Komunitas Bambu (@KomunitasBambu) header
Komunitas Bambu (@KomunitasBambu) profile picture

Penerbit buku sejarah sejak 1998. Toko Buku Kobam Depok Senin-Jumat 08:30-17:00 Sabtu 10:00-16:00 ; Menteng & BSD Selasa-Sabtu 11.00-19.00 Minggu 08.30-17.00

Jl. Taufiqurrahman No.3, Beji
Joined May 2010
Photo by Komunitas Bambu (@KomunitasBambu)Photo by Komunitas Bambu (@KomunitasBambu)Photo by Komunitas Bambu (@KomunitasBambu)Photo by Komunitas Bambu (@KomunitasBambu)Photo by Komunitas Bambu (@KomunitasBambu)Photo by Komunitas Bambu (@KomunitasBambu)Photo by Komunitas Bambu (@KomunitasBambu)Photo by Komunitas Bambu (@KomunitasBambu)Photo by Komunitas Bambu (@KomunitasBambu)Photo by Komunitas Bambu (@KomunitasBambu)
Buku Sukarno Muda menceritakan konstruksi pemikiran Sukarno ketika masih muda. Saat itu, Sukarno menjadi bagian penting lahirnya The Edge of Ideology di Indonesia. Ia banyak membuat tulisan yang terkait dengan pemikir-pemikir besar seperti Marx dan Lenin.
2
162
“Sukarno berusaha menggabungkan demokrasi dengan Islam, dengan mengatakan bahwa pengutamaan kelompok sayid yang hendak menciptakan aristokrasi dalam Islam sebagai bentuk penyuburan sistem feodal dan penjajahan sebagian manusia terhadap manusia lain,” M. Ridwan Lubis
1
1
4
170
"Buku Papua Bergerak merangkum dan menyimpulkan berbagai konsep, gagasan maupun arah perjuangan bangsa Papua. Sangat dekat dengan bisikan hati rakyat tertindas, perjuangan melawan ketidakadilan dan kolonialisme di seluruh Tanah Papua," Sam Awom
7
254
Di Padang, angkot dan bus pernah menjadi ruang di mana warna, bahasa dan gaya bertemu di jalanan. Dari yang ramai dan ekspresif, hingga yang kini semakin rapi dan seragam semuanya menunjukkan bahwa transportasi juga ikut berubah bersama zaman.
3
201
“Catatan dalam antologi ini dipilih dari buku-buku para pelancong dan tulisan penduduk Singapura. Disusun secara kronologis untuk merefleksikan perubahan persepsi terhadap Singapura dari generasi ke generasi,” John Bastin
1
12
333
Kokki Bitja yang terbit pada tahun 1854 menjadi buku resep pertama di Indonesia. Isinya memuat berbagai resep yang mencerminkan tradisi kuliner budaya Indis, hasil percampuran beragam etnis dan bangsa.
4
221
“Kisah cinta Yurike Sanger dan Bung Karno pertama kali hadir melalui serangkaian wawancara panjang yang kemudian dimuat di berbagai media dan mendapat sambutan luas hingga akhirnya dibukukan atas permintaan para pembaca,” Kadjat Adra’i
3
237
“Menurut Saidi, istilah Betawi sudah digunakan sejak 1640 dan kemungkinan berasal dari nama tumbuhan ‘Gulinging Betawi’, seperti banyak nama tempat di Jakarta yang berasal dari nama tanaman,” Abdul Chaer
1
10
372
“Tan Malaka tidak sepatutnya dipanggil Trotskyis karena saya kira dia tidak pernah ada kesempatan baca buku Trotsky atau tidak ada hubungan dengan kaum Trotskyis,” Helen Jarvis
1
16
432
Meski kerap dianggap berlebihan karena dipuja sebagai “buah surga” atau memiliki “kekuatan sihir”, Jack Turner meyakinkan pembaca bahwa rempah-rempah secara nyata telah mengubah peta sejarah dunia.
1
259
Bahasa juga memiliki peran yang prominen di periode kebangkitan nasional. Hilmar Farid, dalam Perang Suara, mengambil perspektif yang cukup unik dalam sejarah pergerakan nasional, yakni bahasa atau linguistik sebagai media untuk membangkitkan kesadaran kebangsaan.
1
8
303
Kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang bagaimana kita merawat republik dengan akal sehat, menjaga demokrasi serta memperjuangkan keadilan dan kesetaraan.
5
280
"Sejak Sumpah Pemuda itulah, gerakan lokal pemuda mulai mengambil tempat dalam kesatuan politik. Ada keinginan akan sebuah federasi atau gabungan, Indonesia dianggap bukan hanya sebagai bahasa tetapi juga budaya," Keith Foulcher
6
339
“Istilah ‘pemberontakan petani’ tidak berarti semua pelakunya petani; para pemimpinnya justru biasanya berasal dari kelompok terkemuka seperti tokoh agama atau elite desa,” Sartono Kartodirdjo
1
10
450
“Banyak wilayah baru dikuasai Belanda dalam waktu lebih singkat, tetapi kemudian muncul gambaran umum seolah seluruh Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun dengan cara yang sama,” G.J. Resink
3
210
“Unsur modernitas kedua hikayat ini, muncul kelas sosial di luar lingkungan raja. Kelas menengah yang diwakili sejumlah saudagar dan kelas rakyat jelata hanya berperan di medan laga, namun tidak disangka tampil dengan kesibukan dan dengan suaranya sendiri,” H. Chambert-Loir
6
242
Siang ini ditemani buku Riwayat Tionghoa Peranakan di Jawa. Ternyata, asal mula gerakan “dijawakan”-nya nama-nama Tionghoa ini sudah dimulai sejak 1960.
1
7
224
“Hegemoni patriarki di Indonesia sangat dominan, selain dari negara juga dari nilai- nilai tradisional dan kelompok Islam konservatif yang semakin berkuasa, sehingga terjadi 'jilbabisasi' (Islamisasi) ibuisme negara," Julia Suryakusuma
2
189
“Menurunnya dukungan dan dana membuat Pao An Tui semakin terisolasi, sementara tindakan anggotanya yang dianggap brutal serta keberpihakan pada Belanda memperburuk hubungan dengan masyarakat sekitar,” Sulardi
183
“Sejarah melatih kita untuk lebih kritis terhadap berbagai klaim dan kepentingan di baliknya. Namun, pengalaman melihat berulangnya kesalahan manusia juga dapat membuat sejarawan cenderung skeptis terhadap perubahan,” A.L. Rowse
3
165