
#StopKorupsi Tidak membalas DM #Cinta #DaruratKorupsi #SayangIndonesia #demokrasi #FreePalestine #intermittentfasting #IndonesiaBersih
Indonesia.
Joined May 2018
- Tweets35.8K
- Following5.9K
- Followers17.8K
- Likes37.3K
Neng Ayang retweeted
Bagi saya, jika ada instansi dan atau lembaga negara yg banyak oknumnya justru ini ‘peluang’ bagi kita atau generasi di bawah kita untuk mengisinya. Jangan malah dibiarkan sehingga yg mengisi adalah regenerasi dari oknum-oknum sebelumnya.
Lama memang prosesnya sampai kemudian benar-benar ‘jadi’. Tapi ini konsekuensi.
Selama ini, generasi orang-orang baik minim sekali diarahkan untuk mengisi instansi dan atau lembaga negara yg banyak oknumnya itu. Generasi orang-orang baik seakan dibuat untuk menjadi ‘manusia-manusia langit’ yg tahu bahwa ada banyak sampah di selokan, tahu bahwa sampah itu mesti dibersihkan. Bahkan, tahu caranya agar selokan tersebut tidak tersumbat dengan segala macam kotoran. Tapi hanya berteriak dari ‘atas langit’ tidak turun ke bumi dan masuk ke selokan itu mengentaskan permasalahan.
Sudah lama juga kita berharap bahwa masalah ‘selokan’ itu akan tuntas dengan menguasai level pembuat kebijakan (legislatif dan eksekutif). Hasilnya juga belum bisa diharapkan. Malah setiap periode pemilihan pembuat kebijakan, masing-masingnya sibuk bagaimana agar terpilih menjadi pembuat kebijakan lagi. Sementara, selokan yg tersumbat dengan kotoran itu terus saja begitu belum ada perubahan. Bahan tak jarang mereka yg awalnya mau membersihkan selokan, kini menjadi sampah baru yg menambah permasalahan.
Yuk, kita sebagai orangtua, guru atau pengelola lembaga pendidikan berkolaborasi bersama ‘membuat’ manusia-manusia bumi itu. Manusia langit sudah banyak. Dan belum bisa dipastikan kapan mereka bisa turun ke bumi. Tibalah kita saja. Tanpa keluhan. Kita bersama berkarya dalam diam.
Instansi dan atau lembaga negara itu membutuhkan ‘sentuhan’ dan ‘keberadaan’ kita. Untuk Indonesia dan peradaban dunia yg lebih baik ke depannya.
Mungkin akan memakan waktu lama. 30 atau lebih dari 50 tahun lagi baru bisa kita tuai hasilnya. Tapi jika kita tidak mulai dari sekarang, maka akan semakin lama.
Tabik.
Dm saya sudah 46 menit blm direspon, biasanya cepet? Apakah kekurangan orang?
@IndiHome
Neng Ayang retweeted
Gue baru tauk, nich... nyeduh kopi ternyata ada tekniknya supaya keluar aroma harum kopinya... bukan asal tuang air aja... 😅
Selamat mencoba... 😋
Apa peribahasa yang pas utk kejadian ini?
youtu.be/fhn4YW56mcE?si=0iFK…
Neng Ayang retweeted
Dapatkan 50GB hanya 80rb dengan XL PRIORITAS! Nikmati instant roaming & premium streaming langsung aktif dengan layanan terbaik. Upgrade sekarang!
Neng Ayang retweeted
Pada tahun 2019, lembaga survey internasional independen The Harris Poll serta perusahaan mainan terkemuka LEGO mengadakan sebuah survey terhadap 3.000 anak-anak berusia 8-12 tahun di Amerika Serikat, Inggris dan China. Mereka diminta menjawab satu pertanyaan dengan maksimal 3 jawaban. Pertanyaan itu adalah “Kamu mau jadi apa saat kamu besar nanti?”
Pertanyaan yg biasa kita dengar, atau jawab atau lontarkan kepada anak-anak. Sehingga jawabannya pun mungkin biasa saja.
Namun, sebetulnya jawaban dari pertanyaan mau jadi apa ini tidak sebiasa yg kita kira. Jawaban anak-anak itu adalah jawaban dari sejauh mana efektifitas pendidikan anak di sekolah dan keluarga, juga seberapa jauh visi masa depan yg ‘diciptakan’ sebuah negara bagi anak-anak bangsanya.
Menariknya, hasil survey yg dirilis oleh The Harris Poll dan LEGO ini menunjukkan hasil yg mencengangkan. Di Amerika Serikat dan Inggris, menjadi Youtuber/Vlogger atau influencer menjadi peringkat tertinggi. Sementara menjadi astronot menjadi peringkat terendah. Sementara di China, menjadi astronot dan guru adalah cita-cita paling favorit setelah menjadi atlet dan musisi. Lupakan menjadi Youtuber/Vlogger/Influencer.
Kok bisa? Bagi saya inilah buah dari informasi yg ‘ditanam’ dalam pikiran bawah sadar anak-anak di China terhadap betapa pentingnya ilmu pengetahuan dibandingkan dengan ilmu ‘pendapatan’. Betapa pentingnya pendidikan, daripada ‘pemasukan’.
Ditambah lagi, pembatasan akses anak-anak terhadap media sosial dan pengaturan algoritma juga menjadi faktor penentu juga kenapa anak-anak di China lebih tertarik menjadi astronot dan guru ketimbang menjadi yg lainnya.
Lalu perhatikan, bagaimana kemudian China membangun China Aerospace Science and Technology (CASC) sebagai ‘saingan’ NASA-nya Amerika. Mereka berhasil meluncurkan Shenzhou-16 pada 30 Mei 2023 lalu dengan berisikan astronot dan warga sipil biasa.
Nah, sekarang kita kembali ke ‘bumi’. Ke rumah dan sekolah kita. Sekiranya The Harris Poll dan LEGO melakukan survey yg sama terhadap anak-anak kita. Seperti apa hasilnya? Saya bahkan berharap jangan sampai mereka tertarik melakukan survey itu di ‘rumah’ kita sampai mungkin 10-15 tahun lagi.
Karena dalam 10-15 tahun ini, tadinya saya, Anda dan kita semua ingin melakukan sesuatu yg jauh lebih serius lagi menyiapkan generasi-generasi muda. Kita mengejar ketertinggalan kita. Kita ingin kerahkan segala daya dan upaya kita. Namun sayang, rupa-rupanya keinginan kita tak sama dengan keinginan mereka yg justru punya kuasa dan beragam sumber daya.
Ah sudahlah. Setidaknya kita mulai dari anak-anak kita saja. Ku anfusakum wa ahlikum nara…
Neng Ayang retweeted
Semalam aku mendengar satu podcast yang sangat ngena.
Hidup sebaiknya berpaksikan waktu sholat.
• Bekerja setelah Subuh
• Makan siang sebelum Zuhur
• Makan malam sebelum Magrib
• Tidur setelah Isya
• Punya waktu untuk diri sendiri sebelum Subuh dengan qiyamul lail
• Menikmati ketenangan pagi saat matahari terbit
Ketika hidup berpaksikan sholat, bukan hanya waktu yang menjadi lebih teratur, tetapi hati juga terasa lebih tenang.
"Jangan selipkan sholat di sela-sela kesibukanmu. Selipkan kesibukanmu di antara waktu-waktu sholat."
Ingatkah Anda kapan bergabung dengan X? Ya, saya ingat! #MyXAnniversary
Seuur borokokok Ustad..
Bahkan, saya men-challenge para pemilik sekolah swasta untuk menaikkan gaji gurunya dari hasil unit usaha lain yg pemodalannya saya tanggung, dari 58 yg diverifikasi, hanya 2 yg ‘lolos uji’.
Kan sesuatu yg pianyingeun. Moal pibalegeun. Duit beak, angger guru sangsara. Garoblog…
Punten ah. Da kumaha atuh…
Neng Ayang retweeted
Bahkan, saya men-challenge para pemilik sekolah swasta untuk menaikkan gaji gurunya dari hasil unit usaha lain yg pemodalannya saya tanggung, dari 58 yg diverifikasi, hanya 2 yg ‘lolos uji’.
Kan sesuatu yg pianyingeun. Moal pibalegeun. Duit beak, angger guru sangsara. Garoblog…
Punten ah. Da kumaha atuh…
Neng Ayang retweeted
Luar Biasa...!!!
Ini adalah koreografi siswa dari Sekolah Menengah Seyda Molla Bahri Imam Hatip di Elazığ, Türkiye, menyambut Bulan, Ramadhan.
Kereeen....
Neng Ayang retweeted
Salah satu Kedai Kopi yang mempekerjakan "down syndrome" di Indonesia
Salut dan Respect buat "Kopi Kamu" 🫰😍
Neng Ayang retweeted
Salat Jenazah di Ambang Zuhur, Mana yang Harus Didahulukan?
Dalam kehidupan sosial umat Islam, kematian selalu menghadirkan dua kewajiban sekaligus: kewajiban ibadah personal kepada Allah dan kewajiban kolektif untuk mengurus jenazah sesama muslim.
Pertanyaan pun kerap muncul ketika dua kewajiban itu bertemu dalam satu waktu, seperti salat jenazah yang bertepatan dengan salat Zuhur. Manakah yang harus didahulukan? Dan bagaimana hukum salat jenazah jika dilakukan sebelum Zuhur?
Islam telah mengatur secara rinci prosesi perawatan jenazah, mulai dari memandikan, mengafani, mensalatkan, hingga menguburkannya. Pada prinsipnya, penyelenggaraan jenazah dianjurkan untuk disegerakan setelah proses pemandian dan pengafanan selesai. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Saw:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَسْرِعُوا بِالْجَنَازَةِ، فَإِنْ كَانَتْ صَالِحَةً قَرَّبْتُمُوهَا إِلَى الْخَيْرِ، وَإِنْ كَانَتْ غَيْرَ ذَلِكَ كَانَ شَرًّا تَضَعُونَهُ عَنْ رِقَابِكُمْ
Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Bersegeralah dalam mengurus jenazah. Jika ia orang saleh, maka kalian telah mendekatkannya kepada kebaikan. Jika tidak demikian, maka kalian telah melepaskan keburukan itu dari pundak kalian.” (HR. Muslim)
Hadis ini menjadi landasan kuat bahwa penyelenggaraan jenazah tidak sepatutnya ditunda tanpa alasan syar‘i. Namun dalam praktiknya, kondisi lapangan sering kali memunculkan situasi khusus. Misalnya, apabila seseorang wafat menjelang tengah malam, maka diperbolehkan menunggu hingga pagi hari demi kemudahan jamaah dan kelayakan prosesi.
Persoalan menjadi lebih sensitif ketika waktu salat jenazah berimpitan dengan masuknya waktu Zuhur. Perlu dipahami bahwa waktu Zuhur dimulai ketika matahari condong sedikit ke barat, yaitu sesaat setelah mencapai titik kulminasi hariannya.
Jika yang dimaksud “bertepatan dengan Zuhur” adalah antara azan dan iqamah, maka salat jenazah masih dibolehkan selama iqamah belum dikumandangkan. Akan tetapi, bila iqamah sudah ditegakkan, maka tidak boleh lagi melakukan salat selain salat wajib. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Saw:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ إِذَا أُقِيمَتِ الصَّلَاةُ فَلَا صَلَاةَ إِلَّا الْمَكْتُوبَةُ
Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi Saw beliau bersabda: “Apabila salat telah diiqamahi, maka tidak ada salat kecuali salat wajib.” (HR. Muslim)
Adapun jika salat jenazah dilakukan sebelum masuk waktu Zuhur, yakni ketika matahari belum tepat berada di tengah langit, maka hal itu dibolehkan. Bahkan, secara maslahat, pelaksanaannya pada pagi hari sering dianggap lebih ideal agar jamaah Zuhur juga dapat ikut mendoakan jenazah jika penguburan dilakukan setelahnya.
Meski demikian, umat Islam juga harus memperhatikan waktu-waktu terlarang untuk salat dan pemakaman. Rasulullah Saw melarang pelaksanaan salat jenazah dan penguburan pada tiga waktu tertentu, sebagaimana diriwayatkan oleh ‘Uqbah bin ‘Amir al-Juhani:
عَنْ مُوسَى بْنِ عُلَيٍّ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ الْجُهَنِيَّ يَقُولُ ثَلَاثُ سَاعَاتٍ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْهَانَا أَنْ نُصَلِّيَ فِيهِنَّ، أَوْ أَنْ نَقْبُرَ فِيهِنَّ مَوْتَانَا: حِينَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ بَازِغَةً حَتَّى تَرْتَفِعَ، وَحِينَ يَقُومُ قَائِمُ الظَّهِيرَةِ حَتَّى تَمِيلَ الشَّمْسُ، وَحِينَ تَضَيَّفُ الشَّمْسُ لِلْغُرُوبِ حَتَّى تَغْرُبَ
Dari Musa bin ‘Ulayy, dari ayahnya, ia berkata: Aku mendengar ‘Uqbah bin ‘Amir al-Juhani berkata: Ada tiga waktu Rasulullah Saw melarang kami untuk salat dan menguburkan mayat, yaitu ketika matahari terbit hingga naik, ketika matahari tepat di tengah langit hingga condong, dan ketika matahari hampir terbenam hingga benar-benar terbenam. (HR. Muslim)
Dari sudut pandang fikih, salat Zuhur berkedudukan sebagai fardu ‘ain, sedangkan salat jenazah adalah fardu kifayah. Dalam fikih prioritas (fiqh al-awlawiyyāt) sebagaimana dijelaskan Yusuf al-Qaradhawi, kewajiban individual harus didahulukan atas kewajiban kolektif. Dengan demikian, jika iqamah Zuhur sudah dikumandangkan, maka salat Zuhur wajib didahulukan.
Namun, tetap sejalan dengan anjuran Nabi Saw untuk menyegerakan pengurusan jenazah, waktu pagi—jauh sebelum Zuhur—sering kali menjadi pilihan terbaik untuk pelaksanaan salat jenazah dan pemakaman.
Dari uraian tersebut dapat dirangkum beberapa poin penting:
1. Jika bertepatan dengan waktu Zuhur dan dilakukan sebelum iqamah, maka salat jenazah boleh dilaksanakan.
2. Jika dilakukan setelah iqamah Zuhur, maka salat jenazah tidak boleh dilaksanakan karena harus mendahulukan salat wajib.
3. Jika dilakukan setelah Zuhur, salat jenazah tetap boleh, namun yang lebih utama adalah menyegerakannya sejak pagi hari selama tidak masuk waktu terlarang.
Sumber: muhammadiyah.or.id/2026/01/s…
#Muhammadiyah














