Pinned Tweet
β
β β β β β β β β β β ππ
β β β ππππ ππππππ ππππππ
β β β β β β ππ
πππ ππππ
β β β β β β β πππππ ππππ
β β β β β β 1986 βββ2012
β β
Memang CEO keparat, ia hanya membelalak saja dan gagu a-a-i-u, tidak menjawab apa-apa. Kalau saja mereka tidak perlu mendengarkan penjelasan sang tuan, Merah jelas sudah melayangkan tinjunya pada muka menyebalkan sang petinggi.
"Sungguh, saya tidak paham apa yang kalian maksud," dengan panik ia berbicara, membuka mulut.
"Apa buktinya? Kami butuh kejelasan yang sejelas-jelasnya!" (@steilarace)
βHayes, siapkan ranjau di sekitar area lobi timur.β
Sementara itu, dengan langkah sigap ia mengikuti kedua pria yang agaknya tidak begitu kondusif dikarenakan sang pimpinan yang naik pitam. Seharusnya negosiasi lancar dan kalaupun tidak, ...
... mereka akan langsung mengarahkan target ke arah jebakan, menyekap sang pimpinan untuk mengetahui lebih lanjut apa yang terjadi di sekitar kubu barat dan timur sebenarnya.
Hari ini semuanya harus terkuak. Merah mengecek interkom lagi, β@steilarace, sudah siap?β
Banyak ocehan yang ia keluarkan dari bibirnya yang tebal, dan Merah tidak mempedulikan apa saja yang ia katakan. Ia menghitung waktu dalam hati. Menghitung berapa lama dan apa rencana ia selanjutnya untuk menahan sang pimpinan lebih lama.
πππ’π€ππ π¬ππ π©πͺπ’πͺ ππͺπ πͺπ₯ ππ πππ‘ππ’, @steilarace.α
βSebentar sebentar, kita keluar saja.β Ia melangkahkan kaki keluar diikuti Merah dengan langkah tergopoh karena tubuhnya yang gemuk. Merah memberi arahan, berbisik di interkom. βPositif, Hayes. Kau bisa masuk.β
βJadi apa yang ingin kaukatakan?
Dan ya, @steilarace. Sekarang waktunya kau bersinar.



