From Comm With Love (@FromCommWLove) header
From Comm With Love (@FromCommWLove) profile picture

Rangkaian acara Departemen Sosial Masyarakat HMIK Universitas Indonesia | Acara terdekat : Kami Berbagi | CP: Viesa (08881728956)

FISIP UI
Joined October 2012
Photo by From Comm With Love (@FromCommWLove)Photo by From Comm With Love (@FromCommWLove)Photo by From Comm With Love (@FromCommWLove)Photo by From Comm With Love (@FromCommWLove)Photo by From Comm With Love (@FromCommWLove)Photo by From Comm With Love (@FromCommWLove)Photo by From Comm With Love (@FromCommWLove)Photo by From Comm With Love (@FromCommWLove)Photo by From Comm With Love (@FromCommWLove)Photo by From Comm With Love (@FromCommWLove)
[3] di media sosial karena dapat berdampak buruk baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
[2] berbagai kepentingan mulai dari berkomunikasi, ajang unjuk diri dan lain sebagainya. Namun, tentu saja ada hal-hal yang harus dihindari
[1] Media sosial sudah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang yang menggunakan media sosial untuk
2
1
[3] tinggi sedangkan remaja yang kurang berkecukupan tidak menyadari adanya kesempatan yang ditawarkan oleh teknologi digital.
[2] Remaja yang lebih berkecukupan menggunakan internet untuk mempelajari dunia, meningkatkan keterampilan atau melamar pekerjaan bergaji
[1] Fakta menunjukkan, penggunaan internet yang sama bukan berarti memberikan kesempatan yang sama.
3
1
[4] materi pornografi lebih ditegaskan dan yang terpenting adalah kesadaran para remaja mengenai tindakan tersebut.
[3] seperti membagikan foto-foto yang tidak pantas dan lain sebagainya di media sosial. Oleh karena itu, penegakan hukum tindakan penyebaran
[2] beberapa kekurangan pada substansi pengaturannya. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya remaja yang melakukan tindakan 'Cyberporn'
[1] Penegakan hukum pelaku tindak pidana pornografi dalam hukum pidana Indonesia saat ini belum maksimal karena
[7] Memberikan sudut pandang alternatif suatu isu publik bisa menjadi hal positif yang lahir dari internet.
[6] Sisi baiknya, kebebasan membuat konten sendiri dapat digunakan untuk menyuarakan informasi yang luput diberitakan oleh media besar.
[5] Tentu kita tidak asing dengan istilah "yellow journalism", "clickbait", "hoax", "akun propaganda" dan lain-lain.
[4] elektronik, internet kurang dapat dipertanggungjawabkan informasinya karena siapa saja, dimana saja dan kapan saja dapat membuat sendiri
[3] media sosial hanya 15,2%. Salah satu isu yg layak untuk disorot adalah pertanggungjawaban informasi. Berbeda dengan media cetak ataupun
[2] internet tidak dipercayai oleh penggunanya. Dipaparkan bahwa situs berita daring hanya mempunyai tingkat kepercayaan sebesar 39,6% dan
[1] Survei oleh Litbang Kompas pada Februari 2015 menunjukkan bahwa lebih dari setengah konten informasi yang ada di
[3] media digital yang makin canggih juga diikuti dengan mudahnya seseorang mengakses informasi melalui internet.
[2] paling banyak digunakan oleh netizen untuk mengakses internet. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi komunikasi ponsel dan
[1] Survei yang dilakukan oleh APJII dan PusKaKom UI tahun 2015 menunjukkan bahwa telepon seluler merupakan media yg