Pinned Tweet
I extend my warmest greetings to everyone here and it is such an absolute privilege to connect with you all kind soul this evening. I do hope you are all having a splendid time. If I may ask, out of curiosity, what do you consider to be your finest piece of work so far?
+567+679+234
Replying to @DirectedbyLaras
OKAAAY, INILAH JAWABANNYA. THANK YOU YANG UDAH MAIN SAMA AKU!
Yang ikut main dari awal sampai akhir +679p, kalau bolong-bolong +367p. Yang dengerin Zeno +234p. Point boleh dikumpulkan di sini, yaa.
Selamat istirahat!
+567
Replying to @DirectedbyLaras
Ini satu peristiwa. Ini cerita sedih gembira. Ini kasih kami tiga saudara. Kami hidup berkasih mesra. <3
BOLEHKAH BEGITU.
Replying to @NICHOLASlog @JIHOONPARKlog @DirectedbyGrace @DirectedbyLaras @SUZUUlog @RYUSEIlog @MAWARlog @SHEILAlog @SONGKANGlog @DOHYUNlog @WOOSEOKlog
It will pass..
` retweeted
NOTULEN BERCINTA LETTERBEAM (8/10/26 20:44)
@DirectedbyGrace ❤️ @DirectedbyLaras
@SUZUUlog ❤️ @RYUSEIlog
@MAWARlog ❤️ @SHEILAlog
@SONGKANGlog ❤️ @DOHYUNlog
@WOOSEOKlog ❤️ @HEYUlog
` retweeted
Replying to @DirectedbyLaras
CIRI BUAH BERFORMALIN
Mengkonsumsi buah dan sayur merupakan salah satu bentuk pola hidup sehat untuk mencukupi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Kandungan buah didalamnya banyak menyimpan vitamin, mineral, antioksidan dan zat nutrisi lainnya yang dibutuhkan.
Saat ini sangat mudah untuk mendapatkan buah untuk dikonsumsi. Banyak tempat yang menyediakan buah-buahan segar, baik lokal maupun buah impor. Mulai dari supermarket, mall, toko buah, lapak di pinggir jalan hingga pedagang yang berkeliling menjajakan buah-buahan. Harganya pun bervariasi dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Namun jika tidak hati-hati dalam memilih buah segar, malapetaka akan didapat, karena banyak buah terutama impor yang diawetkan dengan formalin. Buah impor dari segi penampilan lebih menarik dibandingkan buah lokal, sehingga masyarakat cenderung memilih buah impor, selain itu harganya juga lebih murah. Formalin diberikan kepada buah agar kondisi buah tetap terlihat segar meskipun telah memakan waktu yang cukup lama, mulai dari saat dipetik, dikemas dan kemudian jangka waktu pengiriman hingga tiba di Indonesia.
Formalin sangat berbahaya bagi kesehatan, bagi tubuh manusia diketahui sebagai zat beracun, karsinogen (zat penyebab kanker), mutagen yang menyebabkan perubahan sel dan jaringan tubuh, korosif dan iritatif. Gangguan pada sistem syaraf manusia dapat menyebabkan susah tidur, sensitif, mudah lupa, sulit berkonsentrasi. Pada wanita, formalin akan menyebabkan gangguan menstruasi dan infertilitas. Penggunaan formalin jangka panjang dapat menyebabkan kanker mulut dan tenggorokan.
Lalu, bagaimana cara kita membedakan buah yang mengandung formalin? Berikut beberapa cara untuk membedakan buah yang mengandung formalin:
1. Permukaan bagian kulit terlihat kencang dan segar meski telah berbulan-bulan dipanen maupun dipajang di supermarket, lapak/ kios/ pasar, namun apabila hendak dipegang buahnya terasa keras.
2. Cium buah, jika tidak tercium aroma khas buah patut diwaspadai. Buah yang mengandung formalin beraroma tajam seperti aroma kimia.
3. Umumnya buah yang diberi formalin adalah jeruk, anggur, dan apel
4. Formalin pada buah yang dijual secara bertangkai (lengkeng dan anggur) jika tangkainya sudah tampak layu, sementara buahnya masih sangat segar dengan aroma menyengat bukan khas buah, patut diwaspadai
Mengapa buah impor yang patut diwaspadai? Ini disebabkan oleh penanganan pasca panen pada buah lokal masih kurang baik. Ada kalanya buah terlihat tidak bagus lagi meski baru beberapa waktu dipanen. Sedangkan pemberian formalin dilakukan pada saat buah masih bagus.
Apakah buah yang dihasilkan Indonesia tidak ada yang baik dan memenuhi standar? Badan Standardisasi Nasional telah menerbitkan SNI untuk buah-buahan segar sebagai berikut:
1. SNI 3164:2009 Mangga
2. SNI 3165:2009 Jeruk Keprok
3. SNI 3166:2009 Nanas
4. SNI 3167:2009 Salak
5. SNI 01-3168:1992 Alpukat
6. SNI 3210:2009 Rambutan
7. SNI 3211:2009 Manggis
8. SNI 4230:2009 Pepaya
9. SNI 01-4482-1998 Durian
10. SNI 4491:2009 Belimbing
11. SNI 6151:2009 Duku
12. SNI 6947:2009 Markisa
13. SNI 7418:2009 Jambu Biji
14. SNI 7420:2009 Semangka
15. SNI 7422:2009 Pisang
Sayangnya, buah-buahan yang memenuhi persyaratan SIN tidak bisa kita konsumsi. Kebanyakan buah-buahan tersebut diekspor ke luar negeri untuk masyarakat negara lain. Sedangkan buah-buahan yang tidak memenuhi standar kesehatan, oleh bangsa lain di “buang” ke Indonesia untuk kita konsumsi,sedihnya bangsa ini. Yuk kita sebagai konsumen yang cerdas menuntut hak untuk memperoleh produk terbaik dari bangsa kita sendiri.
` retweeted
i 😭 know 😭 it'd 😭 be 😭 easier 😭 if 😭 i 😭 just 😭 didn't 😭 ask 😭 but 😭 it'd 😭 also 😭 be 😭 easier 😭 if 😭 she 😭 wasn't 😭 your 😭 last 😭
Replying to @AMANDAIog
Ini api neraka yang diliat Kak Laras setelah menyiksa audiens
+789 ternyata

























