Andien retweeted
Replying to @callmepiraa
Ketika kalian jadi dewasa kalian bakal paham kalo ini relate bgt guys. Saling cinta tapi gak jodoh. Saling sayang tapi takdir gak menyatukan. Kaya ok mau sekuat apapun nyoba buat bertahan ujung²nya pisah juga. Kaya emg ada org² yg ditakdirkan buat jadi masa lalu kita.
Andien retweeted
setelahh orang hutan, gajah, monyett, sekarangg nangisin burungg. ya Allah banyak sekali makhlukmu yang jadi korban keserakahan manusiaa😭😭💔
Andien retweeted
$DEWA: A Sell for Me
Next stock: $DEWA.
For me, it is a sell.
The reason is actually very simple. Whenever I see a stock being aggressively promoted by Tjoe Ay, my instinct is to examine the other side of the trade and ask one question: who is providing the exit liquidity?
We have seen versions of this movie before: Bukalapak, the digital-bank mania, and various conglomerate stocks. The recurring pattern, in my view, is powerful narratives attracting retail money, valuations becoming increasingly detached from fundamentals, and passive or index-related flows helping sustain the trade.
When those passive flows disappear, somebody still has to hold the stock.
Be very careful that somebody is not you.
I would also be cautious about calling any firm a “Ponzi scheme” without hard evidence. My criticism is simpler and, frankly, more important for investors: I am deeply skeptical of an investment approach that appears overly dependent on narrative, liquidity, index inclusion and a continuous supply of new buyers rather than sustainable earnings and cash-flow generation.
And if someone claims to possess extraordinary stock-picking ability, the obvious question is whether that ability survives in deep, liquid and highly competitive markets where there is far less room for liquidity dynamics to dominate fundamentals. The US market is available to everyone. Ask her to venture to US market.
Ultimately, never outsource your thinking to a famous investor, fund manager, influencer, broker, or promoter, including me.
Understand the business. Study the cash flow. Question the valuation. Understand who owns the stock and why.
Most importantly, always ask:
If everyone is being told to buy, who is selling to them?
Be very careful who you listen to.
Andien retweeted
Ngomong-ngomong soal CDS, kalian pernah nonton film The Big Short gak? Di film itu, Michael Burry bikin heboh Wall Street karena ngeborong instrumen bernama CDS (Credit Default Swap).
Buat yang masih bingung apa itu CDS dan gimana cara kerjanya, berikut saya coba sederhanakan penjelasannya:
Bayangin kamu minjemin uang jajan Rp1 juta ke temenmu, Budi, buat beli sepeda. Budi janji bakal balikin uangnya tahun depan.
Tapi kamu khawatir: "Gimana kalau sepedanya hilang atau Budi gak punya uang buat balikin?"
Lalu datang temenmu yang lain, namanya Anto. Anto bilang:
"Sini bayar ke aku Rp10 ribu per bulan. Kalau Budi sampai kabur dan gak bisa bayar utangnya, aku yang bakal ganti uang Rp1 juta kamu full."
Uang Rp10 ribu per bulan itu adalah premi CDS-nya (biaya asuransi risiko utang).
Kalau Budi anak baik-baik dan makin kaya --> Budi makin dipercaya. Orang yang baru mau beli jaminan ke Anto bakal dikasih harga lebih murah, misal cukup Rp5 ribu per bulan.
Tapi kalau Budi mulai nakal, sering bolos, dan terancam putus sekolah --> Semua orang jadi tau Budi anak berisiko. Kalau kamu baru mau beli jaminan ke Anto saat itu, Anto bakal minta bayaran jauh lebih mahal, misal Rp100 ribu per bulan!
Di dunia finansial, "Budi" itu adalah negara (seperti Indonesia).
Kalau investor global merasa ekonomi/politik kita lagi berisiko, harga jaminan (CDS) ini langsung melonjak mahal.
Makanya, daripada denger simpang siur macem-macem di medsos, mas Almer bilang coba pantau 3 hal: pergerakan kurs, yield SBN, dan CDS. Itu indikator paling jujur yang memperlihatkan apakah smart money global lagi tenang atau cemas soal ekonomi Indonesia.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengundurkan diri, efektif 25 Juli.
Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior, ditunjuk jadi Pejabat Sementara sesuai UU BI.
Hari ini bakal banyak sekali narasi, negatif ataupun positif.
Perhatikan market reaction-nya.
Selain itu noise.
Yang informatif cuma tiga: kurs, CDS, dan yield SBN.
Di situ informasi paling jujur yang kasih tau apa yang sebenarnya market pikir.
Andien retweeted
ibu ini cerita kenapa Nadiem Disingkirkan:
- Digitalisasi ancam koruptor= mereka gk bisa korupsi lg
- kebijakan berbasis data bikin penyelewengan ketahuan
- Putus rantai vendor lama
- pindah ke Chrome OS bikin vendor Microsoft & pelatih lama kehilangan income
- Hapus ujian nasional
- hilangkan proyek kertas, buku, soal ujian bernilai miliaran
- hapus jual beli kunci jawaban
- Dana BOS jadi transparan
- laporan terintegrasi, tidak bisa lagi lapor fiktif
- Angkat 700.000 guru PPPK
- ganggu sistem jual beli jabatan yang sudah lama berjalan
- Tidak paham adat
- masuk kolam kotor tapi mau bersih-bersih
- Nadiem disingkirkan karena terlalu banyak pihak kehilangan uang dari pusat sampai daerah
Andien retweeted
Baru nonton laporan Bloomberg tentang ekonomi Indonesia.
Dan laporan tersebut dimulai dengan gorengan.
Betul, saudara2, gorengan.
Ternyata narasinya adalah tentang deep fried stock, alias saham gorengan. Menarik, enak, tapi gak sehat 🤣🤣🤣
Akhirnya bahasa Indonesia bisa memberi sumbangan untuk kosakata finance dunia, guys
Andien retweeted
Selalu penasaran, gimana caranya tukang buah tuh dapet untung, ya? Padahal gua beli buah cuma 2 aja besoknya udah pada gabisa dimakan.. LAH INI SATU TOKO gimana handle nya😭😭😭
cc:threadumbarasm
Andien retweeted
Banyak yang tanya soal settingan RSI yang saya pakai. Ini settingan pribadi saya (Length 10), bukan default 14. Bedanya apa? Ini jauh lebih cepat buat nangkep momentum.
Jangan dijual, dan jangan sok-sokan self claim seolah ini kalian yang cari tahu sendiri.
Saya bagikan gratis buat teman-teman belajar, tolong hargai itu. Silakan di backtest.
Andien retweeted
Pernah dengar ikan Remora? Di lautan, ikan kecil ini berani banget nempel di perut hiu putih raksasa. Tujuannya cuma satu: nebeng makan dari sisa-sisa mangsa si hiu tanpa perlu capek berburu. Nah, di bursa saham, kita juga bisa pakai strategi Remora ini buat cuan. Credits to @TaryokoL
Andien retweeted
Buat yang MALAS MEMBACA tapi BUKAN PARJO PARCOK. Saya bantu translasi article the Economist biar ga IKUTAN DUNGU teriak antek asing dan "semua akan hilang ketika IHSG bullish":
"Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, pernah menyaksikan negaranya hancur sebelumnya. Itu terjadi pada tahun 1998, saat krisis keuangan Asia. Kala itu, runtuhnya ekonomi memicu protes massa dan tumbangnya bapak mertua Pak Prabowo, Suharto, seorang diktator yang terkenal korup. Peristiwa itu juga melemparkan Pak Prabowo, yang sempat berharap bisa menggantikan Suharto, ke dalam pengasingan politik. Butuh waktu seperempat abad baginya untuk merangkak kembali, hingga akhirnya berhasil meraih kursi nomor satu pada tahun 2024.
Jadi, Anda mungkin berpikir dia akan sangat berhati-hati terhadap krisis fiskal lainnya: Anda salah.
Pemimpin negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia ini telah memusatkan kekuasaan dan mengelilingi dirinya dengan sekelompok penjilat. Dia mendepak menteri keuangan yang dihormati dan menggantinya dengan Purbaya Yudhi Sadewa, yang pernah menyebut IMF "bodoh" dan mengatakan kepada The Economist pada bulan April bahwa presiden tidak perlu khawatir tentang "perkembangan ekonomi global [atau] harga minyak dunia". Para pelaku bisnis di Indonesia takut untuk bersuara, mungkin karena Pak Prabowo adalah mantan jenderal antikritik dengan rekam jejak hak asasi manusia yang dipertanyakan, atau mungkin karena belakangan ini dia kerap mengintimidasi bisnis-bisnis besar.
Pak Prabowo tampaknya mengisolasi diri dari kenyataan. Jadi, dia mungkin tidak akan mendengarkan nasihat yang masuk akal. Namun, inilah beberapa masukan untuknya. Proyek-proyek kesayangannya tidak terjangkau. Sebelum perang Iran, menghabiskan proyeksi 10% dari anggaran hanya untuk dua proyek saja—makan siang gratis di sekolah dan jaringan 80.000 koperasi desa—hanya sekadar pemborosan. Sekarang, krisis energi telah menghapus semua ruang untuk melakukan kesalahan. Pak Prabowo harus mengubah arah atau menghadapi risiko krisis.
Dia harus memotong pengeluaran untuk proyek-proyek kesayangannya, atau memangkas subsidi bahan bakar fosil Indonesia yang sangat besar, atau melanggar undang-undang yang membatasi defisit anggaran sebesar 3% dari PDB. Setiap pilihan memiliki risiko. Memangkas proyek mubazirnya akan membuatnya tampak lemah. Membiarkan harga energi naik akan mengundang kerusuhan. Jadi, Pak Prabowo mungkin akan mengambil jalan ketiga: membiarkan defisit menembus batas hukumnya.
Itu akan menjadi sebuah kesalahan. Memang benar, batas 3% adalah angka sewenang-wenang yang disalin-tempel dari Perjanjian Maastricht Eropa. Namun sejak krisis 1998, angka itu telah menjadi sinyal bahwa pemerintah Indonesia serius menjaga disiplin fiskal. Sekarang para investor mulai cemas. Pembayaran bunga sebagai bagian dari pendapatan pemerintah melonjak tajam. Lembaga pemeringkat kredit sedang bersiap untuk menurunkan peringkat. Di bawah kepemimpinan Pak Prabowo, modal asing senilai $6 miliar telah keluar dan rupiah telah melemah sebesar 11% terhadap dolar ke rekor terendah. Menjebol batas anggaran akan mendorong biaya pinjaman menjadi lebih tinggi.
Bahkan saat dia membuat ekonomi menjadi lebih genting, Pak Prabowo juga mengikis demokrasi Indonesia. Oposisi legislatif hampir sepenuhnya dilumpuhkan, dan proposal untuk mengakhiri pemilihan langsung gubernur provinsi bukan merupakan pertanda baik. Masyarakat sipil diintimidasi. Ruang untuk berbeda pendapat sangat sedikit, dan jika ada, minim pergulatan kreatif antar-gagasan yang saling bersaing. Terlalu banyak hal yang bergantung pada naluri seorang mantan tentara tunggal yang mendapat saran buruk.
Dia perlu mendengar kebenaran yang pahit. Ya, bahan bakar murah memang populer. Namun hal itu mendorong konsumsi di tengah situasi kelangkaan. Ya, orang-orang menyukai makan siang gratis di sekolah. Namun memberikannya kepada semua orang adalah pemborosan. Lebih bijaksana untuk fokus pada ibu hamil dan balita dari keluarga miskin, yang membutuhkan nutrisi lebih baik guna mencegah stunting (tengkes). Ya, petani Indonesia kerap diperas oleh tengkulak saat membeli pupuk. Namun ada cara yang lebih murah untuk mengatasi hal ini ketimbang membangun 80.000 koperasi desa, yang kemungkinan besar justru rentan korupsi. Dan ya, batas defisit 3% bisa saja dinaikkan suatu hari nanti. Namun pertama-tama, Pak Prabowo harus meyakinkan pasar bahwa keuangan Indonesia berada di tangan yang aman.
Persimpangan jalan baru
Indonesia telah membuat kemajuan besar dalam seperempat abad terakhir. Di bawah serangkaian pemerintahan yang cukup pragmatis, pendapatan per kapita telah meningkat lebih dari dua kali lapor dan demokrasi mulai berakar. Pak Prabowo bukanlah penguasa kleptokratis seperti mendiang bapak mertuanya, tetapi dia sedang mengikis kemajuan yang telah dicapai negaranya sejak masa-masa kelam dulu.
Presiden harus berhenti mencoba membungkam oposisi di legislatif, media, dan masyarakat sipil. Perbedaan pendapat yang tidak menemukan saluran dalam politik akan tumpah ke jalanan, seperti yang terjadi dalam kerusuhan tahun lalu. Bersikeras bahwa oposisi harus "sopan" adalah resep yang suatu hari nanti justru bisa mengubahnya menjadi kekerasan.
Masih ada harapan. Pak Prabowo peduli dengan warisan kepemimpinannya. Jadi, dia perlu menyadari bahwa negara kepulauan yang sangat besar, luas, dan multi-etnis seperti Indonesia tidak bisa begitu saja diberi perintah layaknya sebuah unit tentara. Indonesia membutuhkan seorang panglima tertinggi yang mendengarkan banyak suara, bukan yang mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang hanya bisa berkata "ya""
Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths econ.st/3RE0Fum
Photo: Getty Images
Karena ada yg request, aku bagiin kali ini, rumus screener saham Stochastic Golden Cross (GC) dengan aplikasi Data Saham Indonesia
.
1. Stochastic GC 10,5,5
Aku tambahkan dgn rata2 value 5 hafi 1b
Dan masuk ke top frequency 100 besar
Supaya hasil gak kebayakan👍
Replying to @rinalpov
pak tau formula stochastic GC rasio 10.5.5 cara input di screener nya gimana yaa?
Andien retweeted
Kasus Nadiem sampai masuk New York Times.
Hukum di Indonesia di jadikan bahan olokan internasional atas akal-akalan kasus ini.
@prabowo
nytimes.com/2026/05/13/world…
Andien retweeted
Replying to @redaksilain
Setelah baca ini, pengadaan fasilitas untuk MBG lebih ngga masuk akal.
Andien retweeted
This is absolutely insane.
President Trump is currently flying to China with all of the following people to request "deals" with China's President Xi:
1. Elon Musk, Tesla and SpaceX CEO
2. Jensen Huang, Nvidia CEO
3. Tim Cook, Apple CEO
4. Larry Fink, BlackRock CEO
5. Stephen Schwarzman, Blackstone CEO
6. Kelly Ortberg, Boeing CEO
7. Brian Sikes, Cargill CEO
8. Jane Fraser, Citigroup CEO
9. Larry Culp, General Electric CEO
10. David Solomon, Goldman Sachs CEO
11. Sanjay Mehrotra, Micron CEO
12. Cristiano Amon, Qualcomm CEO
President Trump also says there are "many other" CEOs joining him on the trip who have not yet been disclosed.
Never in history has such a trip even remotely near this scale and caliber occurred.
This Trump-Xi meeting is far bigger than most realize.
Andien retweeted
Guys, ada foto yang menurut gue bicara lebih keras dari seribu pidato kenegaraan.
Di foto itu ada Lawrence Wong Perdana Menteri Singapura.
Dia tiba di Cebu untuk KTT ASEAN.
Naik Singapore Airlines.
Penerbangan komersial biasa.
Turun dari garbarata seperti penumpang biasa.
Tidak ada foto dramatis keluar dari pesawat karena memang tidak ada yang spesial untuk difoto dia cuma turun dari pesawat komersial layaknya orang normal.
Di hari yang sama Prabowo tiba di Cebu dengan pesawat kenegaraan.
Diiringi Hercules yang khusus membawa Maung
dan segala kebutuhan rombongan.
Konteksnya yang membuat ini makin menohok:
Singapura adalah salah satu kreditor terbesar Indonesia.
Utang Indonesia ke Singapura gabungan swasta, BUMN, dan berbagai instrumen lainnya mendekati Rp1.000 triliun.
Jadi analoginya begini:
ada orang yang punya utang ratusan miliar ke tetangganya.
Terus ada acara arisan di kompleks.
Si tetangga yang punya piutang ratusan miliar itu datang naik ojek santai, tidak perlu pamer.
Sementara si yang punya utang ratusan miliar datang naik Lexus dikawal Alphard dan Innova berjejer.
Itu bukan gaya hidup orang kaya.
Itu gaya hidup orang yang ingin terlihat kaya.
Dan bedanya sangat jauh.
Yang paling ironis:
Maung kendaraan yang dibawa dengan Hercules untuk dipamerkan di KTT ASEAN adalah mobil yang komponen lokalnya masih diperdebatkan.
Masih banyak bagian yang diimpor.
Masih jauh dari bisa disebut produk murni Indonesia.
Jadi kita membawa Hercules khusus untuk memamerkan mobil yang belum sepenuhnya Indonesia ke forum internasional sementara PM negara yang kita utangi hampir Rp1.000 triliun datang naik penerbangan komersial tanpa drama apapun.
Dan yang paling menyakitkan:
Prabowo dan Gerindra dulu adalah yang paling keras menyindir gaya pamer pemerintah sebelumnya.
Mereka yang paling lantang bicara soal efisiensi, kesederhanaan, dan tidak menghamburkan uang negara untuk gengsi.
Hari ini tidak ada yang bisa menjelaskan dengan muka lurus kenapa PM negara sekaya Singapura cukup naik SQ komersial,
sementara Indonesia yang defisit anggarannya Rp240 triliun di Q1 2026 saja merasa perlu membawa Hercules untuk urusan protokoler kenegaraan.
Kesederhanaan bukan tanda kelemahan.
Lawrence Wong tidak terlihat lemah dengan naik penerbangan komersial.
Justru sebaliknya dia terlihat seperti pemimpin yang tahu bahwa uang negara bukan untuk membiayai penampilan.
Sementara kita dengan segala tekanan fiskal, rupiah yang tertekan, dan defisit yang melebar masih merasa perlu membuktikan sesuatu dengan cara yang justru memperlihatkan ketidakamanan kita sendiri.
Bangsa yang benar-benar besar
tidak perlu selalu terlihat besar.
Bangsa yang benar-benar percaya diri tidak perlu membawa Hercules untuk membuktikannya.




































