Kingpin got spotlight 🔦
Pandu Sjahrir, the prominent Indonesian wealth fund executive who has publicly supported MSCI’s scrutiny of the nation’s stock market, is the co-owner of a brokerage sanctioned in connection with a stock-market manipulation probe bloomberg.com/news/articles/…
Herry Dharmawan retweeted
Pemerintah yang berkuasa akibat pemilu yang cacat adalah pemerintah yang tidak sah. Cepat atau lambat, rakyat bisa tidak patuh.
Herry Dharmawan retweeted
Waduhh ke spill semua
sedang menyaksikan orang bodoh dengan pd mempertontonkan kebodohan mereka, whether they’re buzzers or organic, pengguna hastag bodoh ini beneran nirempati. lagian apa masih pemilu sekarang ini?
your country is literally still burning and the smoke has even reached neighbour countries. ada ratusan ribu orang kena ispa, ada hewan endemik yang kehilangan rumahnya dan ada jutaan lahan hutan yang di bakar. orang yang kalian suruh still still itu penanganannya lambat bahkan mungkin ga peduli.
mengutip dari kata prabowo “ikan busuk mulai dari kepala” memang wajar pendukungnya bodoh dan ga punya empati karna yg di dukung juga sama.
Herry Dharmawan retweeted
Selama ini tiap pemilu, kandidat yg diminta "menyesuaikan" akar rumput. Kandidat yg diminta memahami mereka. Sampai harus gimmick segala macem biar diterima mereka.
Kalo serius mau ada perubahan, kupikir udah saatnya rakyat akar rumput yg menaikkan standar kriteria pemimpinnya.
Pola pikir yg mau gw tanamkan di @turuntangan_id
Replying to @iam_ivandie
Buat next generation,
Silakan kejar puncak itu. Rebut.
Tapi bangun radar kesadaran yang brutal. Suksesmu akan jadi produk gagal kalau ROI-nya menuntut nyawa empatimu.
Naudzubillahi min dzalik. Jangan kasih sistem ngehack jiwa kita seenak jidatnya.
Herry Dharmawan retweeted
Ada kampus @muhammadiyah sedang diduga sdg "kejar tayang" meningkatkan skor SINTA secara masif melalui strategi pengabdian masyarakat.
Lewat skema Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (Pengabdian di Lingkungan Persyarikatan), perguruan tinggi tersebut memproduksi sekitar 3.000 kegiatan pengabdian dalam satu tahun.
Setiap kegiatan pengabdian bernilai 40 poin. Secara matematis, akumulasi 3.000 pengabdian tersebut menghasilkan 120.000 poin SINTA per tahun.
Mengingat bobot 40 poin sebanding dengan 2 publikasi jurnal terindeks Scopus, capaian poin dari pengabdian ini setara dengan bobot nilai dari produksi 6.000 artikel Scopus dalam kurun waktu satu tahun.
wajar tidak kira2?
Herry Dharmawan retweeted
Buat yang ga ngikutin demo di Perancis:
> Murid SMA protes karena terlalu banyak jam kosong di kelas akibat kekurangan guru. Tiap bulan minimal ada total 2 hari jam kosong bahkan sampe seminggu karena gurunya work life balance ambil cuti tapi gaada pengganti.
> Murid SMA muak karena tiap 1 guru harus ngajarin 35 murid. Mereka anggap ini rasio yang tidak efisien. Di Indonesia, 1 guru bisa ngajar >40 murid
> Murid SMA sadar kalau penyebabnya anggaran pendidikan yang kecil. Bahkan saat musim panas aja AC sekolah mati karena gak punya anggaran bayar listrik.
> Belum lagi setelah mereka lulus SMA dan mau jadi sarjana, itu sistem kuliahnya Gacha. Gaada test kayak di Indo. Mereka sistemnya tulis 10 jurusan dan kampus yang mereka mau, lalu nanti sistem yang ga transparan bakal pilih random sesuai ketersediaan kuota. Mereka frustasi sama ini.
> Teknik demonstrasi yang mereka lakukan adalah menduduki dan memblokade akses SMA dan Universitas terkenal. Salah satu SMA yang diduduki adalah SMA alumninya 5 mantan presiden Perancis. Kalau di Bandung Ibarat blokir SMA 3 dan 5 dan kampus ITB.
> Ada tokoh kanan yang ambil momentum nyalahin imigran, tapi gak kemakan narasinya sama anak SMA ini soalnya gak nyambung.
> Jadi makin viral karena salah satu video wawancara demonstran viral. Seorang anak SMA kulit putih di sekolah elite pusat kota Paris, tinggal di gated community, tapi narasinya pro minoritas, gerakan kiri, dan solidaritas terhadap rakyat kecil.
> Ketidakpuasan ini makin parah karena generasi boomers Perancis makanin uang pensiun dari pajak yang dibayarkan generasi muda. Sementara generasi muda gak ngerasa dapet apa-apa dari pajak.
> Menjadi titik balik gerakan kiri terbesar di Eropa. Sebuah sintesis dari dialektika anti-tesis gerakan ideologi kanan yang populer 1 dekade terakhir. Bisa kita bilang "The Leftist Spring" karena hal serupa terjadi juga di Jerman.
Di Indonesia sulit ada hal kayak gini karena sejak awal gaada dialektika Ideologi. Yang ada adu retorika makna Pancasila. Semua ideologi fafifuwasweswos maknanya 🤣
Herry Dharmawan retweeted
fun fact, jumlah pejabat tinggi eksekutif di pemerintahan prabowo lebih banyak dari:
- populasi ikan pesut mahakam
- populasi kanguru wondiwoi papua
- populasi gajah kalimantan
- populasi badak jawa
- populasi badak sumatera
- populasi badak kalimantan
Angka 161 itu ternyata baru lapisan atas.
Dengan 10 Penasihat Khusus dan 7 Utusan Khusus seperti di tabel, Perpres 106/2025 membuka ruang sampai 60 asisten dan pembantu asisten untuk para penasihat, serta 42 orang untuk para utusan.
Satu Stafsus Presiden sendiri bisa dibantu 5 asisten dan 10 pembantu asisten.
Ditambah 1 Stafsus Presiden dan 2 Asisten Khusus Presiden yang sudah dilantik, kapasitas struktur ini secara teoritis bisa menyentuh 281 posisi, bahkan belum termasuk tenaga pendukung Asisten Khusus dan staf Kemensetneg yang diperbantukan.
Intinya, tetap semangat bayar pajak, karena negara punya tambahan ratusan kursi yang harus dibiayai.
Herry Dharmawan retweeted
Terrific documentary on the past and continuing significance of the Bandung Conference.
youtu.be/xpDU-Ib8VaA?is=G3L5…
Herry Dharmawan retweeted
Negara ini obses banget sama latihan kedisiplinan. Itu anak2 bangun jam 5-6 dan 6:30-7:00 udah di sekolah, setiap hari selama 12 tahunan, kurang disiplin apa coba?
Mending lu latih itu anggota DPR dan pejabat yang janji jam 10 tapi jam 11:30 baru dateng💅
Program ekstrakurikuler Korps Kadet Republik Indonesia atau KKRI resmi diluncurkan di SMKN 26 Jakarta pada Rabu (23/9/2026).
Program ini ditujukan membantu siswa membentuk karakter dan kedisiplinan sekaligus mempelajari kepemimpinan serta bela negara.
KKRI juga menyediakan media pembelajaran dan kegiatan fisik yang melibatkan unsur TNI serta kewilayahan.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Muhammad Wildan Alghofari
Penulis Naskah: Muhammad Dava Arrifa
Video Editor: Muhammad Dava Arrifa
Produser: Naufal Noorosa Ragadini
~NJ #Edukasi #Sekolah #dailynews #KKRI #KorpsKadetRI #KorpsKadetSMA #BelaNegara #TNI #Kemhan
Musik: Data Bloom (AI)
Artikel terkait: megapolitan.kompas.com/read/…
Herry Dharmawan retweeted
Gak semua artis idolamu harus jadi aktivis. Gak semua aktivis layak diidolakan.
Ada yang terjebak performative activism, sibuk bertindak seolah-olah vokal demi menjaga konsistensi brand, tapi ujung-ujungnya malah mengaburkan substansi isu yang seharusnya digaungkan.
Ada juga kritikus ulung yang dulu garang berdialektika menelanjangi satu rezim, tapi mendadak melempem saat rezim berganti. Hobi "mendungukan" orang di layar TV, tapi makin ke sini narasinya makin abstrak dan tanpa arah. Pada akhirnya, dialektika tajam itu cuma buat komoditas pribadi melanggengkan peran sebagai pengisi tetap di acara TV.
Realitanya, setiap orang bergerak sesuai struktur insentif dan risk tolerance masing-masing. Akun dengan 200 followers bisa bebas melempar kritik tanpa risiko apa pun. Tapi buat figur publik dengan jutaan followers, tiap kata punya dampak ke keselamatan karir dan keluarganya. Kamu gak bisa dan gak boleh memaksa keberanian orang lain.
Makanya, stop mengkultuskan figur. Berharap pada personal itu cuma cara lain merencanakan kekecewaan.
Fokus ke narasinya, bukan orangnya. Dukung siapa pun yang saat ini melantangkan isu-isu sosial tersebut tanpa takut. Kalau besok dia berbelok, tinggalkan, lalu cari orang lain yang masih konsisten membawa gagasan yang sama.
Hari ini, saya mendukung Media Askar karena gagasan dan pemikirannya yang konsisten, karena narasi yang disampaikan selalu berlandaskan data dan riset yang kuat.
Gimana besok? Kita belom tau.
Herry Dharmawan retweeted
Sebuah utas
Buku cerita anak bergambar tema bencana. Gratis. Boleh diunduh. Boleh dicetak untuk kepentingan pribadi. TAPI TIDAK BOLEH DIJUAL.
Kecuali yang memang ada link pembeliannya. FYI, saya tidak affiliate.
Silakan disebarluaskan.
Dilarang mencuri konten ini tanpa izin. 😊
Save dan share. Utas akan makin panjang kalau saya nemu buku anak tentang bencana lagi.
1. Bola Tiwi
Ditulis oleh Lina Herlina. Kolaborasi dengan Ella Elviana sebagai ilustrator. Diterbitkan oleh BPBP Jakarta bekerja sama dengan beberapa pihak.
Cerita tentang Tiwi, seorang anak, teman tuli yang pergi ke stasiun bersama ibunya. Sampai di stasiun, bola Tiwi memantul jauh. Tiwi mengejarnya, tapi, tiba-tiba gempa. Tiwi harus bagaimana?
Buku ini dilengkapi petunjut singkat melindungi diri saat gempa dan sedikit pengenalan bahasa isyarat.
Link unduh: drive.google.com/file/d/1eZH…
Kalau tidak bisa, klik ini: letsreadasia.org/book/dae4e6…
Herry Dharmawan retweeted
Orang ini beberapa kali ketahuan berbohong. Kali ini salah pula menyimpulkan. Mana pula saya ngotot, wong cuma meluruskan fakta.
Di buku Menuju Ratangga semua kontribusi gubernur ditampilkan, termasuk tuan dia sendiri, Jokowi dan Ahok.
Yang ada biasanya justru kontribusi Foke yang dihapus, sebagaimana cuitan orang tadi. Langsung melompat ke Jokowi.
You’re unable to view this Post because this account owner limits who can view their Posts. Learn more
Herry Dharmawan retweeted
[IPL Webinar Vol. 2: The Last Flight of the N-250: The Post-Crisis Dismantling of Industrial Policy and the Economic Remaking of Indonesia]
The N-250’s first flight in 1995 marked a major effort to build Indonesia’s technological and industrial capabilities. Its cancellation a few years later came amid a sweeping post-crisis reform program, shaped by the Washington Consensus, that recast the state’s role in development, particularly in the conduct of industrial policy.
This discussion examines how the economic program implemented after 1998 altered Indonesia’s capacity to undertake industrial policy, and what the N-250 episode reveals about the institutional choices still confronting the country today.
As Indonesia again pursues mineral downstreaming, electric vehicles, renewable energy, and strategic industries, this session also asks whether the country has recovered the institutional capacity to pursue long-horizon technological transformation, and what the last flight of the N-250 reveals about the costs of losing it.
🗓️ Friday, 4 September 2026
🕖 7:00–8:30 PM WIB (UTC +7)
🎙️ Faris Abdurrachman
Lead Economist, Industrial Policy Lab Indonesia
Former Analyst, International Monetary Fund
Register: bit.ly/n250-ipl
The webinar link will be shared one day before the event. We look forward to seeing you.
Herry Dharmawan retweeted
Zionists have turned “don’t bomb hospitals” into a hot take in this dark era.
Fk’em
Herry Dharmawan retweeted
"2+7, 9 itu bintang NU
08 agustus dan 2006
Agustus itu 8
2x+6 8
Jadi muktamar ini muktamarnya pak prabowo karena tanggal 8"
Semua orang stress gila
This quoted post is unavailable.



















































