Ariyo Bimmo Soedjono, S.H, LL.M retweeted
Inilah perbedaan yang kerja dan yang omon-omon.
Yang kerja menghasilkan efek jangka panjang bagi rakyat.
Yang omon-omon hanya menghasilkan masalah berkepanjangan.
Ariyo Bimmo Soedjono, S.H, LL.M retweeted
Mantap 💪
Cegah Karhutla Meluas, Presiden Prabowo Instruksikan Penambahan 70 Ribu Polisi Hutan metrotvnews.com/play/ba4CvOJ…
Ariyo Bimmo Soedjono, S.H, LL.M retweeted
Mungkin upaya membodoh-bodohi ini gak terlalu diseriusi oleh fraksi-fraksi di DPR karena banyak dari mereka yang kuliah di luar negeri jadi ngerti apa itu program pathway, jenis, kategori selesai & kesetaraan levelnya di dalam negeri. Padahal kalau diseriusi seru juga 😁.
Gibran bin Jokowi kabarnya mengambil program Diploma of Business di UTS Insearch, Sydney. Tapi tidak selesai. Karenanya, hanya mendapat 𝘊𝘦𝘳𝘵𝘪𝘧𝘪𝘤𝘢𝘵𝘦 𝘰𝘧 𝘈𝘵𝘵𝘦𝘯𝘥𝘢𝘯𝘤𝘦.
Kenapa tidak selesai? Hakim Konstitusi Saldi sempat mengatakan ada mata kuliahnya yang tidak lulus. Berapa mata kuliah?
Ini contoh bukti kelulusan program Diploma of Business di Monash College. Gibran jelas tidak punya dokumen seperti ini.
Tanya kenapa?
Ariyo Bimmo Soedjono, S.H, LL.M retweeted
Salah ❌
Yang ajukan Gibran Rakabuming Raka itu adalah Partai Politik atau gabungan partai politik, begitu menurut UUD dan UU ✍️
Setelah diajukan lalu diperiksa oleh lembega penyelenggara pemilu, diawasi oleh banyak lembaga baik dalam maupun luar negeri.
Jadi, pada saat itu tidak ada masalah seperti yang dibawa oleh Denny dkk, jadi dinyatakan sah dan konstitusional.
Sekarang MK pun bilang ngga ditenujant dan tuntutan para pemohon tidak diterima 📩
Sekarang Gibran Rakabuming Raka adalah Wapres RI yang sah dan konstitusional.
@_Sadewa__ dkk dipersilahkan ngomel-ngomel lagi 👍
Yg ajukan penyetaraan ijazah Gibran.
Yg pakai untuk pencalonan Gibran.
Yg diuntungkan Gibran.
Tapi kenapa Gibran anak Jokowi nggak boleh dituduh berbohong?
Bisa jawab bro @DedynurPalakka @DianSandiU @sigitwid @Uki23 ?
Ariyo Bimmo Soedjono, S.H, LL.M retweeted
Kalau mau jujur 1 hal saja poinnya.
Jokowi memang lebih perhatian terhadap sepak bola dibanding Prabowo.
Buktinya Presiden FIFA aja bisa ampe "segitunya" diperlakukan pas era Jokowi.
Bintang Jasa Pratama diberikan oleh Jokowi kepada dia
Gilsss, tadi Jokowi nonton bola didampingi Kaesang di tribun rakyat jelata 🙈🙈
Mau gimana pun, tadi di stadion kelihatan banget kalau Jokowi masih “dicintai”. Tapi pas Prabowo disorot, malah disambut “huuuuuuuuuuu” sama warga GBK.
Gue malah ikut deg-degan, sampai mikir, “Duh pekewuh sama tamu, masa Presiden sendiri disorakin sih!”
Gokil juga sih tadi pagi. Jokowi kayak dipermalukan di tengah lapangan, nggak disalami Prabowo, lalu malah jalan bareng Beye.
Ealahhh, gaya Presiden begini lama-lama rakyat makin muak nggak sih?
Ariyo Bimmo Soedjono, S.H, LL.M retweeted
Gw senang banget karena yg ngomong itu Andi Mallarangeng langsung, petinggi Demokrat.
Jadi lbh fair.
Gen Z juga udah pilih Prabowo - Gibran lho. Pada dasarnya, semua yang beda pilihan dengan anda bodoh, gitu kan maksudnya?
Ariyo Bimmo Soedjono, S.H, LL.M retweeted
Anda menggelinjang, berguling guling bak diatas bara api, kami 🕺🕺 riang gembira.😁
Ariyo Bimmo Soedjono, S.H, LL.M retweeted
Selamat dan sukses.
Semoga semakin bermanfaat untuk rakyat.
Ariyo Bimmo Soedjono, S.H, LL.M retweeted
Beliau ini juga punya peluang besar untuk menjadi pemimpin nasional, namanya KDM.
Metode pendekatan politiknya "Jokowisme" atau biasa kita kenal blusukan.
Bagaimana menurutmu 🤔💭
Ariyo Bimmo Soedjono, S.H, LL.M retweeted
Prof Erma sepertinya perlu periksa lagi dinamika dan proses pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wapresnya Prabowo Subianto.
Ingat bahwa Jokowi tidak bisa mencalonkan Gibran Rakabuming Raka.
Yang bisa mencalonkan pasangan Presiden dan Wapres menurut UUD 45 adalah partai politik atau gabungan partai politik.
Jadi ngga ada urusannya sama Jokowi sama sekali.
Bahwa Gibran Rakabuming Raka adalah anak Jokowi itu jelas, tapi ini juga sebenarnya ngga ada hubungannya karena Gibran Rakabuming Raka itu adalah warga negara Indonesia yang punya hak yang sama dalam urusan berpartisipasi dalam pemerintahan.
Problemnya saat itu calon Wapres paling populer menurut lembaga-lembaga survey terkemuka adalah Gibran Rakabuming Raka maka ini cukup menghawatirkan lawan-lawan politik Prabowo Subianto.
Apalagi ada "rumor politik" yang beredar pada saat itu di mana telunjuk Jokowi mengarah 👉 maka di sana peluang kemenangan sangat besar.
Mengapa ❓
Karena tingkat kepercayaan publik pada pemerintahan Jokowi pada saat itu adalah 83% dan itu tergolong sangat tinggi untuk pemerintahan yang sebentar lagi berakhir.
Jadi faktor Gibran Rakabuming Raka ini sangat kompleks jika dilihat dalam kacamata yang lebih obyektif.
Apalagi menurut UUD 45 yang menentukan apakah pasangan Presiden dan Wapres terpilih atau tidak adalah rakyat, jadi faktor anak Presiden tidak serta merta membuat seseorang bisa terpilih.
Jadi Bu Prof Erma mungkin perlu segera move on dari kejengkelan personal pada sosok Jokowi, karena itu jelas sangat baik buat kesehatan pikiran dan jiwa.
Indonesia sudah memilih dan apapun pilihan yang dibuat oleh rakyat Indonesia adalah yang terbaik 👍💯
-Dedy Nur Palakka
Rakyat Biasa ✍️




























