Pinned Tweet
Mumpung lagi rame Crash Landing on You, gw mau kaya mandra ahk (sombong) pamer udah Landing in Pyongyang duluan. nonaaling.wordpress.com/2020…
Aling retweeted
Aku suka banget konten kamu apalagi yang wara-wiri di kamar sambil ngomel+amat sangat stylish. Meski aku baru tau kamu itu transgender, mulai sekarang tolong yaaa hargai perempuan, jangan kamu masuk ke toilet perempuan.
Mau mencari pembenaran bagaimanapun kamu terlahir sebagai laki-laki yang itu tidak akan pernah bisa dirubah. Sakit si kalau masih cari pembelaan, dan ini bukan sekali duakali, tapi berkali-kali dan kamu gapernah mau dengerin orang lain💔
Aling retweeted
REACTION PALING FAKE YANG PERNAH AKU TONTON SEPANJANG HIDUP 😭
Aisar Khaled bikin video reaction soal musibah yang terjadi di Lombok, Indonesia. Tapi ekspresinya malah cringe gitu🫣
Aling retweeted
Standar ganda banget.
Wanita full dirumah ngurus anak= beban suami, kapan aja bisa ditinggalin, kalau suami mokad kelabakan…. Tambahin sendiri
Wanita bekerja ninggal anak NITIP NENEK= beban ortu, nenek tidak dirancang untuk menjaga cucu, ibu tega …tambahin sendiri
Wanita bekerja titip anak di daycare= daycare terbaik adalah ibu sendiri, ibu tega
Wanita bekerja dititipin ke sus= sus gk tlaten “makanya jagain sendiri”
BACOT!!!!
MINIMAL EMPATINYA DANN STOP JADI IBU-IBU PICK ME!!!!
Kasus daycare di Jogja bikin gw makin sadar: dunia sering terlalu kejam pada sosok “Ibu”. Seolah setiap keputusan seorang ibu untuk anaknya selalu siap dihakimi. “tatapan”, “ucapan” ataupun “komentar” yang dilontarkan oleh orang2 dengan entengnya nggak akan pernah dilupa. Salah satunya untuk keputusan masukin anak ke daycare.
“Jahat banget, tega bener ibunya!” - salah satu ucapan yang melekat dan diucapkan dengan entengnya…. oleh seorang Ibu juga.
Padahal keputusan daycare bukan hasil cap cip cup kembang kuncup. Percayalah, ada riset, ada diskusi panjang, ada pertimbangan matang. Nggak sebentar, nggak asal 🙂
Gw percaya, banyak ibu-ibu pekerja ataupun non pekerja yang mengalami “proses” serupa, yang akhirnya memutuskan memilih daycare. Proses yang mungkin nggak bisa dilihat orang lain.
Ibu juga manusia. Menghakimi atas apa yang dipilih untuk anaknya tentunya justru menjadi beban tambahan. Padahal keputusan ya diambil bareng suami kan? 😉 Jadi, stop deh. Siapa kita men‑judge keputusan orang lain yang bahkan nggak tahu apa saja di baliknya?
For a mother, the burden is already heavy enough. BE KIND! Kalau ga bisa, diem aja mending 🫵🏻
Aling retweeted
Stop nge-judge logat dan grammar orang saat mereka lagi ngomong Inggris.
Ini Bu Made lagi jelasin sesuatu pake bahasa Inggris dengan logat Bali aja, bule tetep bisa paham kok maksudnya, meskipun yg dipake tuh logat lokal.
Jadi, nggak perlu terlalu sibuk menghakimi cara orang lain ngomong bahasa Inggris, baik dari segi aksen maupun grammar.
Selama pesan tersampaikan dengan jelas, komunikasi tetep bisa berjalan lancar dan saling dipahami, meskipun logat dan grammar nggak sempurna.
Bahkan penutur asli pun sering pake struktur yg nggak selalu baku dalam percakapan sehari-hari.
Jadi, daripada fokus mengkritik logat atau kesalahan kecil, lebih baik saling menghargai proses belajar dan keberanian orang untuk berkomunikasi pake bahasa Inggris.
Kalo bule aja bisa memahami apa yg kita maksud, kenapa kita justru sibuk mengomentari satu sama lain?
Aling retweeted
When I watch C-dramas.
I always love watching the ones with strong female leads
Love in the Clouds: Lu Yuxiao
Pursuit of Jade (Zhu Yu): Tian Xiwei
Who Rules the World: Zhao Lusi
Legend of the Female General: Zhou Ye
Generation to Generation (Jiang Hu Ye YU
Shi Nian Deng): Bao Shangen
If you are into strong female leads you may wanna check out
The Legend of Shen Li: Zhao Liying
Love Like the Galaxy: Zhao Lusi
The Long Ballad: Dilraba Dilmurat
A Journey to Love: Liu Shishi
The Double: Wu Jinyan
Legend of Fu Yao: Yang Mi
Princess Agents (also known as Princess Wei Young, but this is the assassin one): Zhao Liying
Wonderland of Love: Li Lan Di
Fated Hearts
Glory (or The Glory / Yu Ming Cha Gu)
Women in male dominated fields >>>>>>>
Aling retweeted
One of my fave endings for a couple. A whole episode of pure happiness, seeing them get married, succeed in their own paths, and be the cutest parents to a daughter. 10+ years of marriage but still acting like they did when they first dated. My Linxi, you will be missed.
Aling retweeted
古代女子在汉朝时律法最严时 15 ~30未嫁需交五倍人头税,晋、越时期超过 17 岁官府都强行配婚了……
所以常看到的人物画女性都有些偏幼态
放古代,我们四十几女性都是奶奶、祖奶奶辈儿的啦……
Aling retweeted
Dapet preset baru nih, tone nya kaya gini, kalu suka boleh langsung dicoba Hehe
Yang mau presetnya langsung follow, repost, komen dan jangan lupa dm ya biar engga kelewat.
Gratis! Jangan telat 🤏🏻
Aling retweeted
Replying to @unmagnetism
tapi ada benarnya, indonesia harus memanfaatkan bacotan orang twitter menjadi energi, PLTT (Pembangkit Listrik Tenaga Twitter)
SEABlings playlists isinya suara merdu talent SEA
open.spotify.com/playlist/1Q…
Aling retweeted
Six years living in Bali, then leaving after contributing to rising rents, overpriced gyms and paddle clubs locals can’t access, and green areas turning into villas?
Why I'm leaving Bali after 6 years:
- Far from everything
- Not cheap anymore
- Air is polluted
- Food chain is polluted
- Ocean is polluted
- Not walkable
- Too hot all year
- Wife gets catcalled often
I want mild weather, walkable areas, organic shops, clean air, tax-friendly, and young vibes.
It's a utopia, of course, but I'll choose the place that ticks the most boxes.












































