Pinned Tweet
kesabaran itu semisal mendaki langit; berat dan tanpa batas. ketabahan serupa menyelami laut; hening dan penuh hal-hal basah.
fal retweeted
Gue nemu harga bensin di Amerika langsung dari foto pompa bensin beneran.
Terus gue bandingin sama Pertamax Indonesia yang baru naik.
Hasilnya agak mencengangkan:
Pertamax RON 92 Indonesia sekarang: Rp16.250/L
Bensin setara di Amerika?
Louisiana: Rp17.862/L
Texas: Rp17.391/L
California: Rp28.158/L
New York: Rp21.299/L
Tapi tunggu dulu.
Kalau masukin faktor gaji minimum, ceritanya jadi makin brutal. – at Louisiana, USA
🤖 Made with AI
Gue heran deh kok masih aja ada orang yang bilang “Pertamax naik ga masalah, kan yang pake juga orang2 mampu”
Entah mereka buzzer atau emang tolol alami.
Yang jadi masalah itu EFEK DOMINO-nya, bukan cuma perkara harga naik 3ribu.
Ini efek domino yang akan terjadi dari kenaikan per hari ini:
1. Migrasi massal ke BBM lebih murah.
Harga Pertamax naik → orang yang biasa pakai yang “premium” (kelas menengah atas) langsung switch ke Pertalite yang lebih murah. Hasilnya: permintaan Pertalite meledak. Padahal Pertalite kan kuotanya terbatas (subsidi), jadi stok di SPBU cepet habis.
2. Pertalite langka + antrean panjang. Antre Pertalite di SPBU jadi tambah rame. Yang gak mau antri berjam-jam atau gak kebagian akhirnya terpaksa isi Pertamax (yang lebih mahal).
3. Biaya logistik & transportasi naik
Truk, angkot, ojek online, pengiriman barang semua naik ongkosnya (meski mereka pakai solar/ Pertalite, tapi efek rantai supply-nya ikut naik karena driver dan perusahaan logistik juga kena imbas). Akhirnya harga barang di pasar naik semua.
4. Inflasi & harga sembako naik
Efek dari nomor 3: dari meja makan sampai warung kecil. Harga beras, sayur, mie instan, bahkan jasa ojek naik. UMKM yang paling kena getahnya. Modal produksi naik, daya beli masyarakat turun, penjualan melambat.
5. Black market & penyelundupan
Pertalite yang langka sering muncul di pedagang eceran dengan harga lebih mahal (kadang sama mahalnya Pertamax). Subsidi yang seharusnya buat rakyat kecil malah bocor.
6. Beban subsidi pemerintah membengkak. Demand Pertalite naik drastis → pemerintah/Pertamina harus nambah pasokan subsidi. Kalau gak diatur, APBN makin tekor, bisa-bisa akhirnya Pertalite juga naik atau dibatasi lebih ketat (misalnya pakai MyPertamina, plat nomor ganjil-genap, dll).
7. Efek jangka panjang ke ekonomi & masyarakat
- Driver ojol & angkot kurangi shift → pendapatan turun.
- Petani & nelayan (yang pakai solar/Pertalite) ongkos produksi naik → harga pangan naik lagi.
- Inflasi umum naik → Bank Indonesia mungkin naikin suku bunga → pinjaman mahal → investasi melambat.
Intinya, yang tadinya “cuma naik buat orang berduit” malah bikin semua orang kena getahnya lewat rantai yang panjang.
fal retweeted
Gue heran deh kok masih aja ada orang yang bilang “Pertamax naik ga masalah, kan yang pake juga orang2 mampu”
Entah mereka buzzer atau emang tolol alami.
Yang jadi masalah itu EFEK DOMINO-nya, bukan cuma perkara harga naik 3ribu.
Ini efek domino yang akan terjadi dari kenaikan per hari ini:
1. Migrasi massal ke BBM lebih murah.
Harga Pertamax naik → orang yang biasa pakai yang “premium” (kelas menengah atas) langsung switch ke Pertalite yang lebih murah. Hasilnya: permintaan Pertalite meledak. Padahal Pertalite kan kuotanya terbatas (subsidi), jadi stok di SPBU cepet habis.
2. Pertalite langka + antrean panjang. Antre Pertalite di SPBU jadi tambah rame. Yang gak mau antri berjam-jam atau gak kebagian akhirnya terpaksa isi Pertamax (yang lebih mahal).
3. Biaya logistik & transportasi naik
Truk, angkot, ojek online, pengiriman barang semua naik ongkosnya (meski mereka pakai solar/ Pertalite, tapi efek rantai supply-nya ikut naik karena driver dan perusahaan logistik juga kena imbas). Akhirnya harga barang di pasar naik semua.
4. Inflasi & harga sembako naik
Efek dari nomor 3: dari meja makan sampai warung kecil. Harga beras, sayur, mie instan, bahkan jasa ojek naik. UMKM yang paling kena getahnya. Modal produksi naik, daya beli masyarakat turun, penjualan melambat.
5. Black market & penyelundupan
Pertalite yang langka sering muncul di pedagang eceran dengan harga lebih mahal (kadang sama mahalnya Pertamax). Subsidi yang seharusnya buat rakyat kecil malah bocor.
6. Beban subsidi pemerintah membengkak. Demand Pertalite naik drastis → pemerintah/Pertamina harus nambah pasokan subsidi. Kalau gak diatur, APBN makin tekor, bisa-bisa akhirnya Pertalite juga naik atau dibatasi lebih ketat (misalnya pakai MyPertamina, plat nomor ganjil-genap, dll).
7. Efek jangka panjang ke ekonomi & masyarakat
- Driver ojol & angkot kurangi shift → pendapatan turun.
- Petani & nelayan (yang pakai solar/Pertalite) ongkos produksi naik → harga pangan naik lagi.
- Inflasi umum naik → Bank Indonesia mungkin naikin suku bunga → pinjaman mahal → investasi melambat.
Intinya, yang tadinya “cuma naik buat orang berduit” malah bikin semua orang kena getahnya lewat rantai yang panjang.
dengerin musik lofi begini sambil belajar paling asik... Lofi Hip Hop: Up Beat Music for Chill, Relax and Study youtu.be/b48vCkbJTBg?si=YYgo… via @YouTube
fal retweeted
I found an amazing girl! She sings rhythmically by connecting Japanese tongue twisters!🇯🇵😳
I’ll give it a try!😎🎙️
fal retweeted
Spider-Man bikin kita relate, bukan cuma krn tragedinya.
Tapi krn dia gak pernah nerima "Great power comes great responsibility" dgn hati ikhlas 😂
Momen Peter lari dari tanggung jawab, lalu ngambil jalur "ekstrim" saat memproses grief selalu bikin kita connected dgn emosinya.
Waaw ini pak menkes. Tersinggung kaaa?
Dekan FK Unair yang Tolak Dokter Asing Dipecat
cnnindonesia.com/nasional/20…
fal retweeted
Dekan FK Unair yang Tolak Dokter Asing Dipecat
cnnindonesia.com/nasional/20…
Berasa mau nonton james bond. Opening dan ending theme song terbaik tahun ini sih.
This Post is from a suspended account. Learn more
fal retweeted
Untuk mengurusi hal-hal yang sifatnya berkaitan sama teknologi mungkin harus ada batasan usia sih.
Gak boleh berusia lebih dari 40 tahun.
Biar gak ada peluang lolos itu orang-orang uzur gaptek yang cuma suka sama jabatan dan tunjangannya saja.































