Pada aksi di Jogja (28/10), juga terdapat elemen Supporter yang turun ke jalan, bahkan bisa dibilang mayoritas dari aksi kemarin di Jogja kemarin adalah kelompok supporter, dan ternyata berlangsung secara alot, bahkan friksi mereka tak hanya dengan Polisi, melainkan (Supporter Jogja pasti ngeh)..
rivalitas diantara mereka tanggalkan, dan boom! kalian liat sendiri kemarin bagaimana mereka "mengorganisir" diri, baik dari pra hingga pasca aksi.
Sepertinya, para supporter di Indonesia mulai perlu bersatu untuk membentuk aksi kolektif guna menyuarakan apa yang perlu disuarakan, di Jogja terbukti untuk setidaknya melakukan perlawanan, bahkan hingga dinihari.
Skill adaptif para supporter ini di atas rata-rata, dengan polemik dan segala hiruk pikuknya, mereka tetap bisa lewati
mengapa supporter bola merupakan elemen yang supperior? jika ditilik dari percakapan Pangeran dan Zen Rs ada benarnya
>Suporter secara konsisten melakukan kerja-kerja kolektif setiap minggu, jauh lebih intens dibanding banyak kelompok masyarakat sipil lainnya
>Hal ini mencakup urusan logistik yang kompleks seperti mengatur transportasi untuk away days (melintasi daerah konflik atau berurusan dengan biaya), berkoordinasi dengan sesama anggota, hingga manajemen rute perjalanan
>Kelompok suporter memiliki kesadaran kolektif yang sangat tajam dalam mengelola dinamika di stadion. Mereka memiliki cara sendiri untuk menjaga solidaritas dan menjalankan aksi di tribun, termasuk taktik untuk membawa atribut (seperti flare atau spanduk) melewati pemeriksaan keamanan yang ketat
>Tidak seperti kelompok lain yang mungkin memerlukan stimulus finansial atau instruksi top-down, suporter bergerak berdasarkan common identity (identitas bersama). Mereka memanfaatkan waktu luang mereka untuk kepentingan yang mereka sadari sendiri
>praktik seperti ini menciptakan sistem jaringan yang tulus dan sulit dikontrol oleh pihak eksternal karena tidak adanya "tanah perjanjian" atau janji imbalan formal di luar kecintaan terhadap klub
setuju dengan perkataan Zen Rs tentang masyarakat sipil yang ingin membentuk front pergerakan, tapi masih belum melirik supporter, maka perlu diperhitungkan ulang.
lumière retweeted
nk iki jenenge ADIT ALIAS ITENG!!! KETUA MOKONDO 075. omah e mandungan kraton, biasane beraksi dadi copet nek ono celah. dadi ati ati yow, kerep nonton PSS ro PSIM jga wonge
mbuh piye carane aku kudu tuku @PSIMJOGJA
lumière retweeted
Aksi teatrikal Baharuddin Kamba kawal Mandala Krida
krjogja.com/yogyakarta/12474…
lumière retweeted
@zhifajib silakan dibaca sumber primernya. Ini sumber tahun 1943. Meskipun PSIM kalah dari Persis, tapi perolehan poin mereka ttp aman, yaitu dpt 4 poin. Ini karena Persibaja (Persebaya) gagal meraih kemenangan dari Persipo (Purwakarta), cuman seri 1-1 doang.
lumière retweeted
Cik Liana bersama spanduk yabg diberikan suporter PSIM padanya. Pernyataannya sama, agar PSIM bisa segera kembali ke Mandala Krida.
lumière retweeted
No Caption Needed,
YOU KNOW THE DRILL❗️
#2026GantiPresiden
#RevolusiBrajamusti
lumière retweeted
SIKAP KITA JELAS !! #2026GantiPresiden #RevolusiBrajamusti
No Caption Needed,
YOU KNOW THE DRILL❗️
#2026GantiPresiden
#RevolusiBrajamusti
lumière retweeted
Stadion Elek,
Main Elek,
Official Store Elek,
Panpel Elek,
Pihak Keamanan Elek,
DPP Elek.
Hessss komplit.





































