
⠀⠀⠀TENTH .⠀ — ; Ok, 𝘸𝘪𝘵𝘩 𝙮𝙤𝙪, @silveredawn, let's run into t̲h̲i̲s̲ 𝑷𝑯𝑬𝑵𝑶𝑴𝑬𝑵𝑶𝑵 .
Joined September 2023
- Tweets1.8K
- Following124
- Followers128
- Likes95
at how Tenn handled the kettle, like when he watches out for his little brother.
"There was this one scene when I had to cry in sorrow, I want it to be perfect so I used my voice all-in, and now it feels sore." TRIGGER always give their best, and so does Ryuu. (+)
But sometimes it brings side effects like this; even though the youngest always reminded them to take care of their condition.
He really needs to learn a lot from Tenn.
"—and how about you, Tenn? Everything's alright with your schedules?"
[ @9jo_Tenn ]
Replying to @9jo_Tenn
The brunette had just arrived in the living room, eyes were not so focused yet but he did knew from the greetings. His smile automatically arose, finding out the youngest was already with his own apron.
"Mwornin'—" he stopped for a second, looking somewhat puzzled, "—Tenn." (+)
The filming was intense and lasted all night that his voice altered a bit, even Ryuu surprised by himself. He chuckled awkwardly, hoping Tenn wouldn't be so mad about his condition this morning 💧
[ @9jo_Tenn ]
Layar ponsel masih tunjukkan satu nama beserta detail kontaknya; hanya tinggal satu langkah lagi maka telepon akan tersambung pada nomor itu.
Tapi mengapa begitu ragu menekannya.
Menghela pelan, tak ada gunanya bimbang. Lagipula, ia yakin @silveredawn takkan keberatan.
⠀⠀⠀"Mm, syukurlah kalau menarik."
Ia terkekeh lagi, kali ini jelas menutupi canggungnya. Gugup kembali menyergap, bila berkaitan dengan mantan Presdir-nya... pastilah kini Gaku sedang berfokus pada film, tak seharusnya ia mengganggu. (+)
⠀⠀⠀"Terima kasih atas waktunya, Gaku. Aku tak enak mengganggumu menonton film, haha."
Gigit bawah bibirnya, semua akan sia-sia bila ia tak mengatakannya—
⠀⠀⠀"—aku hanya merindukanmu."
[ @silveredawn ]
Replying to @silveredawn
Hela pelan mungkin dapat didengar oleh Gaku di seberang sana, lega karena sepertinya Gaku sedang luang. Yang bisa diartikan ia tidak sedang ganggu pria itu...
⠀⠀⠀"Aku baru pulang beberapa saat yang lalu, sekarang duduk di sofa, hahah."
Kekeh mengudara, harapnya membuat (+)
percakapan ini tidak terlalu canggung.
⠀⠀⠀"Kalau Gaku? Apa sedang menonton film?"
Menebak saja, karena itu yang biasa dilakukan oleh Gaku ketika sedang luang.
[ @silveredawn ]
Replying to @silveredawn
D-diangkat dengan cepat.
Ryuu menelan kasar, gugup buat tenggorokan terasa begitu kering.
Ia melirik pada jendela balkon apartemennya, seakan dengan ia lakukan itu, ia mendapat keberanian.
⠀⠀⠀"Selamat malam, Gaku. Ah, maaf menghubungimu tiba-tiba..."
Jeda sesaat, (+)
ia harus beralasan apa tuk menutupi sebab asli dirinya lakukan panggilan ini?
⠀⠀⠀"Uhm, apa kau sedang sibuk sekarang?"
[ @silveredawn ]
📩
"Selamat ulang tahun, Torao-kun! Semoga tahun ini menjadi keberuntungan untukmu, bersama teman-teman ZOOL juga!
P.s : Tolong kirim pesan singkat saat kau sudah terima kiriman ini, ya?"
[ @sacrisize ]
Replying to @silveredawn
Ah, rupanya benar. Ia selalu menyukai kopi buatan Gaku—yang jelas ini tak berdasar hanya dari teknik pembuatannya saja. Mereka tidak selalu dapat waktu nikmati sarapan, karena jadwal padat mereka, namun beberapa kali saling bertukar jadi yang siapkan sarapan dikala senggang. (+)
Yeah, ia juga rindu. Kalau boleh mengaku begitu.
Nada bersemangat dari Gaku buat senyumnya melebar, turut antusias. "Benarkah? Hebat, membuat Croissant tidak mudah, lho," pujinya sebelum ia menyobek pastri itu dan memakannya. "Hmm! Rasanya pun enak sekali!"
[ @silveredawn ]
十、Ryunosuke retweeted
“pagi, @amberedusk.” tersenyum kecil kepada sosok yang lebih tua sembari membawakan beberapa cemilan—croissant dan cappucino secangkir untuk sarapan. “lihat, aku membawa apa untukmu!”
十、Ryunosuke retweeted
ㅤ
Dear, Ryunosuke
Happy Valentine's day...
I sent you chocolate from England, it is premium because the best chef from my family favorite cake store who made it.
If you have more time, can we go somewhere together...? I wonder.
— Torao Mido
ㅤㅤ
Mungkin semesta ingin tunjukkan hal lain untuknya.
Bukan surel menumpuk pada iPad, bukan hiruk-pikuk dapur utama resto, bukan beragam orang silih berganti lewati pintu masuk hotel. Denting kaleng itu bagai hipnotis dirinya, menyuruhnya untuk sejenak menjeda pikiran, (+)
dan nikmati apa yang semesta beri untuknya.
Ya, pria silver di sebelahnya.
Dari dulu pun, Gaku Yaotome selalu hadir di sisinya.
"—Gaku." Ia turut tersenyum, meski tak secerah sosok di samping. "Kau sedikit mengagetkanku."
[ @silveredawn ]









