@already_dedi
iAccount based inIndonesia
About this account
- Account based in
- Indonesia
- Connected via
- Indonesia Android App
Account-level information from X, not a live location or the device used for a specific post.
From SUM41 to Luciano Pavarotti
Joined August 2009
- Tweets6.2K
- Following113
- Followers110
- Likes272
Ded retweeted
aku sama suami sejak pacaran udah sepakat gak mau punya anak, atau setidaknya menunda sampai waktu yang gak ditentukan. tapi semua berubah sejak aku liat suamiku ngajarin adekku ngaji... aku langsung kayak I WANT TO HAVE A CHILD WITH HIM.
You’re unable to view this Post because this account owner limits who can view their Posts. Learn more
Ded retweeted
Warga Pekanbaru diminta mewaspadai oknum yang mengaku dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pekanbaru.
Modusnya tiba-tiba menelepon targetnya untuk dijadikan korban, kemudian oknum tersebut sampai berani meminta data pribadi.
#infoPKU
Ded retweeted
Saat itu lagu milik Tiffany, “If Love Is Blind”, sering kali diputar entah siang atau malam hari. Pop ballad yang dinyanyikan idola remaja Amerika yang sedang beranjak menjadi penyanyi dewasa. Beberapa lagu Tiffany saya dengar lewat adik bapak saya yang sedang beranjak dewasa di tahun 93, tapi lagu inilah yang selalu diputar hingga saya bisa tahu liriknya. Gaya pop dance milik doi sudah mulai ditinggalkan, berganti dengan materi yang lebih dewasa dan nuansa pop ballad yang lebih lembut.
Lagu ini dirilis pada 1993 dan menjadi salah satu singel dari album Dreams Never Die, menandai fase baru dalam perjalanan Tiffany setelah kesuksesan besar di akhir 80-an lewat “I Think We’re Alone Now” dan “Could’ve Been”. Buat saya, “If Love Is Blind” tetap punya tempat sendiri karena selalu membawa kembali suasana ketika lagu-lagu pop 90-an masih begitu mudah terdengar dari radio, siang maupun malam.
Ded retweeted
STOP bilang isi 50 ribu di SPBU !!
JANGAN TERTIPU !!
Yuk dengerin bongkar trik di mesin pom bensin dan rahasia takarannya yang kita ga tau guys..
Ded retweeted
kenalin, kantor pusat saya.
nouverse.tech
sekotak, segede kotak makan. nggak ada kursi, nggak ada AC, nggak ada yang bolos, nggak ada yg drama, nggak ada yg saling sikut.
karyawannya ada 6, nih saya kenalin.
Ded retweeted
Ada orang Jerman yg tahu Sisingamangara, asal-mula suku dan bahasa Batak, lebih dalam dari hampir semua orang Batak.
Namanya Uli Kozok.
Tapi dia dirisak, oleh Batak yg menolak kebenaran dari sumber primer krn tidak sesuai dgn pitutur
Ada orang Jerman yang tahu Pela-Gandong lebih dalam dari kebanyakan orang Maluku.
Namanya Dieter Bartels.
Dieter Bartels selesai dari sekolah periklanan di Jerman. Tapi beliau tidak mau menghabiskan sisa hidupnya di kantor percetakan. Jadi Beliau pergi. Keliling dunia. Salah satu tujuannya: Indonesia.
Tahun 1964, pertama kali menginjakkan kaki di sini dengan visa turis 2 minggu.
Namun ternyata tinggal selama 3 bulan.
Visa diperpanjang tiap dua minggu, ceritanya waktu itu masih bisa diurus lewat polisi setempat. Dan rupanya Indonesia terlalu nyaman untuk ditinggalkan begitu saja.
Singkat cerita, beliau sampai di Amerika Serikat. Tidak punya ijazah SMA. Masuk Community College. Dapat nilai tertinggi. Diizinkan lanjut kuliah. Akhirnya sampai di Cornell University, New York dan sedang mengerjakan disertasi untuk gelar Ph.D.
Waktu itu beliau sedang ada di Belanda. Dan di sana beliau menyaksikan sesuatu yang mengubah arah penelitiannya selamanya.
Sekelompok pemuda Maluku melakukan pembunuhan terhadap seorang polisi di depan Kedutaan Besar Jerman di Den Haag(1970an).
Beliau bertanya, Siapa orang-orang ini?
Karena penasaran, beliau kembali ke perpustakaan Cornell. Membaca semua yang bisa ditemukan tentang Maluku, mulai dari zaman Portugis.
Dan tahun 1974, beliau terbang lagi ke Indonesia. Mengajukan izin penelitian. Masuk ke Maluku Tengah. Kebetulan yang tidak pernah beliau rencanakan, tapi tidak pernah beliau sesali.
Penelitiannya berfokus pada satu hal yang dianggap banyak orang sudah cukup diketahui:
Pela-Gandong.
Ikatan persaudaraan lintas agama yang selama berabad-abad menjadi perekat komunitas Muslim dan Kristen di Maluku Tengah.
Salah satu bukunya "Dibawah Naungan Gunung Nunusaku" sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan menjadi salah satu referensi paling penting tentang budaya Maluku.
Ada dua jilid, Jilid 1 Kebudayaan dan Jilid 2 Sejarah.
Lalu 1999 datang.
Kerusuhan. Konflik. Maluku terbakar.
Dieter Bartels tetap datang.
Bukan untuk meneliti. Tapi karena dia perlu tahu sendiri apa yang sedang terjadi dan kenapa sesuatu yang seharusnya menjadi perekat, justru gagal menahan perpecahan.
"Kerusuhan seharusnya tidak terjadi jika semua elemen masyarakat mengerti betul apa itu Pela-Gandong," katanya.
Sekarang usianya sudah tidak lagi muda.
Tapi hampir setiap tahun, dia masih kembali ke Maluku. Masih meneliti. Masih bertanya.
Di pengantar bukunya, ada satu kalimat dari penulisnya yang sulit saya lupakan:
"Prof. Bartels adalah orang Maluku — lebih dari orang Maluku itu sendiri."
Dan di ujung obrolan kami, dia menitipkan satu harapan yang sederhana tapi berat:
Semoga ada orang-orang Maluku yang mau melanjutkan penelitiannya.
Bukan karena dia menyerah. Tapi karena beliau tahu cerita tentang tanah ini seharusnya diteruskan oleh mereka yang lahir dan besar di sini.
Ok, terimakasih
You’re unable to view this Post because this account owner limits who can view their Posts. Learn more
Ded retweeted
STOP SCROLL 🛑
Daripada scroll scroll gak jelas, ga rugi kalian simak sejenak nasihat Bu dokter ini.
Yuk kuy!
Ded retweeted
Cara berfikir, berbicara & penguasaan materi bahasan anak muda ini bagus sekali.
Shg point yg disampaikan mudah dicerna, mudah dipahami & argumennya tetap logis terjaga.
Tonton sampai habis ya… ada 8 menit
ada perbandingan antara brazil dan INDONESIA
semoga tercerahkan
Media Askar : Tidak ada satupun negara di seluruh dunia yang program makan bergizi gratisnya dilakukan oleh aparat keamanan
MBG Watch melakukan audiensi ke Komisi IX DPR (16/7) dalam rangka evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Disampaikan oleh Media Askar, bahwa MBG merupakan program satu satunya di dunia yang dilaksanakan oleh para aparat keamanan, selain itu dirinya juga menyoroti bahwa MBG merupakan program dengan anggaran terbesar di dunia, namun dalam praktiknya MBG merupakan program dengan inefisiensi dan potensi korupsi terbesar di dunia.
Selain itu juga disampaikan bahwa program ini sarat kepentingan, sebab para pemangku kepentingan di MBG banyak yang terafiliasi dengan pemerintahan dan partai politik.
Kalian setuju dengan pendapat Media Askar, atau miliki pandangan lain terkait pengelolaan MBG ini?🤔
Ded retweeted
Ada satu momen di film "𝙎𝙚𝙣𝙮𝙖𝙥: 𝙏𝙝𝙚 𝙇𝙤𝙤𝙠 𝙤𝙛 𝙎𝙞𝙡𝙚𝙣𝙘𝙚" yang saya rasa tidak akan pernah saya lupakan. Dua orang lelaki tua berdiri santai di tepi sungai, menunjukkan dengan tangannya sendiri bagaimana dulu ia menyeret seorang laki-laki bernama Ramli ke tepian, sambil sesekali tertawa kecil mengingat detailnya.
𝙎𝙀𝘽𝙐𝘼𝙃 𝙐𝙏𝘼𝙎.
Replying to @RadenSubur
Itu bukan propaganda. Kakek nenek. Papah mamah sy tinggal d Solo. Mereka dah kenyang dipersekusi orang2 PKI sejak tahun 1948. Tanah keluarga sampai dibagi gratis k saudara2. Drpd diambil paksa org2 komunis dengan dalih land reform.
Ded retweeted
Tolonglah, siapa yang memasukkan informasi ajaib begini ke Wikipedia?? 😭
Kalau pun betul Ibu Pertiwi adl gubahan Kamsidi, komponis ini baru lahir di Solo pada 1909. Bagaimana ceritanya tahun 1908 sudah menciptakan lagu?!
guru tk is here🙋🏼♀️
aku sering dapat ilmu parenting dan ternyata banyak kebiasaan kita saat pacaran atau di relationship berasal dari apa yang kita alami waktu kecil.
contohnya:
• waktu kecil jarang didengerin pendapatnya.
→ sekarang susah speak up ke pasangan dan lebih sering memendam.
This Post is from a suspended account. Learn more
Ded retweeted
Rekaman Cctv Gempa Kembar Venezuela di La Guaira, Venezuela (24/6) Terlihat Seiche Seismik pada Kolam membentuk spt hantaman ombak besar Krn Kuatnya Gempa.
Ded retweeted
Ketika partai politik mengalami krisis kader dan figur pemimpin, ke mana masa depan bangsa ini akan dibawa?
Saatnya kita mendobrak imajinasi bahwa sosok pemimpin tak melulu lahir dari lingkaran istana.
Menjelajahi Indonesia dalam tiga kali ekspedisi, kami justru menemukan begitu banyak orang-orang dengan gagasan besar demi perubahan mendasar.
Inilah 22 sosok yang kami pilih—mulai dari aktivis, penegak hukum, ulama, pendeta, hingga kepala daerah. Kiprah mereka tak hanya menginspirasi, tetapi juga beririsan dengan visi perubahan dalam buku #ResetIndonesia
#22SosokResetIndonesia
Ded retweeted
Pandemi hampir menghancurkan kesehatan saya. Berat badan tembus 121 kg. Saya sempat mengira "ah nggak apa2 gemuk yang penting sehat". Ternyata saya sedang pelan-pelan kehilangan kualitas hidup.
Hari ini saya di 68 kg. Bukan karena operasi, bukan obat pelangsing, Bukan diet brutal, bukan gym mahal.
Yang berubah cuma satu: kebiasaan.
Ini cerita lengkapnya di #KamisBercerita