Taufan Werkudara retweeted
🚨 Arsène Wenger on the advantages PSG hold over other teams in the Champions League:
🗣️ Arsène Wenger: “There is a structural problem here that people do not want to discuss properly. PSG can postpone Ligue 1 matches when it suits them. They can move a domestic fixture to protect their players for the Champions League, arrive fully fit, fully prepared, and then play a team that has just come through a full Premier League weekend with no such option.
“That is not squad management. That is a competitive advantage the other clubs do not have. In England, in Spain, in Germany, the league schedule is fixed. You play when you are told. You cannot ring the league and ask them to move the game because you have a Champions League match four days later. PSG can. And they use it.
“Add to that the level of the domestic competition. When the gap between first and the rest is so large, you can rest half your team, protect key players from fatigue and injury, and still win the league comfortably. The others cannot do the same. They have to play their best players every week just to stay in the race. Then they meet PSG in Europe and the French side have fresher legs, fewer minutes in their legs, and a better recovery window.
“I managed in the Premier League for many years. I know what it costs to compete on both fronts with no flexibility in the calendar. The physical and mental load is different. When one club can choose when it plays its league games and the others cannot, the Champions League is no longer being contested on equal terms.
“People will say every big club rotates. That is true. But rotation is one thing. The ability to postpone a league match so your entire squad is fresh for Europe is another. That is an advantage the rules of the competition allow, and it is an advantage that makes the path easier for one team than for the others. If we want a fair Champions League, these differences have to be addressed. Otherwise we are simply watching some teams play under different conditions than the rest.”
Taufan Werkudara retweeted

Transfer News Live@DeadlineDayLiveOct 12
🇬🇧
United KingdomConnected via WebAccount-level information, not a live location or per-post device.
🚨 Radja Nainggolan has admitted he REGRETS choosing Belgium over Indonesia at international level. 😳🇮🇩
The former Inter Milan midfielder believes he could have enjoyed a much longer international career had he represented his father's homeland instead.
🗣️ "I could have had a 15-year international career with Indonesia."
Nainggolan explained that he knew very little about Indonesia growing up, having lost contact with his father at the age of five.
However, after visiting the country in 2013, his opinion completely changed:
✅ Stadiums packed with up to 70,000 fans for international matches.
✅ National team players treated like SUPERSTARS across the country.
✅ Major sponsorship opportunities involving luxury brands such as Louis Vuitton, Hublot and Rolex.
🗣️ "At the time, I wasn't thinking about it, but now that I'm 38, I see things differently." 😅
(Source: HBVL)
Taufan Werkudara retweeted
Datang ke Solo sebagai mahasiswa internasional, Mustofa Abolore Abdulwahab justru menemukan satu kebiasaan sederhana yang awalnya membuatnya bingung: hampir setiap orang bertanya, “Mas, mau ke mana?” Bahkan dalam bahasa Jawa, “Badhe tindak pundi?”
Di hadapan para wisudawan Universitas Sebelas Maret (UNS), mahasiswa asal Nigeria itu kemudian memahami bahwa pertanyaan tersebut bukan sekadar basa-basi, melainkan bentuk kepedulian. Menutup pidatonya, ia menyampaikan pertanyaan yang sama, “Mau ke mana?”.
Pertanyaan yang melekat kepada setiap mahasiswa setelah lulus kuliah.
Taufan Werkudara retweeted
Coach John Herdman reacted somewhat strongly when mentioned about the absence of "local" players in the starting line up vs Singapore.
JH: "It's a lineup of players that want to represent this country, that are willing to get on flights and roll their sleeves up, put in 50-50 tackles, play with passion and fire and heart for the fans here. It's important to respect that. "
"There is no local, there is no diaspora. We are Indonesia. We represent the flag, we sing the anthem, and we stand together every time. This is a mindset we have to change. We have to change that mindset."
"They love playing for you. And when they start pulling out of tackles, when they stop running in games, then you can ask that question."
Klik untuk baca: bola.kompas.com/read/2026/09…
Taufan Werkudara retweeted
Presiden klub Como, Mirwan Suwarso, bisa jadi adalah presiden klub Serie A terpopuler saat ini...
Kelihatannya pendukung klub Como bangga memiliki presiden klub yang menaruh perhatian besar pada fans...
Semoga Como jaya di Serie A dan UCL...! ⚽️
Taufan Werkudara retweeted
Rest in Peace, Mbah Hosen 🥀
Sepak bola Indonesia, khususnya Madura kehilangan salah satu sosok paling tulus dan setia. Perjalanan panjang Mbah Hosen tercatat abadi dalam sejarah berupa dedikasi nyata di atas pagar tribun, mengawal marwah klub tanah kelahirannya, Madura United FC, melewati pasang surut kompetisi tanpa pernah berpaling sedikit pun.
Kehadiran fisik beliau di stadion hingga menit-menit menjelang akhir hayatnya menjadi saksi bahwa cinta pada sebuah klub sepak bola telah mendarah daging. Riuh serta nyanyian di tribun kini tak lagi sama, namun ketulusan almarhum saat mendampingi perjuangan Laskar Sapeh Kerrab akan selalu dikenang dalam ingatan kolektif para pecinta bola tanah air.
Semoga husnul khotimah 🤲
📷: @MaduraUnitedFC
Taufan Werkudara retweeted
Klaus Thymann, penjelajah asal Denmark, menginjakkan kakinya ke Puncak Carstensz pada 2025 lalu untuk membuat peta tiga dimensi gletser yang tersisa.
"Menjadi saksi mata bagaimana lapisan es itu telah menyusut sungguh mencengangkan," ujarnya.
Taufan Werkudara retweeted
Cesc Fàbregas lagi nunjukin sisi lain dari dirinya di CBS Sports , analisis taktikal dia soal pertandingan Liga Champions detail banget tapi tetep gampang dicerna penonton awam.
Bukan cuma jargon teknis doang, tapi cara dia nge-breakdown situasi di lapangan bikin orang yang gak paham taktik pun ngerti apa yang terjadi.
Ini kombinasi yang sebenernya langka di dunia sepak bola: banyak eks pemain top punya "ball knowledge" bagus, tapi gak semua bisa nerjemahin pemahaman itu jadi komunikasi yang jelas ke orang lain.
Fàbregas kelihatan punya dua-duanya, dan ini juga alasan kenapa banyak yang optimis soal karier kepelatihannya , pemain biasanya lebih cepet ngerti instruksi dari pelatih yang bisa jelasin "kenapa," bukan cuma "apa."
Analis yang bagus dan pelatih yang bagus sering punya skill dasar yang sama: kemampuan nyederhanain hal kompleks tanpa ngurangin substansinya.
Taufan Werkudara retweeted
Martin Odegaard watched Bruno Fernandes win player of the season with set piece assists and decided to show them how it's done
xitter.cf/canadasingys/status/20…
Taufan Werkudara retweeted
Gabriel kicking racism out of football
Taufan Werkudara retweeted
Replying to @panditfootball
Kartu kuning kayaknya bisa, tapi gak red card lah.
Bola lagi liar gitu yaa ditendang lah masa di anggurin.
Grok aja ngerti nih
Taufan Werkudara retweeted
DARI PURBA HINGGA SEKARANG: REKAM JEJAK KRAKATAU SI GUNUNG API LEGENDARIS.
Sobat, tahu nggak kalau Gunung Krakatau yang belakangan ini lagi aktif erupsi punya sejarah panjang yang mencengangkan sejak zaman purba?
Yuk, simak perjalanan "Sang Penguasa Selat Sunda" dari masa ke masa! 👇
1. Tahun 416 M / 535 M (Era Purba)Krakatau Purba meletus dahsyat hingga tubuh gunungnya hancur. Letusan kolosal ini membentuk kaldera bawah laut dan memisahkan Pulau Jawa dan Sumatra.
2. Abad ke-6 – 1883 (Fase Tiga Kerucut)Aktivitas magma di bekas kaldera purba melahirkan 3 kerucut baru: Rakata, Danan, dan Perbuwatan, yang menyatu menjadi Pulau Krakatau.
3. Tanggal 26-27 Agustus 1883 (Kiamat Kecil)Salah satu letusan paling katastrofik dalam sejarah modern manusia.
Suaranya terdengar sampai Australia, memicu tsunami setinggi 30 meter, dan abunya sempat meredupkan matahari hingga menurunkan suhu bumi 1,2°C.
4. Tahun 1927 (Lahirnya Sang Anak) setelah puluhan tahun tertidur, aktivitas vulkanik bawah laut melahirkan pulau baru yang terus tumbuh subur: Anak Krakatau.
5. Tahun 2018 (Longsoran Megah)Erupsi konstan memicu longsoran lereng gunung ke dalam laut, menyebabkan tsunami Selat Sunda. Tubuh Anak Krakatau menyusut drastis dari tinggi 338 meter menjadi hanya ~110 meter.
6. Tahun 2026 (Kondisi Saat Ini). Memasuki September 2026, Anak Krakatau kembali memasuki fase erupsi menerus dengan lava fountain (air mancur lava pijar) tebal. Semburan abu vulkaniknya meluas ke berbagai provinsi dan sempat mengganggu jadwal penerbangan. Saat ini statusnya berada di Level III (Siaga) dengan radius aman 3 km.
Mari kita doakan bersama , agar kondisi di sekitar Selat Sunda segera kondusif dan saudara-saudara kita di sana selalu dalam lindungan-Nya. Stay safe semuanya! 🙏❤️
Taufan Werkudara retweeted
Gini doang aku nangis 🥺🥺selemah itukah hati dan air mataku ya tuhan 😭
Kemunculan Sang Proklamator Bapak Presiden Pertama Republik Indonesia ( Ir Sukarno).
🤖 Made with AI
Taufan Werkudara retweeted
The smile before he'd even scored 🤯
Martin Ødegaard knew he'd bagged before even finding the net 😮💨
Taufan Werkudara retweeted
Di tengah Garuda yang sakit, generasi mudanya makin sakit.
Yaa Allah….
Ini mbak-mbak baju putih paling semangat, udah banyak yang notice juga kan?
Btw, MC juga aktif tek tokan kok sama mbak baju putih dan ada beberapa pegang mic!
Jangan klarifikasi terus lempar tanggung jawab sambil ngumpet gitu lah…
Video 1:
“Yang bisa Al Ikhlas maju, gue bayarin 1 botol, majuuu” (suara cowoq)
“Yang bisa Adh Dhuha, gue bayarin 1 botol. Adh Dhuha, Adh Dhuha…” (mbak baju putih)
Video 2:
Bercanda masih challenge, ditambahin Allahu Akbar.
——
Yaa Allah… 😭💔
Emang udah segitu melecehkan ini sih!
MC klarifikasi…
Ega, MC di booth miras Newport, memberikan partisipasi audiens, yaitu perempuan berbaju putih yang akhirnya kejadianlah soal Adh Dhuha itu.
MC minta maaf sebagai MC tidak bisa memegang kendali pada mic-nya.
Menurutnya hal ini tidak ada sangkut pautnya dengan perusahaan minuman tsb, melainkan murni atas kelalaiannya.
Begitu ceritanya.
——
Allahu Robbi,
Mainin ayat suci Al Quran, di booth miras, barang haram.
Taufan Werkudara retweeted
🚨JUST IN: Como’s president on Financial Fair Play after spending €342m in three years:
“If you have to fine us, fine us”
Taufan Werkudara retweeted
Sosok dibalik tercipatnya buku "Ini Budi" terbitan Balai Pustaka yang akrab bagi anak kelahiran 70" s/d 90" an tersebut adalah seorang ibu guru bernama Siti Rahmani Rauf.
Beliau lahir di Padang, Sumatera Barat, pada 5 Juni 1919 dgn mengawali kariernya menjadi seorang pengajar di Padang setelah lulus dari sekolah Belanda pada usianya masih 18 tahun. Beliau menekuni profesinya sebagai pengajar selama 15 tahun di Padang, sejak tahun 1938 sampai tahun 1953.
Tahun 1954, Beliau beserta Suami dan Keenam anak-anaknya pindah ke Jakarta dan meneruskan profesinya sebagai guru. Jabatan terakhir yang diampu oleh Bu Siti adalah sebagai kepala sekolah di SDN Tanah Abang 5, Jakarta Pusat, sampai pensiun pada tahun 1976.
Buku "Ini Budi" yang melegenda menerapkan metode Struktur Analitik Sintesis (SAS). Metode SAS ini dianggap cukup menyenangkan bagi siswa SD pada kala itu, sehingga membantu para siswa-siswi menjadi lebih mudah dalam belajar membaca. Termasuk saya yg bisa membaca salah satunya berkat jasa Beliau.
Meskipun Beliau sudah wafat pada tahun 2016 dalam usia 97 tahun, tapi jasa-jasa Beliau dalam memberikan sumbangsih terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia tidak bisa dianggap sepele.
Alfatihah buat Siti Rahmani Rauf.
Taufan Werkudara retweeted
when nolan gathers the odyssey team to watch lewat djam malam (after the curfew) then what
AFTER THE CURFEW | Now Showing
War veteran and student Iskandar finds himself disillusioned with civilian life after the Indonesian National Revolution.









































