Keluarga besar Badan Siber dan Sandi Negara mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto.
Di hari yang istimewa ini, kami mendoakan semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam memimpin bangsa.
Kami doakan Bapak selalu diberkahi kekuatan dan kesehatan dalam membangun Indonesia Maju serta mewujudkan Indonesia Emas 2045.
#PRESIDENRI
#BSSN
#BSSNPERISAI
#JagaRuangSiber
#NyamanKarenaAman
Hati-hati! Fitur NFC di HP Android-mu Bisa Jadi Celah Kriminal! ⚠️
Siberman, kemudahan transaksi pakai NFC (Near Field Communication) di ponsel Android ternyata sedang diincar oleh para pelaku kejahatan siber.
Belakangan ini, muncul modus baru menggunakan malware berbahaya bernama NGate. Cara kerjanya ngeri-ngeri sedap: malware ini bisa menyusup ke HP korban, lalu mencuri data kartu hingga menguras saldo perbankan hanya dengan memanfaatkan fitur NFC yang aktif secara ilegal.
Biar tetap aman, yuk lakukan langkah pencegahan ini:
• Matikan NFC jika sedang tidak digunakan.
• Jangan asal klik link atau download aplikasi (.APK) dari sumber yang tidak resmi.
• Perbarui sistem operasi (OS) dan aplikasi perbankanmu secara berkala.
Yuk, saling mengingatkan! Share postingan ini ke keluarga dan teman-temanmu agar mereka tidak menjadi korban berikutnya.
#BSSN #JagaRuangSiber #BSSNPerisai #NyamanKarenaAman #LiterasiKeamananSiber
Kepala BSSN RI, Nugroho Sulistyo Budi, menghadiri ASEAN Ministerial Conference on Cybersecurity (AMCC) Ke-11 di Singapore International Cyber Week 2026 untuk mendorong penguatan ketahanan siber kolektif regional.
Pertemuan ini membahas ancaman siber yang kian kompleks, seperti AI, ransomware, penipuan daring, pelindungan Infrastruktur Informasi Vital, serta migrasi menuju Post-Quantum Cryptography. ASEAN menyambut strategi kerja sama 2026–2030 demi memperkuat operasional ASEAN Regional CERT dan pertukaran informasi.
Indonesia menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kerja sama operasional, pelindungan infrastruktur kritis, dan kemitraan internasional guna mewujudkan kawasan digital yang aman, tangguh, serta inklusif berbasis asas ASEAN Centrality.
#BSSN #BSSNPerisai #JagRuangSiber
Memperkuat Kemitraan Strategis dan Kerja Sama Konkret Keamanan Siber Indonesia–Australia#Siberman, Indonesia dan Australia terus mempererat hubungan bilateral di bidang keamanan siber melalui pertemuan tingkat tinggi (High-Level Bilateral Meeting) antara Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI Nugroho Sulistyo Budi, dengan Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan sekaligus Asisten Menteri Imigrasi Australia Matt Thistlethwaite MP, dalam rangkaian Singapore International Cyber Week (SICW) 2026 pada Selasa (13/10).Pertemuan yang berlangsung setelah pelaksanaan Ministerial Roundtable on AI-Enabled Cyber Threats tersebut menjadi kesempatan bagi kedua negara untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan lanskap keamanan siber, termasuk peluang dan tantangan yang menyertai kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Quantum Computing.Dalam suasana dialog yang hangat dan konstruktif, kedua pihak membahas pentingnya memperkuat kolaborasi dalam menghadapi ancaman siber yang semakin dinamis dan kompleks. Indonesia turut menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang telah terjalin dengan baik, khususnya melalui berbagai program peningkatan kapasitas, pelatihan, serta pertukaran informasi intelijen ancaman siber (cyber threat intelligence).Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tingkat tinggi tersebut, Indonesia dan Australia melanjutkan pembahasan melalui dialog keamanan siber yang lebih mendalam dan berorientasi pada langkah-langkah implementasi kerja sama. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Sigit Kurniawan, Direktur Strategi Keamanan Siber dan Sandi BSSN, sementara delegasi Australia dipimpin oleh Assistant Secretary of Cyber Affairs and Critical Technology, Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia Tori Lamb.
#BSSN
#BSSNPERISAI
#JagaRuangSiber
#NyamanKarenaAman
BSSN RI dan Cyber Security Agency of Singapore (CSA) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) keamanan siber dalam rangkaian Singapore International Cyber Week (SICW) 2026 di Singapura (14/10).
Penandatanganan oleh Kepala BSSN RI, Nugroho Sulistyo Budi dan Chief Executive CSA, Gwenda Fong ini bertujuan memperkuat kemitraan bilateral menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks, termasuk dinamika teknologi AI dan komputasi kuantum. Berlangsung selama lima tahun, kerja sama ini mencakup pertukaran informasi ancaman melalui ID-SIRTII/CC dan SingCERT, pelindungan Infrastruktur Informasi Vital, hingga penguatan ketahanan digital kawasan ASEAN.
Langkah konkret ini diharapkan mewujudkan ruang siber yang aman, tangguh, dan tepercaya bagi Indonesia dan Singapura.
#BSSN #BSSNPerisai #JagaRuangSiber
BSSN menggelar kegiatan Optimalisasi Pemanfaatan AI dan Digital Forensik untuk Respons Insiden Siber di Auditorium Roebiono Kertopati, Kantor BSSN Depok, Selasa (13/10).
Dibuka oleh Plh. Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pembangunan Manusia BSSN, Adi Himawan, agenda ini menekankan pentingnya integrasi AI dan digital forensik yang terukur, didukung SDM andal serta kolaborasi antarlembaga.
Sesi materi menghadirkan Sumanto (Ketua Prodi Informatika UBSI) terkait deteksi anomali berbasis AI dan Izazi Mubarok (Ketua AFDI) mengenai metodologi investigasi digital forensik.
Dihadiri pemangku kepentingan sektor pendidikan dan kesehatan, BSSN berkomitmen memperkuat sinergi demi mewujudkan ruang siber nasional yang aman dan tangguh.
#BSSN #BSSNPerisai #JagaRuangSiber #InsidenRespons
BSSN dan AAUI menggelar Workshop Simulasi Penanganan Insiden Siber di Jakarta. Diikuti 52 perusahaan asuransi dengan total 76 peserta, rangkaian acara diisi sesi pembelajaran (7 Oktober 2026) serta drill test dua batch (8-9 Oktober 2026).
Kegiatan dibuka oleh Direktur Eksekutif AAUI, Cipto Hartono, Vice Chairman IT AAUI, Ian Ferdinan N., dan Direktur Keamanan Siber BSSN, Edit Prima.
Lewat simulasi ini, peserta mengasah pengalaman praktis mulai dari deteksi, koordinasi, eskalasi, hingga pengambilan keputusan saat krisis. Kolaborasi ini memperkuat kesiapan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) demi menjaga ketahanan siber sektor perasuransian Indonesia.
🤝 Bersama memperkuat kolaborasi, kesiapsiagaan, dan ketahanan siber sektor perasuransian Indonesia.
#BSSN #KetahananSiber #InsidenSiber #CyberSecurity #AAUI
#Siberman, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melalui Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Industri menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kapabilitas Keamanan Siber Sumber Daya Manusia (SDM) Sektor Industri Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan kapabilitas SDM sektor industri dalam menghadapi berbagai ancaman siber di tengah pesatnya transformasi digital.
Workshop ini menjadi wadah untuk memperkuat pemahaman dan kesiapan pelaku sektor industri dalam mengantisipasi risiko keamanan siber, sekaligus mendorong penerapan tata kelola keamanan informasi yang efektif dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Direktur Keamanan Siber dan Sandi Industri BSSN, Cahyono Adhifatra, menekankan pentingnya peningkatan kapabilitas keamanan siber, penguatan tata kelola, serta kesadaran keamanan siber di lingkungan industri. Menurutnya, upaya tersebut menjadi bagian penting dalam menghadapi dinamika ancaman digital yang semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber yang membagikan wawasan dan pengalaman mengenai transformasi digital sektor industri, tata kelola keamanan siber, penanggulangan ransomware, serta urgensi pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS).
Melalui workshop ini, BSSN menegaskan bahwa keamanan siber bukan hanya menjadi tanggung jawab unit teknologi informasi, melainkan membutuhkan komitmen pimpinan serta keterlibatan seluruh elemen organisasi. Peningkatan kompetensi SDM, penerapan tata kelola keamanan informasi, penguatan sistem pertahanan digital, dan kolaborasi antarinstansi merupakan faktor penting dalam membangun ketahanan siber sektor industri.
#BSSN
#BSSNPERISAI
#JagaRuangSiber
#NyamanKarenaAman
#Siberman, Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), A. Rachmad Wibowo, menekankan pentingnya keamanan siber dalam mendukung transformasi industri berbasis kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) pada Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pemanfaatan AI mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas industri, termasuk mempercepat pengolahan data untuk mendukung pengambilan keputusan. Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, diperlukan batasan dan pengawasan dalam penggunaan AI untuk meminimalkan risiko yang dapat ditimbulkan.
Ia menjelaskan bahwa gangguan yang berkaitan dengan penggunaan AI dapat disebabkan oleh tiga hal, yaitu misaligned behavior atau aktivitas model AI yang tidak selaras dengan tujuan penggunaannya, AI hallucination atau keluaran AI yang tidak sesuai dengan fakta, serta penyalahgunaan AI sebagai senjata (weaponizing AI) yang dilakukan secara sengaja untuk menimbulkan dampak merugikan.
Oleh karena itu, penguatan keamanan sejak tahap perancangan sistem, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting dalam mengantisipasi berbagai risiko tersebut. Upaya ini diperlukan untuk memastikan pemanfaatan AI dalam transformasi industri berjalan secara aman, bertanggung jawab, dan tepercaya, sekaligus memperkuat ketahanan siber nasional.
#BSSN
#BSSNPERISAI
#JagaRuangSiber
#NyamanKarenaAman
#Siberman, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menegaskan pentingnya penguatan regulasi, standardisasi, dan sertifikasi keamanan siber berbasis Artificial Intelligence (AI) guna menutup celah strategis dalam perlindungan kedaulatan data nasional. Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN, Dr. Sulistyo, dalam pembukaan SUPERB Security Conference (SUSEC) 2026 yang diselenggarakan oleh SUCOFINDO dan Lsware di Balai Sudirman, Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Dalam sambutannya, Dr. Sulistyo mengungkapkan bahwa pemanfaatan AI yang tumbuh pesat membawa permukaan serangan baru pada model, data, dan rantai pasok digital. Berdasarkan data pemantauan BSSN sepanjang Januari hingga pertengahan November 2025, tercatat ada sekitar 5,2 miliar anomali trafik atau setara dengan 182 potensi serangan setiap detik, di mana 94 persen di antaranya merupakan malware. Angka masif ini dinilai baru mencakup kurang dari 10 persen trafik nasional yang berhasil dijangkau.
Dr. Sulistyo menggarisbawahi adanya celah strategis yang memiliki nilai kedaulatan tinggi namun dasar hukumnya masih perlu diperkuat, meliputi keamanan teknologi AI beserta data strategis yang diolah di dalamnya, penegakan kepatuhan (compliance enforcement) terhadap standar keamanan yang berlaku, dan pengawasan teknis atas aliran/transfer data sensitif ke yurisdiksi luar negeri.
Ke depan, BSSN berkomitmen memperluas evaluasi produk keamanan berbasis AI di dalam negeri dan mempersiapkan Indonesia naik kelas dari negara pengguna (certificate consuming) menjadi negara penerbit sertifikat (certificate authorizing) yang diakui lintas negara.
Langkah besar ini memerlukan sinergi erat dengan industri teknologi serta lembaga penilaian kesesuaian independen seperti SUCOFINDO.
#BSSN
#BSSNPERISAI
#JagaRuangSiber
#NyamanKarenaAman
#Siberman, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menerima kunjungan Widya Karya Dikba Siber Gel I Pusintelad 2026 di Kantor BSSN Sawangan, Depok, Jawa Barat, pada Jumat (9/10/2026).
Sebanyak 20 peserta yang dipimpin oleh Kapten Inf. Kadiaman Nababan diterima sekaligus mendapatkan materi oleh Ketua Tim Publikasi dan Dokumentasi BSSN Yudhi Hernawan, S.Sos., M.Si., kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan serta pemahaman mengenai keamanan siber dan persandian.
Dalam kesempatan itu, Yudhi Hernawan menyampaikan bahwa tingginya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi berbanding lurus dengan risiko dan ancaman keamanan siber. Ancaman tersebut meliputi serangan teknis, seperti malware, phishing, dan Distributed Denial of Service (DDoS), serta serangan sosial yang bertujuan memengaruhi pola pikir, kepercayaan, perilaku, dan opini masyarakat.
Ia juga menyoroti penyalahgunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk memanipulasi informasi, suara, dan visual melalui teknologi deepfake. Menurut Yudhi, AI bukanlah ancaman dengan sendirinya, tetapi risiko muncul ketika teknologi tersebut disalahgunakan oleh manusia untuk melakukan tindakan yang merugikan.
Lebih lanjut, Yudhi menegaskan bahwa penanganan ancaman siber membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Ia menyampaikan bahwa BSSN tidak dapat menangani seluruh ancaman siber secara mandiri sehingga diperlukan kerja sama dari seluruh entitas di Indonesia untuk memperkuat upaya penanggulangan serangan siber.
Melalui kunjungan ini, diharapkan para peserta Dikba Siber Pusintelad dapat memperluas wawasan mengenai penyelenggaraan keamanan siber dan persandian serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi dinamika ancaman di ruang siber.
#BSSN
#BSSNPERISAI
#JagaRuangSiber
#NyamanKarenaAman
#Siberman, Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), A. Rachmad Wibowo, menekankan pentingnya keamanan siber dalam mendukung transformasi industri berbasis kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) pada Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pemanfaatan AI mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas industri, termasuk mempercepat pengolahan data untuk mendukung pengambilan keputusan. Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, diperlukan batasan dan pengawasan dalam penggunaan AI untuk meminimalkan risiko yang dapat ditimbulkan.
Ia menjelaskan bahwa gangguan yang berkaitan dengan penggunaan AI dapat disebabkan oleh tiga hal, yaitu misaligned behavior atau aktivitas model AI yang tidak selaras dengan tujuan penggunaannya, AI hallucination atau keluaran AI yang tidak sesuai dengan fakta, serta penyalahgunaan AI sebagai senjata (weaponizing AI) yang dilakukan secara sengaja untuk menimbulkan dampak merugikan.
Oleh karena itu, penguatan keamanan sejak tahap perancangan sistem, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting dalam mengantisipasi berbagai risiko tersebut. Upaya ini diperlukan untuk memastikan pemanfaatan AI dalam transformasi industri berjalan secara aman, bertanggung jawab, dan tepercaya, sekaligus memperkuat ketahanan siber nasional.
#BSSN
#BSSNPERISAI
#JagaRuangSiber
#NyamanKarenaAman
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menggelar Bimbingan Teknis Penyusunan Laporan Kinerja Unit Kerja Tahun 2026 di Auditorium Roebiono Kertopati, Depok, Senin (12/10).
Dibuka oleh Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan BSSN, Agung Kurniawan Purbohadi, kegiatan ini bertujuan memperkuat tata kelola akuntabilitas organisasi. Menghadirkan narasumber dari KemenPANRB, Inspektorat BSSN, para peserta dibekali panduan teknis serta strategi pelaporan berbasis data valid dan berorientasi dampak.
Melalui bimbingan teknis ini, seluruh unit kerja BSSN diharapkan mampu menyusun laporan kinerja yang akurat, transparan, dan akuntabel demi meningkatkan predikat AKIP BSSN secara berkelanjutan.
#BSSN #BSSNPerisai #AkuntabilitasKinerja #JagaRuangSiber
1d
Indonesia dan Estonia Jajaki Peluang Kerja Sama di Bidang Keamanan Siber
Indonesia dan Estonia terus membuka peluang penguatan hubungan bilateral di bidang keamanan siber melalui pertemuan antara Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI Nugroho Sulistyo Budi, dengan Menteri Kehakiman dan Urusan Digital Estonia Liisa-Ly Pakosta, dalam rangkaian Singapore International Cyber Week (SICW) 2026.
Pertemuan ini menjadi kesempatan yang baik bagi kedua negara untuk saling bertukar pandangan dan menjajaki peluang kerja sama dalam menghadapi dinamika keamanan siber yang terus berkembang. Kedua pihak menyadari bahwa karakteristik ancaman siber yang semakin kompleks dan melampaui batas negara memerlukan pendekatan kolaboratif, mengingat upaya menjaga keamanan dan ketahanan ruang siber tidak dapat dilakukan oleh satu negara secara mandiri.
Dalam kesempatan tersebut, Indonesia menyampaikan apresiasi atas pengalaman Estonia dalam membangun ekosistem digital yang maju dan tangguh. Berbagai pengalaman Estonia dalam menghadapi tantangan dan insiden siber memberikan pembelajaran berharga, khususnya dalam penguatan kebijakan, kerangka regulasi, serta tata kelola dan kelembagaan keamanan siber.
Kedua pihak turut bertukar pandangan mengenai peluang pengembangan kerja sama yang lebih terarah dan berkelanjutan, termasuk kemungkinan penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai salah satu landasan untuk memperkuat kolaborasi di bidang keamanan siber.
Melalui dialog yang berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif, Indonesia dan Estonia berharap dapat terus mengembangkan hubungan kemitraan yang saling mendukung, memperluas pertukaran pengetahuan dan pengalaman, serta memberikan kontribusi positif bagi terwujudnya ruang siber yang aman, tangguh, dan tepercaya.
#BSSN
#BSSNPERISAI
#JagaRuangSiber
#NyamanKarenaAman
#Siberman, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menerima kunjungan Widya Karya Dikba Siber Gel I Pusintelad 2026 di Kantor BSSN Sawangan, Depok, Jawa Barat, pada Jumat (9/10/2026).
Sebanyak 20 peserta yang dipimpin oleh Kapten Inf. Kadiaman Nababan diterima sekaligus mendapatkan materi oleh Ketua Tim Publikasi dan Dokumentasi BSSN Yudhi Hernawan, S.Sos., M.Si., kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan serta pemahaman mengenai keamanan siber dan persandian.
Dalam kesempatan itu, Yudhi Hernawan menyampaikan bahwa tingginya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi berbanding lurus dengan risiko dan ancaman keamanan siber. Ancaman tersebut meliputi serangan teknis, seperti malware, phishing, dan Distributed Denial of Service (DDoS), serta serangan sosial yang bertujuan memengaruhi pola pikir, kepercayaan, perilaku, dan opini masyarakat.
Ia juga menyoroti penyalahgunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk memanipulasi informasi, suara, dan visual melalui teknologi deepfake. Menurut Yudhi, AI bukanlah ancaman dengan sendirinya, tetapi risiko muncul ketika teknologi tersebut disalahgunakan oleh manusia untuk melakukan tindakan yang merugikan.
Lebih lanjut, Yudhi menegaskan bahwa penanganan ancaman siber membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Ia menyampaikan bahwa BSSN tidak dapat menangani seluruh ancaman siber secara mandiri sehingga diperlukan kerja sama dari seluruh entitas di Indonesia untuk memperkuat upaya penanggulangan serangan siber.
Melalui kunjungan ini, diharapkan para peserta Dikba Siber Pusintelad dapat memperluas wawasan mengenai penyelenggaraan keamanan siber dan persandian serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi dinamika ancaman di ruang siber.
#BSSN
#BSSNPERISAI
#JagaRuangSiber
#NyamanKarenaAman
#Siberman, BSSN berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata menyelenggarakan Pelatihan Literasi Digital, Pemanfaatan AI, dan Cyber Security bagi 49 Pejabat Tinggi Madya dan Pratama pada 5–6 Oktober 2026 di Jakarta Pusat.
Rangkaian kegiatan meliputi penyampaian materi strategis terkait ketahanan siber, sesi panel regulasi digital, serta Table Top Exercise berupa simulasi penanganan ancaman siber seperti situs dan QRIS palsu.
Melalui sinergi ini, diharapkan kapasitas kepemimpinan para pejabat semakin kuat dalam memperkokoh keamanan siber sektor pariwisata nasional serta mengoptimalkan teknologi digital secara aman dan efektif.
#BSSN #BSSNPerisai #JagaRuangSiber #NyamanKarenaAman
Mempererat Kemitraan Strategis Keamanan Siber Indonesia–Singapura
#Siberman, Indonesia dan Singapura terus memperkuat hubungan bilateral di bidang keamanan siber melalui pertemuan antara Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI, Nugroho Sulistyo Budi, dengan Menteri Pengembangan Digital dan Informasi Singapura, Josephine Teo, dalam rangkaian Singapore International Cyber Week (SICW) 2026.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk bertukar pandangan sekaligus membahas penguatan kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan baik, baik dalam lingkup bilateral maupun melalui berbagai inisiatif untuk mendukung ketahanan siber di kawasan ASEAN.
Dalam suasana dialog yang konstruktif, kedua pihak berbagi perspektif mengenai pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran informasi ancaman siber, serta pengalaman dan praktik terbaik dalam menghadapi dinamika dan tantangan keamanan siber yang terus berkembang.
Pertemuan juga membahas perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Quantum-Safe Security, termasuk peluang kolaborasi dalam meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan keamanan siber di masa mendatang.
Melalui dialog dan kerja sama yang berkelanjutan, Indonesia dan Singapura berharap dapat semakin mempererat kemitraan yang saling menguntungkan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya ruang siber yang aman, tangguh, dan tepercaya, baik bagi kedua negara maupun kawasan ASEAN.
#BSSN
#BSSNPERISAI
#JagaRuangSiber
#NyamanKarenaAman
BSSN Sepekan #68 | 5-9 Oktober 2026 🇮🇩🔐
Satu pekan, beragam langkah untuk terus memperkuat keamanan ruang siber Indonesia. Di tengah percepatan transformasi digital, BSSN juga terus memastikan keamanan menjadi bagian penting dalam setiap langkah digitalisasi, sekaligus menjaga ruang siber tetap aman, tangguh, dan tepercaya.
Simak rangkaian kegiatan BSSN sepanjang pekan ini!
#BSSN #BSSNSepekan #JagaRuangSiber #NyamanKarenaAman
Siberman, Perkembangan komputasi kuantum membawa tantangan baru bagi keamanan informasi. Post-Quantum Cryptography (PQC) hadir sebagai salah satu langkah untuk mempersiapkan sistem keamanan menghadapi ancaman tersebut.
PQC penting untuk memastikan data dan komunikasi digital tetap terlindungi, baik saat ini maupun di masa mendatang.
Mempersiapkan keamanan hari ini berarti melindungi informasi untuk masa depan.
#PQC
#PostQuantumCryptography
#BSSN
#JagaRuangSiber
#QuantumComputing




















