di Internet dan ketemu lah sama yang namanya "Lions Eye Bank Jakarta" (LEBJ).
Asmara retweeted
Percaya gak ada masanya Jakarta seperti ini sehari-hari.
Bis2 turis dari China dan Eropa belanja di Alun2 dan Sarinah.
Lalu badai itu datang.
Turun senang lihat kondisi yang seperti ini.
Efek konser Ye (Kanye West) di GBK kemarin terasa banget.
Bukan cuma stadion yang ramai, kawasan Senayan sampai Sarinah ikut “meledak” belanja.
Ribuan turis mancanegara yang datang khusus nonton (lebih dari 20 ribu tiket luar negeri) masih banyak yang stay dan keliling mall sekitar Senayan + Sarinah hari ini.
Dari by-the-way outfit concert, souvenir, sampai belanja produk lokal—semuanya kena imbas.
Konser internasional emang bukan cuma soal tiket, tapi bawa efek berantai ke ritel, kuliner, dan pariwisata Jakarta.
Asmara retweeted
Abis nonton video KDM yang ngebubarin pedagang kaki lima karena jualan di bahu jalan, semua pedagang diminta beres-beres dan pulang. Sebagai kompensasi, masing-masing dikasih uang Rp2 juta.
Salah satu bapak berbaju biru sempat debat sama KDM.
KDM: “Bapak nggak mau uang Rp2 juta?”
Bapak: “Bukan masalah uangnya, Pak. Saya mikirin ke depannya. Masa masyarakat nggak boleh usaha?”
KDM: “Ya boleh, tapi usahanya di tempat lain.”
Bapak: “Kalau gitu, di mana?”
KDM: “Pokoknya sekarang beresin dulu. Kan udah saya kasih Rp2 juta. Pedagang lain aja mau, masa bapak nggak mau?”
Lucu juga. Ini contoh program pemerintah yang fokusnya kadang lebih ke ngasih solusi sementara daripada menyelesaikan akar masalah.
Pedagang dikasih Rp2 juta, tapi uang itu pasti ada habisnya. Setelah seminggu atau beberapa waktu kemudian, mereka mau jualan di mana? Ada tempat pengganti yang jelas nggak?
Kalau masalah utamanya nggak diselesaikan, ya mereka bakal ketemu masalah yang sama lagi. Mirip kayak MBG, Kopdes, dan program-program lainnya yang seharusnya nggak cuma kasih solusi sementara, tapi juga menyelesaikan akar persoalannya.
Asmara retweeted
Replying to @xyshulu
Staff Griya Lansia sendiri bilang mereka ngadain survey mini ke penghuni panti & dpt kesimpulan klo para penghuni 80% itu menelantarkan istri & anak mereka di masa muda. Seharusnya dgn hasil survey itu mereka gak perlu bikin video2 & narasi seperti itu.
Asmara retweeted
Terima kasih ya 🙏🏽
Mereka yang tidak tahu, akan dengan mudahnya selalu menghakimi. Yang menghakimi tidak akan bisa memahami 🤷🏻♀️
Banyak yg nyinyir Anggun nyanyi “Tanah Airku” karena dia WN Perancis.
Mungkin sebelum nyinyir, coba pahami dulu kenapa Anggun akhirnya memilih menjadi warga negara Perancis.
Anggun pindah ke Perancis bukan karena dia “meninggalkan Indonesia” atau malu menjadi orang Indonesia.
Dia pindah ke sana sejak 1994 untuk membangun karier internasional.
Dalam perjalanannya, paspor Indonesia justru menjadi salah satu kendala buat mobilitasnya sebagai penyanyi internasional.
Dia pernah bercerita soal sulitnya mendapatkan visa untuk beberapa negara, bahkan ada pekerjaan dan agenda promosi yang bisa terganggu karena persoalan paspor. Pada akhirnya, kewarganegaraan Perancis membuat aktivitas profesionalnya jauh lebih mudah.
Dan yg sering dilupakan: Anggun sendiri mengatakan keputusan itu diambil dengan berat hati.
Dia bahkan pernah berharap Indonesia suatu hari mengizinkan kewarganegaraan ganda.
Jadi, kewarganegaraan dan rasa memiliki terhadap tanah air itu dua hal yg berbeda.
Dia memang WN Perancis. Tapi dia lahir, besar dan memulai kariernya di Indonesia.
Lagu “Tanah Airku” yg dia nyanyikan bukan otomatis kehilangan makna hanya karena paspornya sekarang Perancis.
Kalau mau mengukur nasionalisme seseorang cuma dari paspor, berarti kita sedang menyederhanakan sesuatu yg jauh lebih kompleks.
Dan lucunya, ketika seorang Indonesia membawa nama Indonesia ke panggung dunia selama puluhan tahun, yg dipermasalahkan malah paspornya.
Buatku, dia tetap Idola dan orang Indonesia, bahkan beliau sejak tahun 90an selalu promosikan Indonesia.
Kalo kamu jadi Anggun, emang bakal mau punya presiden kayak Pak
Asmara retweeted
I’m deeply touched and humbled to perform at the Closing Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026. To sing with 70.000 souls and to witness the victory of @timnasindonesia 🇮🇩
The evening will forever be tattooed in my core memory.
What a blessing 🥹🙏🏽
Malam yang tidak akan pernah bisa saya lupakan.
Menyanyikan “Tanah Airku” bersama 70.000 orang tadi malam memberikan satu getaran yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya.
Terima kasih Indonesia, terima kasih semesta.
Matur sembah nuwun ingkang tan winates 🥹🙏🏽
Asmara retweeted
Cuma mau mengingatkan, kalau intoleransi itu bikin kalian cepat tua. Si buluk ini kelahiran 97 tp komuknya boros kek APBN 😌😌😌
Sama. Tetangga udah pada pasang ini juga.
Iya makin banyak kucing dan gue tau sebabnya. Ada tetangga yang rajin kasih makan kucing liar di jalanan dan meninggalkan sampah makanan.
Males dikonfrontasi karena liat dari gelagatnya, sulit untuk bicara rasional dengan dia
Asmara retweeted
Gw bilang juga ape
Yg di sini teriak2 islamophobia itu sama aja kek Zionist di sana teriak2 anti semit
Playbooknya sama persis
"Kita itu toleran, buktinya kamu masih hidup, kalo nggak sudah habis kalian"
This Post is from an account that no longer exists. Learn more
Asmara retweeted
If someone told me years ago that I’d be playing a vengeful mastermind villain in a massive action series, that Pencak Silat, Karambit and military grade weapons are in my vocabulary..
I would probably grab a paper bag and frantically breathe in it 😅
What a gift the role of #Amisha is!
#Reacher
Masih inget banget punya tetangga katolik yg baikkk banget suka berbagi makanan, tp kata org rumah suruh buang karena gak tau itu makanan halal apa haram......
Disitulah awal perjalanan gw mulai mempertanyakan agama enih 😂
Setelah setahun berjeda, akhirnya bisa foto di backdrop ini lagi. Rasanya masih sama, excited, nervous dan happy jadi satu. Yang beda cuma bajunya aja, kan? 😉
Asmara retweeted
reminder kalau Makkah pernah diserbu sama pasukan Qaramithah saat musim haji di tahun 317 H. ribuan orang mati bahkan Hajar Aswat pernah dicuri selama kurang lebih 22 tahun. kalo mau pake logika di bawah, kok bisa Allah membiarkan pembantaian kelam terjadi di rumah-Nya?
"Those you invoke instead of Allah cannot help you at all, nor can they help themselves."
(Surah Al-Araf 197)
Readers added context they thought people might want to know
The video is old 2024 Nepal flood footage from Chitwan, not recent 2026 events where levels at the site stayed below danger marks and did not overwhelm the area as shown.
srilanka.factcrescendo.com/english/buddha…
reuters.com/business/envir…
facebook.com/kathmandupost/…
Asmara retweeted
kemarin nyimak streaming ibadah di salah satu gereja besar di Jateng, pendetanya bilang:
- "Puji Tuhan, kita punya presiden yang hebat!! "
dalam hati langsung batin:
hah .. ???? 😐😐😐
tapi kemudian disambung:
- "... hebat ... bisa membuat orang terpanggil untuk berdoa. kalau ngga presiden ini, banyak orang yang nggak mau berdoa ... ... ... dan akhirnya karena masalah yang begitu banyak, kita mau berdoa semua"
ohh 😐🙃
Asmara retweeted
Ini gw inget pernah baca… ini awalnya gara2 Arjuna semacem kek penasaran gitu sama wujud asli Khrisna… kalau ga salah dia ngomong
“Jika Engkau menganggap aku mampu melihatnya, tunjukkanlah kepadaku wujud-mu yang tidak dapat binasa.”
Akhirnya Arjuna dikasih divya caksu supaya bisa liat wujud asli Khrisna. Arjuna ngeliat macem2 kalau ga salah ada wujud banyak wajah dan mata, berbagai bentuk dewa dan para dewa, seluruh makhluk, berbagai bagian alam semesta,cahaya yang terang banget, sama segala sesuatu kayak nyatu dalam satu kesatuan gitu.
Di wujud nya bener2 gabungan dari keindahan dan kengerian yang menyatu, ngelambangin seluruh entitas dan waktu itu sendiri.































