50 RIBU FOLLOWERS! 🥹
Minggu ini followers di TikTok saya genap di angka 50 ribu followers. Bulan ini juga bertepatan 1 tahun saya dalam membuat konten tentang KPR di TikTok.
Ada banyak yang saya dapetin setahun ini dari bikin konten di TikTok.
- Jasa Perhitungan KPR (50+ orang) ✅
- Setiap bulan Bikin Kelas Perhitungan KPR (150+ peserta) ✅
- PintarKPR Community (350+ members) ✅
- Bikin Webinar dengan brand ✅
- Dapet Endorsement (2 brand) ✅
Robit retweeted
Selama 2 tahun hingga hari ini, saya menjadi korban gangguan stalker dengan teror ekstrim yg tidak hanya mengganggu saya, tapi juga Ibu, adik & juga perkerjaan saya.
Sudah melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya namun sudah 1 tahun, tidak ada update apapun hingga hari ini.
Kenapa bisa menjadi 2x lipat? Karena pemilihan suku bunganya yang kurang teliti. Saat mau KPR, harus ngebandingin berbagai bank mengenai skema bunganya. Dari suku bunga tersebut yg menentukan total pengeluaran KPR-mu.
Kebetulan saya sering bahas ttg perhitungan KPR di TikTok.
You’re unable to view this Post because this account owner limits who can view their Posts. Learn more
Robit retweeted
Di Indonesia, huruf F & V sering dibunyikan dgn cara yg sama. Makanya saat mengucapkan kata2 bhs Inggris yg mengandung 2 huruf itu, jd banyak yg salah pelafalan.
Misal:
- View & Few
- Vocal & Focal
- Fan & Van
- Fine & Vine
Dsb.
Banyakan yg mispronounce itu kata2 yg ada huruf V.
Robit retweeted
Quick Count vs Real Count
Kenapa saya percaya Quick Count? Lihat ilustrasi ini.
Kita ingin menghitung Populasi yang di dalamnya ada kelompok A, B, dan C. Jumlah dan persentasenya seperti dalam kotak nomor #1, A=25%, B=50%, C=25%.
Saat melakukan Real Count seperti dalam kontak #2, butuh waktu lama karena jumlah populasinya banyak, sehingga baru sebagian yang terhitung. Saat menghitung, tidak dipilih-pilih secara proporsional dari A,B, atau C. First come first. Hasilnya, yang A terhitung semua, B baru sebagian, C paliing sedikit.
Akibatnya persentase A=43%, B=43%, C=14%. Si A seneng banget karena banyak presentasenya. Tapi kan ini tidak sesuai Populasi sebenarnya di kotak #1?
Kemudian ada Quick Count seperti dalam kotak #3. Yang dihitung lebih sedikit dari yang sudah dihitung di Real Count. Tapi yang dihitung sudah dipilih-pilih secara proporsional, dari A=1, B=2, dan C=1. Kalau diprosentase, hasilnya A=25%, B=50%, C=25%. Lho kok sama seperti prosentasi populasi?
Nah pertanyaan di kotak #4, mana yang lebih mendekati "Populasi sebenarnya"? Real Count yang belum selesai, atau Quick Count yang sudah kelar?
I love Statistics. 🩷🩷🩷
🔥🔥🔥
Robit retweeted
PENTING
Tolong JANGAN download foto dari web KPU lalu upload ke kawalpemilu.org karena tim tech akan sedot dan upload otomatis, menggunakan bot & AI yang bisa deteksi angka-angkanya.
Mubazir waktu & ongkos cloudnya kalau teman-teman download & upload manual 🙏 – at Central Region, Singapore
Ini adalah performa akun tiktok selama 7 hari terkahir. Saya bikin konten langsung di aplikasinya tanpa edit dan tanpa gabungin beberapa video dijadiin satu, karena saya maunya simpel dan cepat, makanya ga ngedit yang effort. Selain butuh waktu lama, saya jg ga bisa edit video.
Btw, saya gak pake plan yang mateng, ada ide langsung bikin. Setidaknya, sehari 1 konten.
Meski akhir tahun sampai pertengahan bulan ini, saya ga posting, sekarang mencoba aktif lagi.
Robit retweeted
Alhamdulillah. Terimakasih twips, krn kita bersuara, KPU jadi lebih hati-hati.
Sepertinya memang saat ini demokrasi digital menjadi jalan rakyat untuk mengawasi & mengingatkan Penyelenggara Negara & Penyelenggara Pemilu.
KPU putuskan capres-cawapres bisa saling mendampingi saat debat. Tapi, yang berdebat hanya salah satu sesuai dengan agenda dan jadwalnya dlvr.it/Szn3SK
Robit retweeted
sudah boikot Sbucks tetapi sampai sekarang belum nemu kedai kopi lokal seberkualitas Sbucks dalam hospitality dan mendukung WFC.
tips untuk kedai kopi lokal yang mau WFC oriented:
- wifi yang kencang dan gausah kasih password kayak Sbucks
- menu yang beragam
- pencahayaan yang warm
- deck/desk yang luas
- colokan yang banyak
satu yang terpenting, crew yang tidak judgemental dan membiasakan memanggil nama pelanggan.
itu saja cukup.





















