
Leaving X, moving to Threads @qhajarahmad for better educational contents and engagements.
Yogyakarta, Indonesia
Joined December 2022
- Tweets5.9K
- Following300
- Followers136
- Likes4.5K
madxahmad.web.app retweeted
GOOGLE ANNOUNCED A US$15 BILLION INVESTMENT IN MALAYSIA FOR 2027-2028 FOCUSING ON DATA CENTERS, CLEAN ENERGY, WATER SECURITY, AND WORKFORCE UPGRADING.
madxahmad.web.app retweeted
This is an existential problem in academia that's identified, everyone knows it's going on, and it's discussed widely... and yet nobody is incentivized to do anything about it.
So nothing will be done until journal editors + peer reviewers quit en masse.
theatlantic.com/ideas/2026/1…
Indonesia plans to boost the number of doctoral candidates, but some early-career researchers warn of systemic challenges, including poor-quality supervision
go.nature.com/4BWFDdt
madxahmad.web.app retweeted
Rekomendasi bacaan Senin pagi.
Gurita Bisnis Raffi Ahmad: Ditopang Keluarga Presiden, Bos Nikel, hingga Petinggi Partai Golkar
Semua dikupas secara tajam, setajam kita rakyat miskin gibahin orang kaya.
projectmultatuli.org/gurita-…
madxahmad.web.app retweeted
Vietnam to overtake Indonesia in per capita GDP in 2026: IMF s.nikkei.com/4BDOlNu
madxahmad.web.app retweeted
Bayu Setiadi alias Dino, pria yang viral karena mengenakan jas almamater Universitas Dian Nusantara (Undira) saat Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, mengaku dibayar untuk menghadiri acara tersebut dan bukan mahasiswa.
“Saya mengikuti acara deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026. Berdasarkan undangan dari komunitas dan saya dibayar,” ujarnya melalui video yang diunggah akun @/bem_undira, Jumat (30/10/2026).
Bayu juga menjelaskan bahwa almamater yang dikenakannya diberikan tanpa ia ketahui asal-usulnya.
Ia meminta maaf kepada pihak yang merasa dirugikan, terutama Universitas Dian Nusantara.
Sementara itu, Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Undira menyebut atribut almamater yang dikenakan Bayu diberikan oleh pihak penyelenggara acara.
🎥: IG @/bem_undira
~R #Jakarta #Mahasiswa
madxahmad.web.app retweeted
Rumah sakit Kab. Halmahera Timur ada dua, Buton Tengah ada dua, Sumba Barat Daya ada dua.
Lalu nulis sekolah Kab Singaraja. Mana ada Kab Singaraja?
Bikin ginian aja nggak becus.
Sementara itu, di Jogja, Guru Besar Hukum Tata Negara, Zainal Arifin Mochtar turun ke jalan dan berorasi secara langsung bersama para masa aksi
Katanya dalam orasi :
"Apa yang disampaikan di ruang kelas tidak pernah terjadi dalam republik ini"
"Tujuan kita adalah runtuhkan kekuasaan yang sombong ini"
Sehat-sehat, Prof @zainalamochtar ✊️
Dok oleh Puthut EA
madxahmad.web.app retweeted
Pada aksi 28 Oktober 2026 di Yogyakarta, guru besar ilmu hukum UGM Zainal Arifin Muhtar, mengajak para pemuda untuk meneriakkan yel-yel revolusi dan melawan rezim yang yang tidak berpihak pada rakyat.
Ribuan massa yang melakukan aksi di Yogyakarta, terdiri dari sejumlah elemen gerakan masyarakat, aktivis, dan mahasiswa. Seperti dari Forum Cik Di Tiro, mahasiswa dari sejumlah kampus, dan suporter bola.
🎥: Project Multatuli
#IndonesiaSadar #ProjectMultatuli
madxahmad.web.app retweeted
We've revamped Hermes Agent subscriptions.
Every new plan now includes a cloud agent out of the box, and usage has daily and weekly limits instead of one monthly block of credits.
Subscribers can switch to the new plans any time at portal.nousresearch.com/bill…
If Manchester City are banished to the Championship for a single season almost none of their stars will leave.
They’ll destroy the Championship, come straight back up with a formidable squad with a unique bond, and go straight back to challenging for Premier League titles.
That would be a disgrace.
The punishment MUST be over the duration of at LEAST 5 seasons to restore parity in the modern game, both for English and European football.
If I had it my way it would be for the 9 seasons for when they are guilty with an additional punishment for every season thereafter, including this one, making it 18 in total.
Why?
Because the foundations of their success post breaches are ENTIRELY built via cheating!
In that case, not a single player would want to stay at the club, and that would be the only way to restore parity in the English game, otherwise every other club might as well break the rules to establish themselves amongst the elite for their remainder of their clubs history.
City shaped the future of countless clubs across the world over the last two decades, all of which in negative and history-defining fashion. It’s time to drop the most heinous hammer possible to punish them for those sins. Expulsion, even.
🤝 Paid partnership
madxahmad.web.app retweeted
Setahun lebih kami dikriminalisasi. Ribuan halaman berkas, ratusan jam sidang, puluhan saksi kami eksaminasi.
Lelah? Tentu. 15 bulan tanpa pemasukan, tabungan 15 tahun terkuras.
Menyerah? Tentu tidak. Sepanjang sidang, kebenaran terungkap dibantu AI yang Ibam bangun sendiri.
AI tersebut bantu tim pengacara kami untuk:
👉🏼 Menganalisis keseluruhan perkara sampai ke akar2nya
👉🏼 Menarik benang merah dari ratusan saksi yang diperiksa
👉🏼 Membandingkan belasan ribu kesaksian tertulis antar saksi
👉🏼 Mendengar dan memahami ratusan jam kesaksian lisan mereka di sidang
Dari semua analisis yang dilakukan, AI tersebut mengungkap puluhan temuan, kejanggalan, dan kontradiksi dalam kesaksian dan bukti yang ada.
Membongkar sebuah perkara sampai sedetail ini biasanya butuh tim paralegal belasan hingga puluhan orang. Jujur, kami tidak sanggup membayar tim sebesar itu. 💸
Namun, dengan dibantu seluruh hasil analisis AI di atas, tim pengacara kami bisa memaksimalkan pembelaan di sidang tanpa perlu bangun tim yang besar.
Hasilnya: vonis yang jauh lebih ringan dibanding tuntutan, pengakuan bahwa Ibam tidak menerima keuntungan apa pun, dan dua dari lima hakim berpendapat Ibam seharusnya dibebaskan.
Dalam banyak perkara, vonis seperti itu sudah dianggap keberhasilan. Tapi kami tetap mengajukan banding dan kasasi, karena kami percaya putusan yang adil adalah yang membebaskan Ibam.
Setelah menjalani proses hukum setahun lebih, kami juga percaya AI yang dirancang dengan baik bisa menghadirkan keadilan yang lebih adil, serta membantu mereka yang menjadi korban kriminalisasi.
Karena itu, beberapa bulan terakhir, selagi menjalani tahanan kota, Ibam menyibukkan diri dengan mengembangkan AI-nya lebih lanjut, hingga menjadi sebuah produk yang bisa menangani perkara lain.
Produk ini kini sudah punya pengguna berbayar pertama, mendapat komitmen funding dari beberapa angel investor, dan dipimpin oleh seorang teman baik (@ainunnajib) yang berkenan menjadi founder dari startupnya.
Ya, saat memulai ikhtiar ini, kami ngga pernah kebayang bahwa AI yang dibangun di tengah segala keterbatasan, tekanan, dan kebebasan yang dipertaruhkan, kini ternyata menjelma menjadi sebuah startup.
Izinkan kami memperkenalkan: @PerkaraAI, AI yang dibangun untuk membantu tim pengacara memberikan pembelaan terbaik.
Kami sadar, dalam situasi normal saja bangun startup sangat sulit, apalagi di tengah ketidakpastian hasil dari perkara yang sedang kami jalani.
Tapi kami ngga punya pilihan lain.
Setahun lebih tanpa penghasilan sudah sangat berat, dan sekarang kami sekeluarga juga terancam dimiskinkan karena dikenakan uang pengganti Rp5 miliar.
Padahal, putusan hakim sendiri mengakui Ibam ngga menerima keuntungan apa pun. Seluruh harta kamipun, kalau dijual, ngga akan cukup untuk bayar.
Menyerah? Sekali lagi, tentu tidak.
Apalagi sekarang kami punya misi baru: sebisa mungkin membantu korban kriminalisasi mendapatkan keadilan terbaik melalui AI yang Ibam bangun.
Ini cara kami melawan keadaan dan bangkit dari keterpurukan, sekaligus bantu Indonesia jadi lebih baik. ✊🏼
Sejalan dengan misi membantu korban kriminalisasi, kami juga berharap ada LBH yang berkenan memakai AI kami untuk kasus pro bono mereka. Untuk kasus2 tersebut, kami berkomitmen menggratiskan @PerkaraAI.
Saat ini jumlah kasus pro bono yang bisa kami bantu masih terbatas, karena startupnya sendiri masih dalam tahap pre-seed fundraising. Tapi seiring bertambahnya pendanaan serta klien berbayar, kami berharap bisa membantu lebih banyak kasus pro bono.
Dalam jangka menengah, kami juga berencana merilis sebagian fitur @PerkaraAI sebagai Community Edition yang open source.
Versi ini bisa digunakan penyidik untuk memastikan konstruksi perkara sudah mencerminkan kebenaran sejak tahap penyidikan, sehingga tidak berujung pada kriminalisasi.
Selain itu, majelis hakim juga bisa menggunakan versi tersebut untuk mempelajari perkara yang mereka tangani secara lebih mendalam dan menyeluruh, di tengah beban kerja yang tinggi.
Untuk sekarang, tim pengacara atau firma hukum yang ingin dibantu AI bisa menghubungi kami melalui akun @PerkaraAI atau situs perkara.ai. Idealnya sebelum persidangan klien dimulai, supaya analisis perkaranya bisa disiapkan begitu berkas BAP diterima.
Terkait @PerkaraAI sendiri, Ibam merancang AI tersebut dengan sangat hati-hati dan terstruktur. Sebagian fiturnya bisa ditonton pada video di bawah, dan Ibam terus membangun fitur2 baru berdasarkan masukan penggunanya 👇🏼
Mohon doa dan dukungannya. Kami sangat terbantu kalau post ini bisa dibagikan ke siapapun yang mungkin membutuhkan bantuan AI untuk perkaranya. Kami juga sangat terbuka bagi yang bantu warm intro dengan mereka2 yang bisa mendukung misi kami.
Akhir kata, kami berharap @PerkaraAI bisa menjadi hikmah dari kriminalisasi yang kami sekeluarga jalani selama setahun lebih, sekaligus membantu meningkatkan kualitas penegakan hukum di Indonesia. 🙏🏼
Tertanda,
Ririe, Founding Legal
Ibam, Founding Engineer
🤖 Made with AI
madxahmad.web.app retweeted
Suharto perlu puluhan tahun mengangkat Tutut jadi menteri, Menteri Haji ini tak perlu waktu lama buat mengangkat dua putranya sebagai tenaga ahli. Ngono yo ngono neng ojo ngono, Gus...
madxahmad.web.app retweeted
Mohon sebarluaskan!
Kawan2 massa aksi di DPRD DIY yg luka atau perlu perawatan, arahkan ke RS PKU Muhammadiyah #Jogja Jl. KH Ahmad Dahlan Yk
Infokan sbg peserta aksi, korban represi polisi/preman.
Kawan2 @muhammadiyah sdh koordinasikan utk tdk bebankan biaya perawatan di IGD🙏
madxahmad.web.app retweeted
Indonesian former Minster of Trade, Muhammad Lutfi, challenged our Singapore Ministers to prosecute the companies.
We will. Even though one must wonder at the audacity of passing the buck to Singapore.
Don’t forget the holding companies might be in Singapore , but the operating subsidiaries are in Indonesia.
And the fires are happening IN INDONESIA.
Even though the chance of Singapore stopping the fires by prosecuting the holding companies are low, we will proceed , not least because some punishment is needed.
But this misses the main point Lutfi is actually making.
Besides passing the buck to Singapore , he is sore that many Indonesian companies have chosen to list in Singapore instead of Indonesia.
Sore that most of the wealthy Indonesia (including many of his friends) choose to live in Singapore instead of Jakarta.
He is sore that Indonesian conglomerates choose to book their profits in Singapore instead of Indonesia.
He posted another video blaming Singapore (Min Grace Fu was shown) for Indonesia’s stock market collapse in the last few days. He even insinuates that it is Singapore (GIC) that pushed for Indonesia to be downgraded by the MSCI to standalone market status.
Ridiculous assertions of a sore loser.
As usual, Indonesia officials use Singapore as the bogeyman , whenever something bad happens. When their incompetence causes haze to Singapore and Malaysia, they turn the narrative on us instead.
We will not be bullied.
If Singapore and Malaysia were afraid , we would have surrendered during Konfrontasi.
We did not surrender then.
We will not surrender now.
madxahmad.web.app retweeted
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, bencana makin parah, biaya hidup makin mahal.
Dari banjir, karhutla, sampai cuaca ekstrem, krisis iklim makin terasa di kehidupan sehari-hari. Tapi, apa kerja pemerintah?
madxahmad.web.app retweeted
8 mogok kerja guru & tenaga kependidikan selama 2 tahun Pemerintahan Prabowo Gibran diberbagai wilayah Indonesia.
Meksipun setiap tempat memiliki hasil yang berbeda & tidak terpublikasi.
Mogok kerja dianggap salah satu cara yang efektif dalam meningkatkan daya tawar guru dihadapan Pemerintah, yang kerap kurang mempertimbangkan guru dalam setiap pengambilan keputusan.
madxahmad.web.app retweeted
Telah muncul larangan demo bagi pelajar ditanggal 19-20 oktober.
Lalu mereka menempatkan pelajar yang ikut demo, sebagai tindakan yang berbahaya & melawan hukum. Bahkan lebih miris lagi, pelajar yang ikut demo dianggap tidak berprestasi.
Demo pelajar bukanlah tindakannya yang berbahaya & melawan hukum, justru demo pelajar telah dilindungi UU & bagian dari pendidikan politik. Apalagi ini dilakukan diluar sekolah.
Melarang pelajar ikut berdemo untuk menyenangkan penguasa, justru memberikan pesan seolah,
“Penguasa boleh melawan hukum termasuk memangkas anggaran pendidikan, dan membiarkan kita patuh terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh penguasa. Hingga pelajar kita dijauhkan dari pendidikan politik lewat demonstrasi.”
Pejabat kita ditanah air yang mungkin sekarang telah menduduki posisi penting didunia pendidikan. Sebagian dari mereka adalah orang orang pergerakan dimasa kuliah. Apakah mereka akan membiarkan itu?
Atau pergerakan bagi mereka hanya topeng untuk mendapatkan karir mentereng setelah lulus kuliah & tidak berlaku setelah bekerja? Bukan urusan kita.
Sebagian kawan kawanmu yang kini menjadi guru harus menanggung beban berat, Tunjangan yang belum cair, biaya hidup yang terlampau sulit, hingga karhutla yang terjadi saat ini. Apakah kau akan membiarkan ini?










































