ᅠ ᅠ
Hidupku tanpa cintamu, bagai malam tanpa bintang. Cintaku tanpa sambutmu bagai panas tanpa hujan @MercyOfFool.
ᅠ ᅠ
* 罗刹. ♀️ retweeted
Imo, postingan “cowok jadi korban” lebih ‘sepi’ itu ya salah cowok juga, masih banyak cowok yang kurang berempati
Lu pikir kalo “cewek jadi korban” itu diramein siapa? Sama sesama cewek lah, women support women, karena kita banyak mengalami hal yang sama
Replying to @PrayerOfPeace
Luocha menoleh kearah sketsa itu dan tersenyum puas. “Tentu saja aku suka. Marie sangat manis disini” sang gadis kecil itu berusaha merebut kertas sketsa milik ayahnya.
“Marie sayang jangan…” ucapnya sambil menciumi anaknya. Kemudian dia menoleh kearah Welt dan tersenyum
—
—
“Sepertinya dia rindu kamu? Maukah bermain dan menggendongnya sebentar? Aku akan masak untuk makan malam” ujarnya pada @PrayerOfPeace .
Replying to @PrayerOfPeace
“Sayang… ayo lihat papa…” bisiknya pada gadis mungilnya yang sibuk menggigit jari. Luocha melihat kearah Welt dan sesekali melihat kearah Marie. Dia takut suaminya tidak fokus melukis mereka berdua jika bergerak.
“Ngomong-ngomong, kau tidak keberatan kan kalau aku
—
—
dan Marie bergerak?” Tanyanya bingung.
Sebenernya dia juga tahu kalau @PrayerOfPeace sepertinya tidak akan marah atau keberatan tentang hal itu.
Replying to @PrayerOfPeace
“Hm… mau digambar sekarang. Kau tidak lelah?” Tanyanya membiarkan sang suami bergegas mengambil perlengkapan gambarnya. Dia tidak keberatan.
“Kalau begitu tunggu sebentar. Aku akan mengambil Marie dulu” ujarnya sambil berjalan kearah kamarnya dan menggendong
—
—
Gadis mungil yang ternyata sudah bangun.
Setelah itu Luocha duduk diatas sofa sambil menggendong Marie.
“Begini?” Tanyanya pada @PrayerOfPeace
Replying to @PrayerOfPeace
Kemudian jari jemarinya berpindah mengusap wajah sang suami dengan lembut. Dia bisa melihat lingkaran hitam pada bawah mata Welt dan kerutan akibat kelelahan bekerja atau mungkin ada pemicu stress lainnya.
“Tentu saja kau boleh menggambarku, aku suka jenis
—
—
Gaya gambarmu. Mau kah kau menggambarku bersama dengan Marie juga? Nanti hasilnya aku akan pajang di kamar” ujarnya pada @PrayerOfPeace .
Replying to @PrayerOfPeace
Luocha terkekeh pelan dan membalas bubuhan kecup pada bibir suaminya kembali. Sambil mengusap pipi Welt. “Justru itu, sekarang kita bersama. Kau harus membagikan kelelahanmu padaku, apakah ada sesuatu yang ingin kau ceritakan? Siapa tahu aku bisa bantu” gumamnya
—
—
Kemudian mengeluarkan Pendant miliknya sambil mengusal lembut beberapa bagian tubuh yang menurutnya mungkin @PrayerOfPeace pegal dan lelah.
“Marie? Dia anak yang manis. Dia sudah pintar tengkurap sekarang”
Replying to @PrayerOfPeace
Sengaja menjatuhkan dirinya pada pangkuan suaminya sambil terkekeh pelan. “Baik-baik… sepertinya beruang manja ini butuh kasih sayang ya” Luocha melingkarkan tangannya pada leher sang suami dan menatapnya lekat.
“Apakah ada sesuatu yang terjadi sehingga kau
—
—
Jadi manja seperti ini?” Tanyanya sambil mengusap pipi @PrayerOfPeace dengan lembut.
—
Lebih rileks, dan membuatmu tidur lebih nyenyak” jelasnya pada Welt. Mungkin dia harus membekalkan suaminya beberapa kantong teh agar memiliki kualitas tidur yang baik. Dia tahu betul, kadang kali sang suami tidak berhenti berpikir keras setiap malam sehingga
—
—
Hal itu bisa membuatnya sulit tidur.
“Ngomong-ngomong kau ingin makan apa? Karena aku akan memasaknya” ujarnya hendak beranjak dari sofa. @PrayerOfPeace
Replying to @PrayerOfPeace
“Oh? Kau sudah pulang? Tumben tidak mengabari” jawabnya tersenyum menyambut pelukan sang kasih sambil meletakan cangkir berisi teh yang baru dia habiskan seperempatnya.
Luocha tidak masalah sama sekali jika suaminya pulang begitu saja. Malah jika bisa, ingin suaminya
—
—
Pulang setiap hari. Namun tentunya perjalanan antar planet tentunya tidak membutuhkan waktu yang sebentar.
“Kau lapar? Mau kubuatkan sesuatu?” Tanyanya pada @PrayerOfPeace .
Replying to @PrayerOfPeace
Luocha tersenyum padanya. Tidak menyangka seseorang bisa peduli dan setertarik itu pada ajakannya. Biasanya orang terlihat seperti menjawab sebisanya hanya untuk basa-basi setelah itu hanya harapan kosong yang ada.
Sepasang netranya mentatap kearah pemberian dari
—
—
Seorang Welt Yang.
“Ini sangat indah… apakah tidak apa-apa jika kau memberikannya untukku?” Tanyanya kemudian segera mengenakan itu pada sisi rambutnya.
“Bagaimana sekarang?” Tanyanya pada @PrayerOfPeace
—
Tempat misinya akan dijalankan.
“Kau bisa mengirimi aku pesan atau meneleponku jika mau berkunjung. Aku akan berikan alamat tempat tinggal sementaraku. Selain itu aku menemukan beberapa tempat makan yang enak. Barang kali kau belum sempat menjelajah
—
—
Daerah aman Luofu.” Tambahnya. Bukan bermaksud mengajak kencan. Namun jika pria itu tidak keberatan apa boleh buat.
“Kalau begitu… sampai jumpa?” Ucapnya pada @PrayerOfPeace
—
Sangat sulit menerima fakta bahwa ada hal lain yang harus dia kerjakan dan selesaikan terlebih dahulu.
“Hmm hmm…” Luocha mengangguk pelan setuju dengan anggapan Welt mengenai kesibukannya. “Aku akan menetap di Loufu untuk beberapa saat sebelum melanjutkan perjalanan
—
—
Tapi jangan khawatir aku akan mengirimimu surat. Atau mungkin resep obat untuk mengurangi stressmu” ujarnya pada @PrayerOfPeace
—
Sejenisnya. Setelah selesai dengan pengobatan sederhana untuk meredakan stress yang dialami lelaki dihadapannya itu, Luocha menarik kembali tangannya dan membalaskan senyuman pria berkacamata itu.
“Syukurlah kalau kau lebih baik. Sisanya tergantung dengan gaya hidupmu”
—
—
Luocha membalaskan senyum lelaki itu dan menunduk sopan.
“Senang jika bisa berteman denganmu. Kau bisa bilang padaku kalau butuh sesuatu” ujarnya “aku tidak akan lama-lama disini. Sepertinya lebih baik aku berkemas”
Ujarnya pada @PrayerOfPeace .
—
Terganggu dengan wajah cemasmu. Hanya sedikit khawatir. Kelelahan membuatmu stress” ujarnya dengan suara yang lebut. Kemudian dia mengeluarkan pendantnya.
“Mohon maaf jika aku menyentuhmu sedikit” gumamnya sambil meraih rahang pria tersebut dan mengusapnya perlahan.
—
—
Tangan yang memegang pendant, dia letakan pada bahu Welt.
“Kau sepertinya terlalu banyak pikiran akhir-akhir ini tuan? Sehingga kurang istirahat dan badanmu melemah” Luocha mengeluarkan kekuatan penyembuhnya pada @PrayerOfPeace
“Sudah… bagaimana sekarang?”





