Awan retweeted
Buat klean yang menangis ngeliat orang mungut dokumen dari lantai.... ketahuilah, ada 6 keluarga yg menangis saat menjemput jenazah 6 anak muda yg tewas atas perintah orang yg benci pada hal-hal yg berbau Islam.
Tangisan ke 6 keluarga tadi lebih menembus langit daripada sekedar tangisan berbayar seperti yg klean lakukan
Awan retweeted
Kaum borjuis ini turun kejalan cuma demi junjungannya.
Diajak demo kebijakan (buat bangsa negara) pasti ngacir..
Awan retweeted
TERKUAK! INILAH ALASAN KENAPA JOKOWI TIDAK BERSEDIA IJAZAHNYA DILAKUKAN FORENSIK ULANG MESKIPUN KATANYA ASLI.
Awan retweeted
Mereka ini satu paket.
Jika salah satu bermasalah, yang lain pasti terlibat atau minimal mengetahui.
Awan retweeted
Di awal-awal, kalau pulang ke Solo bapak itu naik pesawat kelas ekonomi. Dia pilih posisi kursi yg agak di belakang. Naik ke pesawatnya agak terakhir. Satu pesawat bisa melihatnya. Egaliter dan rakyat banget.
Sedetil itu caranya. Canggih! Tehnik KDM mah gak ada apa-apanya...
Awan retweeted
Akibat poto di ijazah berkumis, penasehat hukum Tifa meminta Jokowi untuk datang dua minggu lagi dalam keadaan berkumis.
Para hakim jadi tertawa mendengar jawaban Jokowi 馃ぃ馃ぃ馃ぃ.
Awan retweeted
TITO KARNAVIAN FINISHED 馃彸
SEHEBAT APA PUN MANIPULATOR MENYUSUN SKENARIO, PADA AKHIRNYA DIA BISA TERJEBAK OLEH CERITA YANG DICIPTAKANNYA SENDIRI.
Ada manusia yang sangat pandai memainkan persepsi publik. Dia tahu bagaimana menciptakan ketakutan, membangun musuh bersama, lalu tampil sebagai sosok yang seolah-olah paling berjasa menyelamatkan keadaan.
Salah satu cara paling berbahaya adalah memainkan isu terorisme dan radikalisme untuk menyudutkan umat Islam.
Bayangkan sebuah skenario wak, seseorang membangun narasi bahwa kelompok tertentu merupakan ancaman bagi negara. Dia kemudian diduga membentuk jaringan, merekrut orang-orang melalui lingkaran yang sudah dikondisikan, lalu membiarkan aktivitas mereka menjadi bahan untuk memperkuat narasi yang sejak awal ingin dia bangun.
Ketika semuanya mulai terbentuk, dia tampil di depan publik sebagai pihak yang paling keras mengecam ancaman tersebut.
Ironisnya, orang yang paling lantang berbicara tentang bahaya justru diduga memiliki peran di balik terciptanya panggung itu sendiri.
Maka masyarakat bukan hanya sedang menghadapi manipulasi informasi, tetapi juga kemungkinan rekayasa persepsi yang sangat berbahaya.
Umat Islam dibuat terus-menerus berada dalam posisi defensif. Setiap persoalan dikaitkan dengan radikalisme. Setiap kelompok dicurigai. Setiap perbedaan pandangan berpotensi diberi label yang menakutkan.
Padahal, Islam bukan terorisme. Kritik bukan radikalisme. Dan perbedaan pendapat bukan ancaman terhadap negara.
Kejahatan harus dibuktikan melalui tindakan dan alat bukti, bukan dengan menggeneralisasi agama atau identitas kelompok.
Namun, manipulator sering lupa satu hal wak, jaringan yang dibangun untuk menyembunyikan kebenaran juga bisa meninggalkan jejak. Komunikasi, hubungan antarorang, aliran perintah, dokumen, dan kesaksian suatu hari bisa saling terhubung.
Karena itu, jangan hanya periksa orang-orang yang berada di lapangan. Jika ada dugaan rekayasa, telusuri juga siapa yang merekrut, siapa yang mengarahkan, siapa yang membiayai, dan siapa yang diuntungkan dari narasi tersebut.
Jangan sampai orang yang menciptakan panggung justru menjadi orang yang paling sibuk menunjuk tersangka.
Kamu mungkin bisa membohongi sebagian orang untuk waktu yang lama. Tetapi kamu tidak akan bisa membohongi semua orang sepanjang waktu.
Pada akhirnya, kebenaran tidak membutuhkan skenario. Ia hanya membutuhkan keberanian untuk membuka bukti.
Awan retweeted
JAWABAN APA INI!
Ketika mahasiswa mengaku berkacamata dengan minus 1,5.
Kemudian ditanya mengapa kami (rakyat se Indonesia) selama 20 tahun menjadi Walikota, Gubernur, Presiden tidak pernah satu kalipun mwlihat saksi berkacamata?
Jawabannya:
Kacamata pecah.
Kenapa tidak pakai lagi kacamata sedang minus 1,5
Karena tidak mampu membeli.
Pegawai BUMN PT KKA
Lalu jadi Pengusaha Mebel
Lalu jadi Walikota
Lalu jadi Gubernur
Lalu jadi Presiden
20 tahun kaya-raya
TIDAK MAMPU MEMBELI KACAMATA?
Awan retweeted
Guru ,
Guru uu , . .
Hentikan guru .
Guru kami tidak ingin
berdosa , guru . .
馃槀馃ぃ
Gara-gara blunder Roy Suryo dan Tifa akhirnya rakyat Indonesia memilih all in ke Jokowi, all in ke PSI.
Mari kita ucapkan terimakasih kepada beliau-beliau.
Bukan begitu @_Sadewa__ 馃
Semacam iklan gratis dan berdurasi luar biasa panjang kali lebar 鉁嶏笍
Awan retweeted
Ayo, kenapa?
Karena Listyo Sigit bukan sosok yang tiba-tiba muncul dalam lingkaran kekuasaan.
Ada sejarah kedekatan, ada relasi politik, ada rantai loyalitas yang terbentuk sejak era pemerintahan Jokowi.
Tapi apakah itu berarti Jokowi terlibat? Belum ada bukti.
Justru itu yang harus dibuka. Jangan berhenti di operator, telusuri sampai ke aktor intelektualnya.



























