Love is the bridge for your and everything

Jakarta Pusat, DKI Jakarta
Joined May 2023
Israeli TV host cuts off settler after he complains about punishment for burning down Palestinian homes —— Israeli television host Yinon Magal abruptly ended an interview with a hilltop settler after the young man complained that settlers who burn Palestinian homes face punishment. The exchange on Channel 14 began with Magal attempting to link an attack to the settler's outpost, but the interviewee pushed back, clarifying that the location was not as close as the host had suggested. The conversation grew more tense when the settler compared the treatment of hilltop youth accused of burning Palestinian homes to that of anti-government protesters who burn cars. When Magal asked whether setting fire to a Palestinian home was acceptable, the settler did not answer. Magal then took back the microphone and ended the interview. The exchange comes amid escalating settler violence targeting Palestinians across the occupied West Bank. The UN recorded 1,835 settler attacks resulting in casualties or property damage in 2025, the highest annual total in its reporting series at the time.
2
27
4
56
3,995
BREAKING | Saudi-led coalition spokesman Turki al-Maliki says the coalition will shortly issue an evacuation warning for civilians in Sanaa ahead of a so-called "special military operation."
4
17
4
46
4,070
أمير دولة قطر الشيخ تميم بن حمد آل ثاني: علينا أن نكون جاهزين لأسوأ الاحتمالات وأن يتحمل الجميع مسؤولياتهم مؤسسات ومواطنين
43
125
32
905
707,406
🇶🇦|Emir of Qatar:This Is Not a Drill, It Is a Warning. Prepare for the Worst October 13, 2026 | Doha The Emir of Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, issued a statement: "We must prepare for the worst-case scenario, and everyone institutions and citizens alike must shoulder their responsibilities." This was not a routine address; it was a warning of war. What is the worst-case scenario for Qatar? Qatar hosts Al Udeid Air Base, the largest U.S. military base in the Middle East. If the U.S. or Israel launches a new round of strikes against Iran, Al Udeid Air Base sits high on Iran's list of targets for retaliation. Iran has already demonstrated its capability to strike U.S. assets in West Asia. The U.S. Fifth Fleet headquarters in Bahrain has suffered severe damage from Iranian strikes; U.S. bases in Iraq have been hit by the Islamic Resistance in Iraq; and U.S. bases in Syria have been targeted by resistance forces. Qatar knows that if the war escalates, its territory will become a battlefield. Qatar's Dilemma Qatar maintains relations with both sides. It has a defense agreement with the U.S. It hosts Al Udeid Air Base and permits the U.S. to launch bombers against Iran from Qatari soil. However, it also shares the world's largest natural gas field the North Field/South Pars field with Iran. Qatar's liquefied natural gas (LNG) exports rely on this field, and these exports must pass through the Strait of Hormuz. The Strait of Hormuz is in Iranian hands; the Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Navy controls the waterway. Iran has seized three non-compliant tankers in three days and reached an agreement with Oman regarding a temporary shipping lane one that excludes the U.S. If Iran closes the Strait of Hormuz, Qatar's LNG exports would be cut off. If those exports are severed, Qatar's economy would collapse. The Emir of Qatar made it clear: prepare for the worst. The message is that if the U.S. and Israel expand the war into the Gulf, Qatar cannot pretend it is not on the battlefield. What is Qatar doing? Qatar is issuing warnings. Mishaal Al Thani, Qatar’s ambassador to Washington, has publicly stated: "Saudi Arabia bears responsibility for the devastation in Yemen; its brutal attacks have pushed 17 million Yemenis to the brink of famine." Qatar has not joined military operations against Iran. Qatar has not joined the war in Yemen. Qatar has not signed the Abraham Accords with Israel. Qatar is mediating. It mediates between Israel and Hamas. It conveys messages between Iran and the United States. It plays a role regarding Afghanistan. But mediation cannot shield Qatar from the fallout of war. If the U.S. launches airstrikes on Iran from Al Udeid, Iran will not distinguish between a "mediator" and a "combatant." Who bears what responsibility? The Emir has said: "Everyone must shoulder their own responsibilities—institutions and citizens alike." What is the responsibility of institutions? The military must be prepared. Emergency services must be ready. The energy sector must be prepared. The diplomatic corps must be ready. What is the responsibility of citizens? Remain vigilant. Follow instructions. Do not panic. But where does the ultimate responsibility lie? With those who dragged Qatar into the U.S. war machine. With those who allowed Al Udeid Air Base to be used for attacks on Iran. With those who thought they could host a U.S. base while simultaneously maintaining relations with Iran. Qatar can continue to hedge its bets. But war does not allow for hedging; war forces you to pick a side. The bottom line The Emir of Qatar has made it clear: prepare for the worst-case scenario. What is the worst-case scenario? The U.S. and Israel launch a new round of strikes against Iran. Iran retaliates against U.S. assets in West Asia. Al Udeid Air Base is struck. The Strait of Hormuz is closed. Qatar’s LNG exports are cut off. Qatar’s economy collapses. Qatar hosts the largest U.S. base in the Middle East. Qatar relies on the Strait of Hormuz to export LNG. Qatar shares the world's largest natural gas field with Iran. If the war escalates, Qatar cannot pretend it is not on the battlefield. Qatar must decide: whether to continue providing bases for the U.S. war machine, or to choose a different path for its own survival.
أمير دولة قطر الشيخ تميم بن حمد آل ثاني: علينا أن نكون جاهزين لأسوأ الاحتمالات وأن يتحمل الجميع مسؤولياتهم مؤسسات ومواطنين
13
108
7
373
225,513
🇸🇦| Kedatangan Bala Bantuan dari Koalisi Saudi ke Marib | 🇾🇪 Yaman: Tentara Bayaran dan Peralatan Militer Itu Segerah Dimusnahkan Penguatan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi dilaporkan telah tiba di Marib dan langsung diperintahkan untuk dikerahkan kembali menuju front Taiz. Langkah ini memperlihatkan bagaimana Riyadh kembali mengorbankan lebih banyak personil ke dalam medan pertempuran yang membara. Pertanyaannya: mengapa sekarang? Jawabannya jelas—front Taiz kini berada di ambang keruntuhan. Angkatan Bersenjata Yaman berhasil mengamankan kamp Jabal Sabr, desa-desa di sekitarnya, serta wilayah Al-Sarari. Saat ini, pasukan terus bergerak maju menuju puncak strategis Jabal Al-Arous yang mengawasi langsung Kota Taiz. Sementara itu di Provinsi Lahj, kelompok Ansarallah berhasil merebut Gunung Hawab dan Gunung Harooz. Langkah ini mengancam jalur pasokan pasukan Dewan Kepemimpinan Kepresidenan (PLC) dukungan Saudi di sepanjang pantai selatan Yaman. Di sisi lain, Brigade Raksasa Selatan kini menghadapi pengepungan ketat di Ras Al-Arah setelah dua serangan balik mereka menuju Dhubab gagal total. Sektor belakang pasukan PLC pun kini berada dalam kondisi sangat rentan. Di Distrik Al-Mudarrah, Angkatan Bersenjata Yaman terus menekan sepanjang front Muhaylah dan Mashamrah. Pertahanan pasukan dukungan Saudi kian rapuh. Jika pergerakan menuju Ras Al-Arah terus berlanjut, pasukan proksi tersebut terancam terkepung di dekat Selat Bab al-Mandab. Realita di lapangan menunjukkan posisi yang kian terdesak: kekuatan koalisi kehilangan kendali di Taiz, Marib, Lahj, hingga Selat Bab al-Mandab. Maka dari itu, Riyadh terus menyuntikkan tentara bayaran baru ke medan Taiz. Namun, apa yang bisa dicapai oleh pasukan tambahan ini? Jawabannya: tidak ada. Seberapa banyak pun pasukan yang dikirim ke Taiz, Angkatan Bersenjata Yaman siap melumpuhkan atau menawan mereka. Seberapa banyak pun kendaraan tempur lapis baja yang dikerahkan, semuanya akan dihancurkan atau disita menjadi rampasan perang. Sebagian besar persenjataan Amerika yang disuplai ke pasukan proksi kini justru beralih tangan dan digunakan oleh Angkatan Bersenjata Yaman untuk melawan balik. Arab Saudi boleh saja terus mengirim pasukan, melancarkan gempuran udara, atau mengandalkan dana riyal untuk membeli nyawa para kombatan. Namun kenyataannya: Taiz belum menyerah, Marib belum menyerah, Selat Bab al-Mandab belum menyerah, dan Yaman tetap berdiri teguh. Lantas, siapa yang menjadi korban di garis depan? Mereka adalah para pemuda dari wilayah selatan—asal Dhale, Radfan, Khormaksar, Lahij, Shabwa, Abyan, Hadhramaut, Yafe, hingga Aden. Mereka direkrut dengan bayaran riyal hanya untuk dijadikan umpan di pertempuran proksi. Jasad mereka dikirim kembali ke kampung halaman, sementara keluarga yang ditinggalkan hanya menerima surat duka dan selembar cek. Di saat yang sama, Putra Mahkota Mohammed bin Salman tetap berada di istananya di Riyadh. Kapal pesiarnya berlabuh di Laut Merah, megaproyek NEOM terus dibangun di padang pasir, panggung hiburan WWE digelar, dan Liga Golf LIV memikat bintang-bintang dunia. Sementara di sudut lain, para pemuda selatan berguguran di Taiz, Marib, dan Selat Bab al-Mandab—tewas dalam perang yang bukan milik mereka. Mohammed al-Bukhaiti menegaskan kembali posisi pihaknya: "Kami tidak ingin memerangi rakyat selatan." Namun bagi Riyadh, keberadaan mereka tak lebih dari sekadar amunisi pelengkap. Tanggapan Yaman Formula Angkatan Bersenjata Yaman tidak berubah: bandara dibalas bandara, pengepungan dibalas pengepungan, dan eskalasi dibalas eskalasi. Setiap kali Arab Saudi mengirimkan penguatan ke Taiz, Angkatan Bersenjata Yaman langsung menyasarnya. Setiap kali tentara bayaran baru diturunkan, mereka ditangkap. Dan setiap kali pasokan senjata dijatuhkan, pasukan Yaman merebutnya sebagai rampasan. Arab Saudi mencoba menang lewat jumlah, tetapi Yaman membalasnya dengan kualitas taktik. Saat pasukan penguatan Saudi memasuki Taiz, mereka sebenarnya sedang melangkah masuk ke dalam area bidikan. Kendaraan lapis baja berubah menjadi besi tua, prajurit menjadi tahanan, dan persenjataan mereka berpindah tangan. Ini bukan sekadar gertakan, melainkan fakta yang sedang terjadi di garis depan pertempuran Taiz. Inti Masalah Arab Saudi terus mengumpankan pasukan ke Taiz. Namun hasil akhirnya tetap sama: pasukan gugur, senjata disita, para komandan melarikan diri, dan jasad-jasad dikembalikan ke selatan. Taiz, Marib, Selat Bab al-Mandab, dan seluruh Yaman belum dan tidak akan menyerah. Riyadh bisa terus menyalurkan penguatan, mengebom dari udara, atau mengandalkan dana besar. Namun satu hal yang pasti: Arab Saudi tidak akan bisa memenangkan perang ini. Panjang umur Angkatan Bersenjata Yaman. Panjang umur Ansarallah. Panjang umur perlawanan rakyat Yaman!
4
29
70
5,176
WOW!!! JURU BICARA PEMERINTAH SAUDI MENGACKU MEREKA MENYERANG YEMEN UNTUK MELINDUNGI EILAT, ISRAEL Dia mengatakan tujuan mereka adalah mencegah Yaman mengancam pelabuhan Israel, Eilat. "Mereka memiliki rudal balistik, rudal jelajah, ranjau, serta berbagai kemampuan lain yang dapat mengancam Laut Merah hingga Eilat, kota di Israel. Oleh karena itu, mereka harus dimusnahkan..." SETIAP ORANG YANG BERPIHAK PADA SAUDI ADALAH BERPIHAK PADA ISRAEL
2
20
36
1,978
Senang melihat beberapa pemimpin dunia atau kaum muslimin di belahan dunia, mengutuk serangan Yaman yang menyebabkan 12 korban sipil di bandara Riyadh. Kita seharusnya mengutuk setiap serangan yang menargetkan warga sipil Tapi mengapa ada kemunafikan? Kenapa kemanusiaan pilih-pilih? Di mana kutukan kalian terhadap serangan brutal Arab Saudi yang menargetkan warga sipil Yaman dan lingkungan pemukiman? Saya hanya mempublikasikan 4 video dari pembantaian terbaru di Yaman, yang dilakukan oleh Arab Saudi. Anda tidak akan melihat video-video ini di media Barat. Mereka akan menyembunyikan ini dari Anda.
1
27
47
2,395
🇦🇿⚡️ Aksi protes di Azerbaijan setelah pihak berwenang melarang penggunaan hijab di sekolah. Siswa dan guru dilarang memasuki sekolah jika mengenakan penutup kepala (jilbab/hijab). "Saya sudah memakai hijab, tapi mereka tidak mengizinkan saya belajar." Protes telah meletus di Azerbaijan pada hari Senin setelah beberapa sekolah mencegah guru wanita dan siswi yang memakai hijab memasuki sekolah setelah larangan tidak resmi
12
18
1,966
bil99 retweeted
Normalisation between Saudi Arabia and Israel has already taken place. This video explains how.
103
898
73
2,072
53,052
TERKONFIRMASI: PETUGAS INTELIJEN ISRAEL DI RIYADH MEMBANTU ARAB SAUDI DALAM PERANG YAMAN Sumber militer Pakistan mengaku terkejut. SAUDI ADALAH ISRAEL Berikut adalah terjemahan dari percakapan dalam video tersebut: Tidak ada konfirmasi visual di mana pun bahwa terdapat operasi intelijen (intel ops) Israel di Saudi, benar? Apakah itu benar? Tidak. Tidak, tidak, tidak. Saya dapat mengonfirmasi—bahkan, saya... salah satu alasan mengapa saya terlambat—dan saya meminta maaf untuk itu—adalah karena saya sedang berbicara dengan sebuah kontak di Pakistan, karena ia telah memberi tahu saya sebelumnya, 12 jam yang lalu, bahwa ia mendapat konfirmasi visual—visual, visual, konfirmasi visual... visual di Riyadh. Di Riyadh, di Riyadh, di Riyadh, tidak hanya intelijen Israel, tetapi juga seorang mayor jenderal Israel—ia bilang seorang mayor jenderal berada di Riyadh, dan ia memberi tahu saya ini 12 jam yang lalu. Jadi saya terkejut, tentu saja, dan kemudian saya memberi tahu dia bahwa saya memiliki... saya memiliki sini... sini... sini... sini... sini... podcast yang akan saya lakukan dengan Pepe, dan saya ingin ini dikonfirmasi sebelum saya berbicara dengan Pepe. Jadi, maukah Anda dengan baik hati mengonfirmasi itu? Maksud saya, benar-benar konfirmasi itu. Jadi saya sedang berbicara dengan kontak ini pada waktu yang Anda... yang Anda hubungi saya, memberi tahu saya bahwa saya terlambat, dan ia mengonfirmasi, 'Ya, itu adalah...' dan ia juga terkejut, bahwa ya, pasukan kita—karena pasukan Pakistan ada di sana, tentu saja, mereka tidak dalam pertempuran, tetapi mereka ada di sana, mereka ada di mana-mana—telah melihat secara fisik... dan demi keheranan mereka sendiri, bahwa orang-orang Saudi sedang bermesraan dengan orang-orang Israel ini. Mereka mengundang mereka ke dalam semua konsultasi intelijen mereka, dan mereka aktif. Mereka aktif. Jadi ini adalah... ini adalah apa yang sedang terjadi. Jadi itulah alasan mengapa saya perlu menginterupsi. Ya, itu semua masuk akal, karena CENTCOM sudah terlibat langsung. Kita memiliki konfirmasi setidaknya 110 teknisi operasi (ops) Amerika, tingkat tinggi, militer, dan sebagainya. Jadi, koneksi antara CENTCOM, Israel, dan Saudi sangat, sangat dekat. Jadi ini sekali lagi mengonfirmasi bahwa ini adalah perang koalisi melawan Yaman. Yah, itu dulunya adalah perang koalisi, jauh kembali ke tahun 2015, ketika UEA masih menjadi bagian dari koalisi tersebut.
1
14
1
25
2,116
عدة أنفجارات تهز العاصمة السعودية الرياض. الهجوم بمسيّرات أطلقها الجيش اليمني وأصابت أهدافها بنجاح.
4
1
32
2,191
Saudi Arabia detaining US citizens for filming Yemeni missile and drone attacks —— The US Embassy in Saudi Arabia confirmed that US citizens have been detained by Saudi authorities for filming recent events in the kingdom amid attacks by Yemen's Armed Forces. In a statement, the embassy said that "American citizens have been detained for taking photos of recent events," without disclosing how many people were arrested or whether any had been released. The mission also warned that Saudi authorities had declared that "filming, publishing, or sharing information related to counter missiles and drones and their impact sites exposes you to legal liability," underscoring Riyadh's restrictions on documenting the impact of attacks and its air defences.
1
9
20
2,343
You won't believe who joined the protests of French schoolchildren: Greta Thunberg She participated in a rally in the Paris suburb of Saint-Denis, according to the local television channel BFMTV. The 23-year-old, who had promised not to attend school strikes anymore (as she is no longer a student since 2023), stated that French schools are not receiving "the necessary investments." What are you doing there?
27
19
15
108
68,296
- You announced that Russia and Ukraine agreed to a ceasefire, but they themselves say that there is no ceasefire. - They agreed. Why? Because I said so! YOU AGREED! Donald Trump is a follower of the ideas of the philosopher Protagoras, who lived in the 5th century BC, who said: "Man is the measure of all things," and believed that there is no reality independent of human perception. What we call reality only arises in the process of our perception. Therefore, each person has their own measure of all things and their own separate world in their head, which is their reality.
7
6
1
30
6,375
The CEO of Saudi Aramco, Amin Nasser, stated at the WPC energy congress in Riyadh that the current price of diesel fuel is approximately $200 per barrel, and that commercial oil reserves onshore are significantly below 6 billion barrels, with a large portion of these reserves being inaccessible.
3
16
46
4,278
A unique form of protest by a student against the ban on headscarves in schools. 🔴 Amidst protests by students against the new law by the Ilham Aliyev government, which prohibits female students wearing headscarves from attending schools in Azerbaijan, one of the students wore a headscarf as a form of protest. This act is gradually becoming a symbol in the country
4
42
184
5,623
An Azerbaijani schoolgirl in hijab confronts her school after she and classmates were barred entry under Aliyev's anti-hijab law.
48
415
9
1,716
33,069
📍القوات المسلحة اليمنية مستمرة بمطاردة الاحتلال السعودي الى اخر شبر من اليمن القوات المسلحة اليمنية تطل على مسقط رأس القيادي المرتزق حمدي شكري ومحمود الصبيحي ومسافات قصيرة تفصلها من البحر العربي وراس العارة
9
145
2
846
17,147