Sylus tak ambil pusing. Ia mendekap sang nona yang masih mencumbunya lalu membawanya turun dari mobil, membiarkannya tetap di pangkuannya. Lidahnya membalas cumbuan, mencicip manisnya darah yang dipersembahkan untuknya.
Merasa sedikit puas, ia perlahan melepas cumbuan.
β₯
"Kita sudah sampai." Ujarnya yang kini berjalan untuk membawa gadis itu masuk ke dalam kediamannya.
@baktumagushpa
Pelan ia mendorong sang nona, menciptakan sedikit jarak di antara mereka. Ibu jarinya mengusap merah darahnya yang menodai bibir sang nona. "Sabarlah dulu dengan ini, kitten."
Tangannya mendekap pinggang sang nona, menahannya untuk tetap menempel pada raganya sementara
β₯
ia mencumbu dan mengulum bibir ranum gadis itu. Geraman lepas, tanda bahwa sang penguasa malam pun mulai luluh akibat usapan lembut pada bibirnya.
@baktumagushpa
Replying to @baktumagushpa
"Fokus." Titahnya seberat langit tidaklah ditunjukkan untuk nona dalam dekapan, melainkan kepada bawahannya yang tengah mengemudikan kendaraan. Sylus dapat melihat tangannya yang menggenggam keras kemudi bergetar hebat akibat aroma darah sang penguasa malam.
β₯
"Pelan-pelan. Malam ini seluruhnya milikmu, sayang." Tangannya membelai santai surai sang nona, jemari memainkan helai helai lembut seakan tengah membiarkan seekor kucing kecil bermain di atas pangkuannya.
@baktumagushpa
Replying to @baktumagushpa
"Hmm.. Pintar, sayang." Pujinya. Senyum puas menghiasi wajahnya ketika ia sedikit mendongak, memamerkan urat nadi di sisi lehernya.
Halus jemarinya membelai kepala sang nona yang terlihat sudah tak mampu lagi menahan rasa haus.
"Ambil hadiahmu, kitten. Cicipilah terlebih dahulu sebelum kita sampai."
@baktumagushpa
perjalanan sementara dirinya berurusan dengan kucing kecilnya yang tengah kelaparan.
"Mintalah dengan manis, sweetheart." Bisiknya yang setelah itu menangkup wajah sang nona agar pandangannya terangkat. "Begini..." Pelan, dirinya mendekat hingga bibir mereka nyaris bertemu.
membawa gadis itu ke dalam mobilnya yang terparkir di sisi jalan. "Sebaiknya kita ganti tempat. Bukankah harus kupersembahkan yang terbaik jika kucing manis ini ingin santapan malam?" Pelukan tak dilepasnya bahkan setelah mereka duduk di kursi belakang mobil.
Replying to @Venitriuum @baktumagushpa
"Entah dari mana kebencian ini berasal." Cemoohnya yang tak mengerti mengapa mereka-mereka ini berpikiran sangat sempit. "Apakah kau akan membakar seluruh dunia meski hanya ada satu penghuninya sempat melukaimu?"
Tangannya membelai milik sang nona,
β₯
dan jemarinya menekan, membantu untuk menarik pelatuk. "Mungkin kau butuh sedikit dorongan." HinggaγΌ
DOR
Gelegar tembakan peluru menggema dan timah panas itu melesak menembus dadanya.
@baktumagushpa
β¦ Sylus retweeted
!2DFess Dengan seorang pengembara di sini, berkenan untuk berbincang bersama? Silakan jatuhkan IC-mu atau hijaukan tombol untuk interaksi di kemudian hari.
βM, OC
ancaman dari bibir sang nona malah kian membangkitkan hasratnya.
"Ah, tentu saja..." ucapnya pelan, "bunga indah biasanya memang berduri."
Tangannya menyergap moncong pistol yang masih terarah padanya, membawanya turun perlahan hingga bertengger tepat di
β₯
atas debaran jantungnya. "Tetapi sweetheart... Jika saya menghendaki, pada akhirnya bunga itu akan tetap menjadi milik saya."
"Ayo, tembaklah jika berani..." bisiknya seakan memanas-manasi.
@baktumagushpa





