Pinned Tweet
Pengen hopeless, tetapi selalu dikuatkan di gereja. Serusak²nya pemerintahan, sebrengsek²nya pejabat, kamu hrs tetap punya harapan & berdoa agar org² baik muncul di jajaran pengambil keputusan & kebijakan negara ini.
Mereka ada, tetapi blm tergerak untuk mengambil alih.
Fun fact: sebelum menjadi penyanyi di Indonesia, Vina Panduwinata sdh rekaman & punya single di Jerman.
Itu sebabnya ketika kembali ke Indonesia (mengikuti ayahnya yg diplomat), Vina sdh punya standar & konsep musik yg jelas sehingga tak ada ruang utk musik & lagu kacangan.
Ketika jazz identik dgn selera orang tua, Andien yg baru beranjak remaja justru berani merilis album jazz di tengah gebyar musik pop yg sedang merajai pasar.
Di luar dugaan album "Bisikan Hati" mendapat sambutan yg baik & genre musik ini pun mulai akrab di kalangan anak muda.
Berawal dari sekumpulan covergirl yg membuat album keroyokan, Dewi Sandra (yg ternyata bersuara merdu) dipercaya untuk menyanyikan sendiri satu lagu berirama R&B: "Biarkan"
Dia kemudian mencuat sendiri karena serius belajar vokal & koreografi, lalu merilis beberapa album solo.
Dia termasuk penyanyi yg enak dilihat & didengar. Suaranya yg khas memberi warna untuk setiap lagu yg dinyanyikan sehingga terdengar mahal & berkelas.
Sayangnya, perjalanan karirnya sempat tersendat di tengah jalan.
Terima kasih utk Ahmad Dhani karena sudah menemukan Reza.
Sejak kecil publik mengenalnya sebagai Agnes Monica, kini menjadi Agnez Mo.
Pekerja keras, ulet, punya ambisi besar bahwa hari ini hrs lebih baik dari kemarin. Di antara yg datang & yg pergi dia masih tegak berdiri, sudah teruji oleh waktu & siap berlari menembus batas mimpi.
Sebenar yg kita perlukan dari para pesohor ini bukan donasi, tetapi suaranya utk speak up. Sudah banyak yg berdonasi, tetapi tidak punya corong utk bersuara.
Bukankah pemerintah bezat juga ikut 'berdonasi' pakai uang 'panas'?
Isilah ruang yg belum/tak mampu diisi orang lain.
Di awal tahun 2000-an industri rekaman Indonesia mendadak diserbu penyanyi² solois perempuan. Ada yg one hit wonder, ada yang terus berkarya.
Audi termasuk yg lumayan lama bertahan & berkarya dengan merilis album² dengan judul numerik, sebelum akhirnya vakum cukup lama.
I bet the Final Destination watchers were still anxious until the fat lady sings
"Artis gitu kok ada yg ngefans ya?"
"Orang gak jelas kok followers-nya jutaan?"
"Kok mau orang² nonton konser artis problematik begitu?"
Gak melulu bahwa semua ada market-nya. Ibarat rokok & narkoba, mmg ada orang² yg secara sadar & sengaja masukin 'racun' ke dalam tubuhnya.
Sebenarnya mencaci-maki itu BUKAN tindakan yg terpuji, tapi kalau sebatas menyebutkan nama² hewani sih saya masih maklum & tolerir. Tapi kalau sudah menyebut alat reproduksi, levelnya beda ya....kayak jauh di dasar paling bawah.
Padahal marah² juga bisa elegan, gak harus kerasukan.







