Daya juang Como yang mampu mengalahkan tim Liga Inggris harus bisa dicontoh Milan dengan membawa pulang 3 point dari Bournemouth.. Saksikan dini hari nanti live di @SCTV & @vidio @EuropaLeague @afcbournemouth vs @acmilan
BREAKING NEWS: Gonçalo Ramos dan Samuel Chukwueze dikabarkan akan absen kala Milan bertandang ke Bournemouth karena cedera, pemeriksaan keduanya akan dilakukan segera. Via @SkySports
🚨 UJIAN BERAT DI MALAM JUMAT
Bournemouth akan menjamu Milan di kandangnya dengan dua sisi yang berbeda: tersendat di Inggris, sempurna di Eropa.
Pergantian pelatih dari Andoni Iraola ke Marco Rose pada musim panas lalu membuat start Bournemouth di Premier League agak tersendat. Dari 7 laga awal, mereka masih tertahan di peringkat ke-15 dengan koleksi 6 poin (1 Menang, 3 Seri, 3 Kalah, mencetak 9 gol & kebobolan 13 gol), meski sebenarnya hanya berjarak 4 poin dari zona Eropa.
Namun di kompetisi piala, mereka tampil apik. Usai melibas Lincoln City 4-0 di Piala Liga, Bournemouth menyapu bersih dua laga awal Liga Europa dengan menumbangkan Real Sociedad (2-1) dan Sturm Graz (3-0).
Di tangan eks pelatih RB Leipzig, Marco Rose, Bournemouth bermain dengan skema 4-2-3-1 (atau 4-4-2 di Eropa) dengan ciri khas ressing super agresif saat lawan membangun serangan dan transisi serangan balik cepat yang memanjangkan garis pertahanan lawan.
Kunci kemenangan bagi Milan di laga ini sangat jelas: Jangan bikin blunder saat build-up. Jika Milan sanggup keluar dari kepungan pressing pertama mereka dengan rapi, lini belakang Bournemouth yang sudah kebobolan 13 gol di liga bakal sangat terbuka untuk dieksploitasi.
3 Nama yang Patut Diwaspadai Milan
Meski Alex Scott (incaran Milan) dan Junior Kroupi absen karena cedera, Milan wajib mengunci 3 pemain tajam mereka yang sedang on-fire:
Evanilson (3 Gol, 4 Assist dari 9 laga): Striker Brasil yang rajin melakukan pressing, kuat berduel fisik, dan pintar mencari ruang.
Rayan (3 Gol dari 10 laga): Winger berkecepatan tinggi, mematikan dalam duel 1 lawan 1, dan punya tembakan jarak jauh akurat.
Marcus Tavernier (4 Gol musim ini): Gelandang serbabisa di sayap maupun belakang striker yang sangat berbahaya saat muncul tanpa bola dari lini kedua.
Optimis 3 poin gak nih?
OFFICIAL: KONTRAK PROFESIONAL PERTAMA UNTUK RICCARDO GRASSINI
AC Milan resmi mengamankan tanda tangan gelandang muda kelahiran 2008, Riccardo Grassini, dalam kontrak profesional perdananya bersama klub.
Grassini resmi menjadi bagian dari proyek Milan Futuro.
🚨MAU DIBAWA KE MANA MILAN BERSAMA MARKUS KRÖSCHE?
Gerry Cardinale kian serius membidik eks Direktur Eintracht Frankfurt, Markus Krösche, sebagai pemegang kendali area olahraga Milan.
Bakal jadi seperti apa wajah Rossoneri di tangannya? xitter.cf/MilanUpdate/status/211…
Rencananya, Krösche akan diberi jabatan Head of Football, peran yang secara struktural mirip dengan tugas Paolo Maldini dulu.
To be fair, membandingkan Krösche dengan Maldini adalah hal yang keliru. Kenapa?
Ada laga yang dimenangkan lewat gol, ada yang dimenangkan lewat penyelamatan gemilang. Kemenangan 3-2 Milan atas Atalanta hari Minggu lalu ada andil besar Mike Maignan.
Pemain yang bikin kita ngerasa gak terlalu kehilangan ditinggal sosok Theo. Emang layak bgt dihargain mahal ❤️🔥
Rabiot wajib perpanjang kontrak sih ini
xitter.cf/MilanUpdate/status/211…
Di lapangan, torehan 4 gol dan 4 assist dari 9 laga di Serie A serta Liga Europa sejauh ini hanyalah permukaan dari dampak masif seorang Adrien Rabiot.
Lebih dari sekadar taktik, ia adalah pemimpin sejati di ruang ganti. Rabiot tak segan mengkritik tim demi standar tinggi, bahkan setelah hasil imbang atau kemenangan susah payah (vs Sassuolo & Atalanta). Mentalitasnya murni: menang dengan meyakinkan, atau tidak sama sekali.
Kontrak baru hingga 2030 siap disodorkan kepada sang nomor 12. Forza Adrien ❤️🖤
Kaka ❤️🔥
xitter.cf/MilanUpdate/status/211…
🚨 UPDATE MARKUS KRÖSCHE
Nama Markus Krösche kembali mencuat sebagai kandidat nomor satu untuk mengisi kursi Head of Football AC Milan.
Benarkah sudah hampir deal?
Kabar baiknya, Krösche menyambut positif peluang merapat ke San Siro dan siap memulai proyek baru pada bulan Januari mendatang.
Meski begitu, ada satu rintangan besar yang harus dibereskan Milan terlebih dahulu dengan Eintracht Frankfurt.
🚨KENAPA MILAN BISA PANIK DI MENIT AKHIR?
Legenda Milan sekaligus pandit DAZN, Massimo Ambrosini, membongkar penyebab utama kacaunya permainan Rossoneri di babak kedua saat menghadapi Atalanta.
Lalu apa yang salah di sisa laga?
Ambrosini menilai pergantian pemain justru menguntungkan kubu Sarri. Sebaliknya, Milan seperti "mencabut steker," kehilangan fokus dan bermain penuh kebingungan di fase akhir pertandingan














