
Sekte Meme Indonesia | Founder @Pacecrypto
Gunung Kawi
Joined June 2025
- Tweets2K
- Following293
- Followers6.3K
- Likes13.6K
Pinned Tweet
Hari ini SMI melalui min Rzz SMI akan melakukan aksi sosial penyaluran Air Bersih di beberapa daerah darurat Air Bersih.
Aksi ini rencananya akan berjalan sampai 7 hari kedepan dengan kuantitas 20+ Tank Air Bersih.
Kami menyampaikan banyak terimakasih untuk @PaceCrypto atas support dan kepercayaannya dalam Aksi Sosial kali ini. Semoga hal ini bisa menambah semangat kita dan menjadi berkah untuk kita semua. Amin.
Bruuh ..
Disisi lain whales crypto indo cukup ngebuat Solana drop ke $30 馃榿
Pliiis orang-orang saham kalo mau pindah ke Crypto cari guru yang fokus ke Bitcoin aja.
Kalopun nyari CT , kalo nemu CT yang ada riwayat share memecoin, pliss "Hindarin" !!!
Takutnya kebablasan nanti 馃槄
饾棓饾椆饾椀饾棶饾椇饾棻饾槀饾椆饾椂饾椆饾椆饾棶饾椀 , 饾棡饾棶饾椆饾椂 饾椂饾椈饾椂 饾椇饾椂饾椇饾椂饾椈 饾棿饾棶饾椄 饾椆饾棶饾棿饾椂 饾棷饾椂饾椈饾棿饾槀饾椈饾棿 饾椄饾棽饾椀饾棶饾棷饾椂饾榾饾棶饾椈 饾棪饾棦饾棢 饾槀饾椈饾榿饾槀饾椄 饾棜饾棶饾榾饾棾饾棽饾棽 !!!
Jadi guys , sebenernya setiap wallet kalian tuh ada token-token dan NFT gak jelas.
Nah ini mimin kasih tau kalo token & NFT itu bisa jadi senjata kalian saat kepepet gak punya gasfee SOL ! 馃榿
Apalagi yang sering trading meme pasti numpuk tuh SOL nya. Coba kalian cek sendiri deh !
InsyaAllah aman kok guys 馃憣馃徑
Cek aja Official acc nya di @BetterClaimSol
馃憠 Klik aja browser di wallet kalian , lalu copy link ini :
betterclaimsol.xyz/@TfzxP4DF
Aksi Sosial Masih Berlanjut !!!!
Sekarang titik ke-15
Semoga Berkah untuk warganya Pak 馃檹.
Semoga SMI tetap solid , jaya , Profit , sabar , dan semoga @PaceCrypto 2029 jadi Bupati Gunung Kidul 馃
Disambut sangat baik oleh Emak-emak.
1 Tanki Air Bersih cukup untuk masak dll beberapa hari.
Semangat menyala para emak-emak 馃敟馃敟馃敟
Abis bangun tidur coba ngelamun
"Kalo seandainya ngutang 73 Trilliun dibeliin BTC saat $60K kemaren sekarang cuan 26 Trilliun , buat bayar bunga 2 Trilliun , masih cuan 24 Trilliun co... "
24 Trilliun beli #PENDLE 3 Trilliun TP saat $6 udah cuan lagi co ...
Cz said : "Kalo tidak kuat silahkan lambaikan tangan ke kamera, wintermute akan mengatasi itu semua"
New ATH !!!!!
Sayangnya mimin ogah share kayak gini lagi di X. Banyak orang tantrum , emosian, gak bisa chill 馃様
HOOKR kami sedang memantau untuk test di area 12M atau paling buruknya di area 7-9M.
Pada ekosistem Robinhood kami masih menilai kondisi saat ini bersifat koreksi.
Di grub TG SMI Official dan beberapa grub admin sudah memanggil di area 10M sebelum HOOKR mencapai ATH 30M.
Tujuan kami selanjutnya adalah "Base"
Bagaimana Orang Desa Menghadapi Kehancuran Ekonomi Global?
--- #1 ---
Di tengah dunia yang semakin cemas menghadapi ketidakpastian ekonomi, ada pelajaran sederhana dari mereka yang hidup jauh dari hiruk-pikuk peradaban modern.
Kami berbincang dengan beberapa masyarakat di pelosok desa. Kami mencoba menggali esensi kehidupan dan bagaimana mereka memandang situasi dunia belakangan ini, ketika ekonomi makro dan mikro semakin terasa kejam, biaya hidup terus menjadi beban, dan manusia modern seolah dipaksa berlari tanpa tahu kapan harus berhenti.
Namun, dari obrolan sederhana itu, kami justru menemukan sebuah pelajaran yang cukup menghentak akal pikiran. Sebuah pengingat tentang hakikat kehidupan dan fitrah manusia yang perlahan mungkin telah kita lupakan.
Pada dasarnya, manusia diciptakan untuk hidup berdampingan, saling membantu, dan membangun kehidupan bersama.
Sayangnya, dalam kehidupan modern, nilai-nilai itu sering kali terkikis. Kita semakin terbiasa mengukur segala sesuatu dengan uang, menghitung untung dan rugi, bahkan terkadang menilai keberhasilan hidup hanya dari apa yang berhasil kita kumpulkan.
Kita menjadi begitu bergantung pada sistem, sampai-sampai sulit membayangkan bagaimana hidup jika sistem itu tiba-tiba berhenti bekerja.
Di tengah obrolan, kami melontarkan sebuah pertanyaan pamungkas kepada salah seorang warga desa.
"Jika suatu saat dunia mengalami kehancuran ekonomi, uang kehilangan nilainya, BBM dan LPG langka, listrik padam, serta berbagai fasilitas modern tidak lagi bisa diandalkan, bagaimana njenengan menghadapinya?"
Beliau menjawab dengan lugas, tanpa keraguan, seolah pertanyaan itu bukan sesuatu yang perlu terlalu dipusingkan.
"Lha, barang kuwi wae aku lagi ngrasakke akhir-akhir iki. Pomo ora ana yo ora popo, mbalik jaman wingi."
Kurang lebih artinya:
"Lha, barang-barang itu saja saya baru merasakannya akhir-akhir ini. Kalau nanti tidak ada, ya tidak apa-apa. Tinggal kembali ke kebiasaan zaman dahulu."
Kami terdiam sejenak.
Jawaban yang begitu sederhana, tetapi menyimpan makna yang dalam.
Bagi sebagian masyarakat desa, listrik, kendaraan bermotor, LPG, dan berbagai kemudahan modern bukanlah sesuatu yang sejak awal menjadi bagian mutlak dari kehidupan mereka. Mereka pernah menjalani hari-hari tanpa banyak fasilitas tersebut. Mereka tahu bagaimana mengolah tanah, mencari bahan pangan, bekerja dengan kemampuan sendiri, dan mengandalkan hubungan sosial untuk melewati kesulitan.
Tentu bukan berarti kehidupan mereka tanpa masalah. Kemiskinan, keterbatasan layanan kesehatan, akses pendidikan, dan berbagai kesulitan lainnya tetap nyata. Namun, ada satu hal yang patut kita renungkan: kemampuan bertahan hidup tidak selalu berbanding lurus dengan seberapa modern kehidupan seseorang.
Ketika manusia modern merasa dunianya akan runtuh karena kehilangan fasilitas, sebagian masyarakat desa justru melihatnya sebagai kemungkinan untuk kembali menjalani pola hidup yang pernah mereka kenal.
Standar hidup yang lebih sederhana membuat mereka memiliki titik awal yang berbeda dalam menghadapi perubahan. Apa yang bagi sebagian orang terasa seperti kehilangan besar, bagi sebagian lainnya mungkin sekadar perubahan kebiasaan.
Bukan karena mereka kebal terhadap krisis, melainkan karena mereka memiliki pengalaman hidup di luar ketergantungan penuh pada fasilitas modern.
Obrolan itu kemudian ditutup dengan sebuah kalimat yang jauh lebih sederhana, tetapi terasa begitu bijaksana.
"Mas, urip kuwi mung perkara sego, makaryo, sembahyang."
Artinya:
"Mas, hidup itu cuma soal makan, bekerja, dan beribadah."
Sesederhana itu.
Makan untuk menjaga kehidupan. Bekerja untuk memenuhi kebutuhan. Beribadah untuk menjaga hubungan dengan Sang Pencipta.
Di tengah dunia yang semakin rumit, kalimat tersebut seolah mengajak kita kembali melihat kehidupan dari akarnya. Bahwa kebutuhan manusia sesungguhnya tidak selalu sebanyak yang kita bayangkan. Bahwa kemajuan memang memberi kemudahan, tetapi jangan sampai membuat kita kehilangan kemampuan untuk hidup ketika kemudahan itu tidak lagi tersedia.
Mungkin yang perlu kita khawatirkan bukan semata-mata kemungkinan terjadinya kehancuran ekonomi global, melainkan betapa rapuhnya kehidupan kita ketika seluruh kebutuhan bergantung pada uang, sistem distribusi, energi, dan fasilitas yang berada di luar kendali kita.
Sebab, ketika sistem terguncang, uang belum tentu bisa membeli barang yang tidak tersedia. Teknologi belum tentu bisa menggantikan keterampilan yang tidak pernah kita pelajari. Dan kekayaan belum tentu cukup ketika kita kehilangan orang-orang yang bersedia saling membantu.
Pada akhirnya, ketahanan hidup bukan hanya perkara seberapa banyak uang yang kita simpan, tetapi juga seberapa jauh kita mampu memenuhi kebutuhan dasar, menjaga keterampilan, merawat alam, dan membangun hubungan baik dengan sesama.
Mungkin, di tengah ambisi manusia modern untuk terus bergerak maju, kita justru perlu belajar kembali dari mereka yang tidak pernah sepenuhnya meninggalkan cara hidup yang sederhana.
Bukan untuk menolak kemajuan, melainkan agar kita tidak menjadi budak dari kemajuan itu sendiri.
Karena jika suatu hari dunia benar-benar berubah dan segala kemudahan yang kita nikmati hari ini menghilang, barangkali yang paling kita butuhkan bukanlah kemampuan untuk mempertahankan gaya hidup lama, melainkan keberanian untuk kembali pada hal-hal paling mendasar dalam kehidupan.
Makan. Bekerja. Beribadah. Saling membantu.
Dan tetap menjadi manusia.
Karena bisa jadi, ketika dunia modern sibuk mencari cara untuk bertahan hidup, sebagian orang desa hanya perlu mengingat kembali bagaimana mereka telah menjalani kehidupan sejak dahulu.
--------#2----------
Di tengah dunia yang semakin rumit, kalimat tersebut seolah mengajak kita kembali melihat kehidupan dari akarnya. Bahwa kebutuhan manusia sesungguhnya tidak selalu sebanyak yang kita bayangkan. Bahwa kemajuan memang memberi kemudahan, tetapi jangan sampai membuat kita kehilangan kemampuan untuk hidup ketika kemudahan itu tidak lagi tersedia.
Mungkin yang perlu kita khawatirkan bukan semata-mata kemungkinan terjadinya kehancuran ekonomi global, melainkan betapa rapuhnya kehidupan kita ketika seluruh kebutuhan bergantung pada uang, sistem distribusi, energi, dan fasilitas yang berada di luar kendali kita.
Sebab, ketika sistem terguncang, uang belum tentu bisa membeli barang yang tidak tersedia. Teknologi belum tentu bisa menggantikan keterampilan yang tidak pernah kita pelajari. Dan kekayaan belum tentu cukup ketika kita kehilangan orang-orang yang bersedia saling membantu.
Pada akhirnya, ketahanan hidup bukan hanya perkara seberapa banyak uang yang kita simpan, tetapi juga seberapa jauh kita mampu memenuhi kebutuhan dasar, menjaga keterampilan, merawat alam, dan membangun hubungan baik dengan sesama.
**Mungkin, di tengah ambisi manusia modern untuk terus bergerak maju, kita justru perlu belajar kembali dari mereka yang tidak pernah sepenuhnya meninggalkan cara hidup yang sederhana.**
Bukan untuk menolak kemajuan, melainkan agar kita tidak menjadi budak dari kemajuan itu sendiri.
Karena jika suatu hari dunia benar-benar berubah dan segala kemudahan yang kita nikmati hari ini menghilang, barangkali yang paling kita butuhkan bukanlah kemampuan untuk mempertahankan gaya hidup lama, melainkan keberanian untuk kembali pada hal-hal paling mendasar dalam kehidupan.
Makan. Bekerja. Beribadah. Saling membantu.
Dan tetap menjadi manusia.
*Karena bisa jadi, ketika dunia modern sibuk mencari cara untuk bertahan hidup, sebagian orang desa hanya perlu mengingat kembali bagaimana mereka telah menjalani kehidupan sejak dahulu.*
MARATHON AKSI SOSIAL PENYALURAN AIR BERSIH #2ND ANNIVERSARY SMI MASIH BERLANJUT !!
___________________________
Memasuki hari ke-9, aksi penyaluran air bersih dari SMI masih terus berjalan!
Meski kali ini tanpa pendampingan langsung dari mimin, semangat kebaikan tetap menyala. Karena bagi kami, kepedulian bukan tentang siapa yang hadir di lapangan, tetapi tentang bagaimana kita tetap bergerak dan memberi manfaat bagi sesama.
Sedikit pengingat untuk seluruh kawan-kawan SMI, di mana pun kalian berada.
Mari lebih bijak dalam menggunakan air bersih. Fenomena El Ni帽o dan kondisi kekeringan yang masih menjadi perhatian mengingatkan kita bahwa air bukanlah sumber daya yang bisa kita anggap remeh.
Hari ini mungkin kita masih bisa menggunakan air dengan leluasa. Namun, kita tidak pernah tahu bagaimana kondisi beberapa waktu ke depan.
Sejumlah waduk mulai mengalami penurunan debit air. Di sekitar tempat tinggal mimin, kondisi Waduk Gajah Mungkur dan Waduk Pidekso juga mengalami penyusutan debit air yang cukup memprihatinkan.
Jangan menunggu sampai air menjadi barang yang sulit didapat untuk mulai menghargai setiap tetesnya.
Mari jaga apa yang masih kita miliki, gunakan air secukupnya, dan terus tebarkan kepedulian kepada sesama.
SMI bukan sekadar komunitas kripto. Kita adalah keluarga yang ingin tumbuh bersama, bergerak bersama, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Semoga kita semua senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan ketabahan untuk melewati segala tantangan ini.
Sekecil apa pun aksi kita, semoga besar manfaatnya bagi mereka yang membutuhkan.
Salam Rahayu
Hari ini SMI melalui min Rzz SMI akan melakukan aksi sosial penyaluran Air Bersih di beberapa daerah darurat Air Bersih.
Aksi ini rencananya akan berjalan sampai 7 hari kedepan dengan kuantitas 20+ Tank Air Bersih.
Kami menyampaikan banyak terimakasih untuk @PaceCrypto atas support dan kepercayaannya dalam Aksi Sosial kali ini. Semoga hal ini bisa menambah semangat kita dan menjadi berkah untuk kita semua. Amin.
Ingat saat dulu 2024 kami semangat kampanye memecoin tapi dikatain , diteriakin, dicengin sama altcoin maxi & fundamental maxi. Tapi ahirnya mereka demam memecoin juga.
Sekarang kami mulai kampanye fundamental , defi, altcoin dino pasti akan dikatain lagi , dicengin lagi.
Tapi gpp , kami type petarung sejak lahir.
Fokus pada bag , gaskaan kita ke bulan lagi 2027
Terasa seperti angin segar untuk Robinhood Eco.
Rumah defi cycle ini adalah Robinhood
Maaf ya gengs , min Rzz sebenarnya sudah menyiapkan plan buat GA merch lagi .
Tapi karena min Rzz lagi ada kendala yang tidak bisa ditinggal akhirnya mimin pending dulu.
Schedule bareng @PaceCrypto juga mimin cancel. Harusnya banyak agenda pada hari Rabu Besok.
Bagi kawan-kawan yang pengen punya Merch edisi ke 3 SMI bisa download dan cetak sendiri dulu yak ... 馃檹
Hongwilaheng
Rahayu
#2nd Anniversary SMI
______________________
Mimin yakin semua hal baik akan kembali pada kita dengan hal baik lainnya.
Perjalanan kita di industri ini menjelang 2 Tahun.
Bukan hal mudah. Susah senang , hujatan makian , sudah kita lewati bersama.
Tugas mimin menjaga komunitas ini untuk terus tumbuh atau minimal kita bisa survive dalam kondisi apapun.
Jika ini bukan era kita lagi , setidaknya kita masih bisa bersama melewatinya.
Semangat untuk semua hal baik.
Salam
Rahayu.
馃 Made with AI
Tidak disangka, genap 2 tahun sudah SMI ada
Bukan komunitas yang sempurna, namun saya yakini kami anak SMI memiliki empati, memiliki visi yang sesederhana ingin berguna bagi sesama
Diulang tahun SMI yang kedua ini, saya sangat berterimakasih kepada kawan SMI, menyegarkan kembali visi awal kita, mesti kita sudah berdiri sendiri-sendiri, hal - hal seperti inilah yang memberikan kita makna ketika "bermain crypto"
Cukup untuk negativitas, mari kita semua salurkan energi untuk sesuatu yang lebih bermakna, mulai dari hal yang paling kecil, salam Hong Wilaheng
#2nd Anniversary SMI
______________________
Mimin yakin semua hal baik akan kembali pada kita dengan hal baik lainnya.
Perjalanan kita di industri ini menjelang 2 Tahun.
Bukan hal mudah. Susah senang , hujatan makian , sudah kita lewati bersama.
Tugas mimin menjaga komunitas ini untuk terus tumbuh atau minimal kita bisa survive dalam kondisi apapun.
Jika ini bukan era kita lagi , setidaknya kita masih bisa bersama melewatinya.
Semangat untuk semua hal baik.
Salam
Rahayu.






















