Chromatic Sandwich retweeted
๐ผ๐๐ผ๐ผ?? ๐๐ผ๐๐๐๐๐๐๐ 2025 ๐๐ผ๐๐ ๐๐ผ๐๐๐ ๐
๐๐๐ฝ๐๐โ๏ธโ๏ธโ๏ธ
bit.ly/ValentineDayWithKPA
หโ*ยฐโข. Selamat Hari Valentine's sobat sobats โขยฐ*โห
Kalian mau ngasih ๐๐๐๐๐๐ ke crush di hari valentine tapi malu maluโMau hubungannya ๐๐๐๐๐๐๐๐ terus sama doiโ
Chromatic Sandwich retweeted
Jangan jangan selama ini kita bukan lactose intolerant tapi mules2 gara gara es batu
Chromatic Sandwich retweeted
Sempet jadi merk prosesor nomor satu di dunia, tapi sekarang harga sahamnya anjlok parah, PHK 15.000 karyawan, dan prosesor terbaru mereka dihujat abis-abisan.
Ada apa sama intel?
Ini dia alasan kenapa gue yang ngerakit PC sejak 2016 gak kesian, malah hepi intel ancur lebur. ๐
Chromatic Sandwich retweeted
Kenapa sih orang itu cari validasi?
Gue coba gugling, tapi jawaban menurut psikologi gak bikin gue puas. Gue coba diskusi sama temen yang pinter, dan dari diskusinya gue akhirnya bisa cukup puas sama satu jawaban โkenapa kita cari validasiโ dari sudut pandang antropologi.
UTAS
Chromatic Sandwich retweeted
ini namanya momot. momot aku adopt dari cowoku soalnya dia udah pelihara 4 hamster. waktu pertama sama aku, momot selalu gigitin tanganku, garuk-garuk kandang minta keluar, dan suka ngumpet. sekarang kalo aku lagi duduk, dia suka nyamper sampe naik ke paha.
Chromatic Sandwich retweeted
Anak-anak yg tumbuh dalam kesepian merasa ingin cepat dewasa karena sudah dituntut untuk dewasa (apa-apa sendiri) sejak dini.
Akhirnya berisiko menikahi orang yg โsalahโ (mungkin karena ingin buru-buru menikah biar gak kesepian) hingga bekerja di tempat yg sebenernya mengeksploitasi dirinya (kerja terus tapi timbal baliknya gak sepadan) ๐ข๐ข๐ข๐ข
Chromatic Sandwich retweeted
Stop scrolling ๐ซ
Buat maba IT, pencari lowongan magang programmer, struggle pakai git, perlu pengalaman kolaborasi coding, baca dulu sebentar yuk ๐
Gue jamin worth it, mungkin ini bakal mengubah 90% proses kalian jadi lebih cepat buat makin jago โจ
A shortcut ๐
Chromatic Sandwich retweeted
Nah, ini mungkin satu unfair advantage orang2 di top univ yang sulit di-replicate: mereka tiap hari dibentuk untuk punya selera tinggi dalam hal pencapaian.
Mereka dikelilingi IOI Medalist, national athletes, young prodigies, setiap hari yang tanpa sadar mempengaruhi cara berpikir di otak. Their brains are completely rewired simply by being there, surrounded by the most ambitious people in the country on a daily basis.
Lingkungan dan teman2 terdekat itu ngaruh banget, terutama buat orang yang intrinsic motivation-nya turun naik.
Makanya kalau ada anak muda ambis mau belajar bangun startup disaranin pindah ke Silicon Valley, yang mau belajar fashion merantau ke Paris, dll.
Di less known univ juga pasti ada anak2 yang berpikir besar, tapi biasanya minoritas atau bahkan outlier. Perlu extra effort untuk menjaga itu.
At least ada tiga hal yang bisa dicoba untuk sedikit mereplicate experience itu:
- banyak baca buku.
- Ikut lomba2 nasional. Usahakan at least bisa sampe final yang biasanya adalah saat semua perserta dikumpulin dan ngasih presentasi.
- Buat virtual circle tambahan sendiri. Cari akun twitter / blog anak2 top univs yang seumuran dan produktif. Kalau ada blognya, masukin di RSS feed yang sering dibaca.
And here's the catch: jangan berhenti cuman liat anak berprestasi di top univ dalem negeri, kepoin anak2 di univ terbaik di dunia: Harvard, MIT, Stanford, etc.
Tujuannya biar tau cara berpikir dan cerita mereka lebih dekat dan seberapa jauh skill gapnya dengan kamu yang sekarang. Dan hopefully bisa ngasih gambaran opportunity2 apa yang possible untuk dicapai di umur sekarang.
Kebetulan waktu masuk kuliah gw sempet kepoin undergraduate student's blog-nya Harvard, MIT, Stanford, dan Caltech jurusan Computer Science.
Beberapa anak ada yang aktif nulis di blog masing2 dan itu seru banget diikutin, ada yg sekarang udah punya nama / legacy sendiri di industri masing2.
Ada satu highlight yang gw masih inget.
Sekitar 2010 / 2011 belum banyak websites yang implement fitur dengan request resources secara async dengan reactive UI. Waktu itu Google baru luncurin Google Instant: saat ngetik dan berenti, hasilnya otomatis muncul. Bukan hal yang spesial sekarang. Tapi waktu itu keren banget.
Salah satu mahasiswa Stanford namanya Feross, nulis blogpost bahwa dia iseng bikin hal yang sama tapi untuk Youtube. Dia kerjain dalam waktu 3 jam, ceritain cara implementasinya di blog, dan kasih nama Youtube Instant. Abis itu dipost di Facebook.
Besoknya dia update lagi kalau ternyata websitenya viral dan udah banyak web berita yang bikin coverage tentang website bikinan dia.
Eh besoknya dia update lagi kalau CEO Youtube notice web itu, nge-tweet dan nawarin job offer. Oh ya, Ferros masih undergraduate student tahun ke-dua di Stanford.
Anak kuliah tingkat dua bikin project dalam waktu 3 jam karena iseng, jadi sensasi nasional, dan bikin dia dapet job offer dari Youtube CEO. Semua terjadi dalam waktu sebulan.
Kalau gw ceritain itu ke anak2 tongkrongan mungkin keliatan menghayal, terlihat jauh banget dengan universe gw di dunia nyata. Tapi gw ngikutin proses kejadian itu dari orang pertama dari awal.
And when I look at the story on a microscopic level like that, somehow, I feel in my bones that I can do it too.
Dan itu juga yang bikin gw tertarik belajar lebih banyak tentang Javascript. Yang nantinya membantu gw dapet job offer dari Bukalapak saat masih kuliah.
Youโre unable to view this Post because this account owner limits who can view their Posts. Learn more
Chromatic Sandwich retweeted
Tahu gak ini juga ada kaitannya dengan taksonomi Bloom wkwk. Entah sejak kapan, C4-C6 tuh dipuja dan C1 dipandang sebelah mata. Jadi kegiatan "menghafal" kerapkali di-skip. But that's not how knowledge works kan ๐ญ









































